• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Sidekah Bumi Lembur Sawah dan Festival Jajanan Lembur di Kota Bogor

Editor
Rabu, 10 Juli 2024 - 12:04
Sidekah Bumi Lembur Sawah dan Festival Jajanan Lembur kembali digelar oleh warga Lembur Sawah, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (7/7/2024).

Sidekah Bumi Lembur Sawah dan Festival Jajanan Lembur kembali digelar oleh warga Lembur Sawah, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (7/7/2024).(FOTO: Humas Kota Bogor)

Sidekah Bumi Lembur Sawah dan Festival Jajanan Lembur kembali digelar oleh warga Lembur Sawah, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Minggu (7/7/2024).

Sidekah Bumi ini merupakan tradisi masyarakat di Lembur Sawah sejak puluhan tahun lalu, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala karunia dan hasil panen yang melimpah ruah.

RelatedPosts

Seren Taun 2026 di Cigugur Kuningan, Seribu Pelita Menyala

Dadan Hindayana, Ahli Serangga yang Sempat Jabat Kepala BGN

Pojok Carita di Kiara Artha Park, Penguatan Ekosistem Seni dan Budaya

“Sampurasun, mangga kalebet, linggih,” sapa seorang perempuan mengenakan kebaya saat wisatawan berdatangan, untuk melihat prosesi Sidekah Bumi Lembur Sawah dan Festival Jajanan Lembur.

Rangkaian prosesi ini berlangsung di tengah sejuknya udara pagi yang mengalir di antara pepohonan besar, membuat Lembur Sawah terasa asri lagi memesona.

Menggunakan pakaian adat sunda. Dongdang-dongdang (alat pikul dari bambu berbentuk segi empat seperti tempat tidur) yang berisi hasil bumi dibawa oleh setiap warga dari masing-masing RT dan RW disusun memanjang, kemudian diarak ke depan pintu masuk dan dibagikan kepada warga secara gratis.

Sebelum dimulai, lebih dahulu dilakukan prosesi doa bersama serta tradisi kesenian. Selanjutnya, Dongdang diarak yang didahului oleh pikulan selongsong bambu berisi air yang di bawahnya digantungkan padi hasil pertanian warga.

Daya Tarik Wisata

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah yang hadir menyaksikan prosesi Sidekah Bumi ini mengapresiasi para anak muda Lembur Sawah yang mau bergerak menghidupkan kembali tradisi kebudayaan yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

“Ada tiga hal yang terpenting kenapa Sidekah Bumi ini harus dilestarikan. Pertama sebagai simbol rasa syukur kepada sang pencipta, kedua pengembangan potensi wisata, ketiga, adalah mewariskan tradisi kebudayaan kepada generasi penerus untuk bisa terus dilestarikan,” kata Syarifah.

Kegiatan ini, juga dikembangkan sebagai daya tarik wisata dengan adanya Festival Jajanan Lembur yang dibalut dengan konsep jual beli masa lampau dengan transaksi menggunakan uang koin berbahan batok kelapa.

Ketua Panitia Pelaksana, Riri Siti Nur Fazriah mengatakan, Lembur Sawah yang sering dianggap tidak memiliki kehidupan karena berada di pinggiran kota, kini menjadi kampung wisata yang memiliki potensi dan daya tarik bagi wisatawan sehingga bisa dikenal di seluruh pelosok Kota Bogor dan luar Kota Bogor.

“Dengan ini bisa terbukti bahwa ternyata kita di sini berkehidupan dan berkembang baik dari sisi pertanian maupun UMKM dan pengembangan wisata,” ujarnya.

Selain menjadi daya tarik wisatawan lokal, Sidekah Bumi ini juga menjadi daya tarik turis asal mancanegara. Terlihat beberapa turis asing asyik mendokumentasikan prosesi Sidekah Bumi sejak awal hingga akhir. Mereka membeli dan mencoba beberapa jajanan lembur.

Sebagai informasi, sejak 30 tahun lalu prosesi Sidekah Bumi berhenti dan menghilang. Data tersebut terungkap ketika adanya kegiatan mahasiswa dari Universitas Pancasila yang melakukan kegiatan riset dan observasi di Lembur Sawah beberapa tahun lalu.

Kemudian, muncul inisiasi dari para kaum muda bersama kokolot kasepuhan, serta pelaku seni budaya yang kemudian didukung oleh masyarakat dan dibantu kolaborasi dengan Pemerintah kota (Pemkot), para sponsor, asosiasi, akademisi dan sebagainya kembali menghidupkan Sidekah Bumi.

Sumber: Pemkot Bogor

Tags: kota bogorsedekah bumisidekah bumitradisi

Related Posts

Pembukaan Damar Sewu dilakukan langsung oleh Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar.(Foto: humas Pemkab Kuningan)

Seren Taun 2026 di Cigugur Kuningan, Seribu Pelita Menyala

Editor
4 Juni 2026

KUNINGAN – Perlahan cahaya-cahaya kecil mulai menyala di kawasan Paseban Tri Panca Tunggal di Kel/Kec. Cigugur. Di tengah suasana sakral...

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.(Foto:Istimewa).

Dadan Hindayana, Ahli Serangga yang Sempat Jabat Kepala BGN

Editor
3 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Dadan Hindayana, lahir 10 Juli 1967 di Garut Jawa Barat, adalah birokrat Indonesia dan pakar entomologi ahli...

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyepatkan diri untuk hadir di pameran Pojok Carita pada Minggu, 31 Mei 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Pojok Carita di Kiara Artha Park, Penguatan Ekosistem Seni dan Budaya

Editor
1 Juni 2026

Pojok Carita menjadi bukti bahwa Kota Bandung konsisten menjaga identitasnya sebagai kota kreatif yang memberikan ruang ekspresi seni. SATUJABAR, BANDUNG...

Sungai purba di kawasan Paparan Sunda diduga menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada masa prasejarah.(Image: BRIN)

Sungai Purba di Paparan Sunda,  Diduga Jadi Jalur Migrasi Manusia Modern Awal

Editor
29 Mei 2026

Sungai purba di kawasan Paparan Sunda diduga menjadi jalur mobilitas utama manusia modern awal ketika bermigrasi di Asia Tenggara pada...

Bonita yang menyandang status difabel yang menurunkan rasa cinta Persib Bandung kepada anak-anaknya.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Egalitarianisme Persib dan Kisah Wanita Difabel Pecinta Persib

Editor
25 Mei 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Siapun dan dalam kondisi apapun boleh menjadi fans Persib, mencintai klub sepenuh hati. Seperti Bonita yang menyandang...

Aksi bersih-bersih kolam ikan dewa di Kuningan>(Foto: Humas Pemkab Kuningan)

Aksi Bersih-bersih di Kolam Ikan Dewa, Merawat Warisan Budaya Kuningan

Editor
24 Mei 2026

Dulu, peristiwanya sempat viral. Ribuan ikan dewa mati. Tepatnya sebanyak 1.200 ekor. Peristiwa itu cukup mengejutkan dan mengundang rasa prihatin....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.