• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 17 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Yuk, Kita Dukung! Kawasan Konferensi Asia Afrika Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO

Editor
Jumat, 17 Oktober 2025 - 08:38
Konferensi Asia Afrika (KAA) di Gedung Merdeka Bandung pada 18-25 April 1955.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Konferensi Asia Afrika (KAA) di Gedung Merdeka Bandung pada 18-25 April 1955.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Kabar menggembirakan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Pemkot terus memperkuat langkah untuk menjadikan Kawasan Konferensi Asia Afrika (KAA) sebagai Warisan Dunia UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization).

Upaya tersebut diwujudkan melalui Simposium Pengusulan Kawasan Konferensi Asia Afrika sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO di Hotel Savoy Homann, Kamis 16 Oktober 2025.

RelatedPosts

Polda Jabar Ambil Sampel DNA 13 Korban KM Virgo Tenggelam di Laut Jawa

82 Persen Anggaran ESDM 2027 untuk Pemerataan Energi

Polda Jabar Bongkar Bisnis Jual-Beli Data Pribadi, Ada Nama Menteri ESDM

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, proses pengajuan ke UNESCO merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

“Hari ini Disbudpar menyelenggarakan simposium untuk mulai mengumpulkan dokumentasi dan melanjutkan upaya kita mendaftarkan Kawasan Konferensi Asia Afrika sebagai Memory of the World di UNESCO. Targetnya dalam lima tahun ke depan bisa masuk status tentatif,” ujar Farhan melalui keterangan resminya.

Farhan menuturkan, proses menuju pengakuan UNESCO harus dilalui dengan disiplin dan konsistensi, termasuk melalui lembaga seperti ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) yang menjadi jembatan ke Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Luar Negeri.

Ia menyebut, Pemkot Bandung kini fokus memastikan warisan fisik dan nilai-nilai sejarah di kawasan KAA tetap terjaga dengan baik.

“Tugas pemerintah saat ini adalah memastikan agar peninggalan fisik dan nilai-nilai sejarah di kawasan ini tidak hilang. Jangan sampai wajah Kota Bandung ditentukan oleh selera penguasa, tapi oleh kepatuhan terhadap regulasi,” ujarnya.

Farhan menuturkan, tata ruang dan perlindungan cagar budaya di sepanjang ruas Jalan Asia-Afrika sangat penting. Ia menilai, kawasan yang menjadi saksi sejarah KAA 1955 itu harus dikelola dengan visi jangka panjang yang berpihak pada pelestarian sejarah dan penguatan karakter kota.

“Aturan tata ruang, perlindungan cagar budaya, dan potensi ekonomi kawasan harus berjalan beriringan. Ini bukan hanya menjaga bangunan, tapi menjaga jati diri bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Farhan mengatakan, upaya pelestarian warisan budaya tidak sekadar simbolik, melainkan juga menjadi bagian dari pembangunan karakter bangsa.

Ia berharap simposium ini dapat menghasilkan rumusan strategis untuk mendukung pengajuan resmi ke UNESCO.

“Simposium ini bukan sekadar mencari jawaban, tapi mengidentifikasi masalah dan merumuskan metodologi agar langkah ke depan lebih terarah. Kita harus disiplin mendokumentasikan dan mendigitalisasi semua hasilnya,” kata Farhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa menjelaskan, simposium ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Kota Bandung dalam melestarikan warisan budaya yang memiliki nilai universal luar biasa (Outstanding Universal Value).

“Melalui simposium ini, kita ingin memperkuat justifikasi ilmiah dan historis dari kawasan KAA serta menghimpun dukungan multisektoral sebelum diajukan ke Tentative List Nasional dan UNESCO,” ungkap Adi.

Simposium ini menghadirkan para pakar dari Kementerian Kebudayaan RI, Kementerian Luar Negeri, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, hingga tim ahli cagar budaya tingkat nasional.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan membahas empat sesi utama, mulai dari pengakuan warisan budaya dunia hingga strategi pengelolaan tapak sejarah Konferensi Asia Afrika.

Adi menambahkan, hasil simposium akan dirangkum dalam 20 dokumen strategis berisi rekomendasi, notulensi, dan materi presentasi yang akan menjadi dasar pengajuan resmi ke UNESCO.

Selain itu, hasil kegiatan juga akan dipublikasikan secara luas untuk memperkuat diplomasi budaya Bandung di tingkat internasional.

“Kami berharap upaya ini dapat berjalan sukses dan membawa kawasan Konferensi Asia Afrika menjadi bagian dari warisan dunia UNESCO, sekaligus memperkuat identitas Bandung sebagai kota sejarah dan budaya dunia,” pungkasnya.

Tags: Konferensi Asia AfrikMuhammad Farhan

Related Posts

Kabid Humas Polda Jawa Barat atau Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan.(Foto:Istimewa).

Polda Jabar Ambil Sampel DNA 13 Korban KM Virgo Tenggelam di Laut Jawa

Editor
16 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat telah mengambil sampel DNA keluarga terdekat 13 warga Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang menjadi korban tenggelam...

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (16/9).(Foto: Humas Kementerian ESDM)

82 Persen Anggaran ESDM 2027 untuk Pemerataan Energi

Editor
16 September 2026

JAKARTA - Akses energi masih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah mengalokasikan...

Kabid Humas Polda Jawa Barat atau Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan.(Foto:Istimewa).

Polda Jabar Bongkar Bisnis Jual-Beli Data Pribadi, Ada Nama Menteri ESDM

Editor
16 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat berhasil membongkar bisnis jual-beli data pribadi dengan modus pencurian dan penyebaran (doxing), salah satunya ada nama...

Kapal Motor Virgo Transport 8, yang terbalik dan tenggelam di Laut Jawa, setelah hilang kontak.(Foto:Istimewa).

2 Jenazah Korban KM Virgo Tenggelam di Laut Jawa Asal Garut Dipulangkan

Editor
16 September 2026

SATUJABAR, GARUT--Dua jenazah korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 tenggelam di Perairan Laut Jawa asal Kabupaten Garut, Jawa Barat,...

- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk memperkuat pengawasan serta memastikan semua sistem keselamatan pelayaran benar-benar berjalan di lapangan.(Foto: Humas Kemenhub)

Instruksi Menhub kepada Jajaran, Tidak Ada Kompromi untuk Keselamatan Pelayaran

Editor
16 September 2026

JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut untuk memperkuat pengawasan serta memastikan semua sistem...

Penanganan pemadaman hotspot karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Hotspot Karhutla Turun 400 Titik, Operasi Pemadaman Terus Diperkuat

Editor
16 September 2026

JAKARTA - Hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional turun menjadi 1.037 titik, berkurang 400 titik. Kementerian...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.