• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 4 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Wonderful Indonesia Gastronomy Artisan Market Perkuat Ekosistem

Editor
Minggu, 04 Oktober 2026 - 08:20
Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 berlangsung di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).(Foto: Humas Kemenpar)

Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 berlangsung di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).(Foto: Humas Kemenpar)

YOGYAKARTA – Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana meninjau pelaksanaan WIG Artisan Market 2026 yang menghadirkan beragam produk kuliner tradisional dan inovatif dari para pelaku usaha di wilayah Joglosemar dan Jakarta.

Menpar Widiyanti mengatakan, selain menjadi ruang promosi, salah satu rangkaian utama Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 tersebut merupakan bagian dari upaya Kementerian Pariwisata dalam membangun ekosistem gastronomi Indonesia yang berkelanjutan.

RelatedPosts

Indonesia Comic Con Masuki Usia Satu Dekade, Semoga Makin Mendunia

Ikhtiar Mengangkat Rasa dan Cerita Indonesia Jadi Narasi Global

Flu Ringan Cuma Perlu Istirahat, Tak Perlu Antivirus

“Keberadaan ruang temu antara produsen, UMKM, industri, dan konsumen menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem gastronomi yang berkelanjutan. Dengan demikian, kekayaan kuliner tidak hanya terjaga sebagai warisan, tetapi juga terus berkembang menjadi sumber nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Menpar Widiyanti di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).

Menpar mengapresiasi beragam produk yang dihadirkan dalam WIG Artisan Market 2026 karena mencerminkan besarnya kekayaan gastronomi Indonesia. Pemanfaatan bahan baku lokal yang dipadukan dengan inovasi dan kreativitas para pelaku usaha menjadikan produk-produk tersebut memiliki daya tarik dan nilai tambah yang tinggi.

Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 berlangsung di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).(Foto: Humas Kemenpar)
Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 berlangsung di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).(Foto: Humas Kemenpar)

Terlebih, dalam proses pengolahannya, para pelaku gastronomi dari 21 tenant asal wilayah Joglosemar dan Jakarta juga telah banyak memaksimalkan potensi lokal dengan menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Salah satunya Mazaraat Artisan Cheese, pionir produsen keju artisan di Indonesia yang didirikan oleh Jamie Najmi dan Nieta Pricillia.

Dalam proses produksinya, Mazaraat Artisan Cheese yang menghasilkan keju organik memaksimalkan penggunaan susu dari peternak lokal. Upaya tersebut tidak hanya menghasilkan produk keju berkualitas, tetapi juga membantu para peternak bertransisi menuju praktik peternakan organik.

Pemanfaatan bahan baku berkualitas pada akhirnya menghasilkan produk dengan daya tarik dan daya saing yang tinggi. Produk-produk Mazaraat Artisan Cheese telah berhasil menjangkau pasar domestik di berbagai daerah, termasuk didistribusikan ke hotel dan restoran, serta menembus pasar luar negeri.

“Narasi-narasi di balik keberadaan sebuah produk kuliner inilah yang ingin terus kita angkat dan menjadikannya sebagai daya tarik yang akan memberikan pengalaman autentik dan berkualitas bagi wisatawan,” kata Menpar Widiyanti.

Menpar pun mengajak masyarakat untuk datang dan melihat langsung keragaman produk gastronomi yang ditampilkan dalam WIG Artisan Market 2026 yang berlangsung hingga 4 Oktober 2026 di Grand Hotel De Djokja.

Pengunjung dapat menjumpai beragam produk berbahan baku lokal, mulai dari beras dengan aroma khas, rempah pilihan, madu murni, gula kelapa organik, tempe berkualitas tinggi, kue kering artisanal, hingga minuman fermentasi seperti kombucha dan soda artisan.

Sebanyak 21 tenant dari wilayah Joglosemar dan Jakarta berpartisipasi dalam WIG Artisan Market 2026. Kegiatan ini juga melibatkan 13 kolaborator yang menghadirkan berbagai workshop, sharing session, serta live cooking demo bagi pengunjung.

“Bagi kami, inilah salah satu wajah penting gastronomi, ketika kekayaan lokal tidak berhenti sebagai potensi, tetapi masuk ke pasar, tumbuh menjadi usaha, menciptakan nilai tambah, dan menjadi bagian dari industri pariwisata,” kata Menpar Widiyanti.

Tags: KemenparWidiyanti Putri WardhanaWIG Artisan Market 2026

Related Posts

(Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.)

Indonesia Comic Con Masuki Usia Satu Dekade, Semoga Makin Mendunia

Editor
4 Oktober 2026

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, secara resmi membuka gelaran satu dekade Indonesia...

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di acara Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Grand Hotel De Djokja, Yogyakarta, Jumat (2/10/2026). (Foto: Humas Kemenpar)

Ikhtiar Mengangkat Rasa dan Cerita Indonesia Jadi Narasi Global

Editor
4 Oktober 2026

YOGYAKARTA - Setelah mengawali rangkaiannya di Pura Mangkunegaran, Solo, Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 berlanjut ke Daerah Istimewa Yogyakarta dengan...

Mencegah flu menular gunakan masker.(Foto: Humas Kemenkes)

Flu Ringan Cuma Perlu Istirahat, Tak Perlu Antivirus

Editor
30 September 2026

JAKARTA - Flu ringan umumnya tidak memerlukan penanganan medis yang kompleks. Sebagian besar kasus influenza dapat sembuh dengan sendirinya (self-limiting...

meringankan sakit flu batuk,hmpv,virus

Kasus Influenza Naik, Warga Jangan Panic Buying Oseltamivir

Editor
29 September 2026

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian panik (panic buying) obat antivirus Oseltamivir maupun mengonsumsinya tanpa...

Ekspos Kampung Wisata Kreatif.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

8 Kampung Wisata Kreatif Kota Bandung, Dimana Saja?

Editor
28 September 2026

BANDUNG - Kota Bandung memperkuat pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal melalui Kampung Wisata Kreatif (KWK). Sebanyak delapan KWK di...

Monoplay ‘Kalau Bukan Aku’ yang digelar di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat (25/9/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif)

Monoplay ‘Kalau Bukan Aku’ Angkat Isu Sosial Lewat Seni Pertunjukan

Editor
27 September 2026

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi monoplay ‘Kalau Bukan Aku’ yang dibawakan aktris,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.