• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 7 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Wisatawan India Diarahkan ke Yogyakarta dan Lombok

Editor
Kamis, 03 September 2026 - 08:04
Familiarization Trip (Fam Trip) dengan peserta travel agent dan tour operator (TA/TO) asal India pada 18–24 Agustus 2026.(Foto: Humas Kemenpar)

Familiarization Trip (Fam Trip) dengan peserta travel agent dan tour operator (TA/TO) asal India pada 18–24 Agustus 2026.(Foto: Humas Kemenpar)

JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat upaya menarik lebih banyak wisatawan mancanegara asal India sekaligus memperluas pilihan destinasi mereka di Indonesia melalui kegiatan Familiarization Trip (Fam Trip) bagi travel agent dan tour operator (TA/TO) asal India pada 18–24 Agustus 2026.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini saat menjelaskan kegiatan Familiarization Trip (Fam Trip) bagi travel agent dan tour operator (TA/TO) asal India pada 18–24 Agustus 2026.

RelatedPosts

Bappebti Umumkan Peringkat 5 Teratas Pialang Terbaik

Ikhtiar BEI Dongkrak Kinerja Pasar Modal, Lebih Transparan, Lebih Berdampak

Arab Saudi Berantas Makelar Ilegal, Wamenhaj: Kami Dukung

Kegiatan tersebut diikuti enam perwakilan perusahaan travel agent dan tour operator India, yakni Shree Corp, Flag Holidays, S V Holiday Bazaar Private Limited, Wayfarers Hub, Thomas Cook (India) Limited, dan SOTC Travel Limited.

Peserta dibagi menjadi dua grup dengan rute berbeda. Grup A mengeksplorasi Yogyakarta dan Bali, sedangkan Grup B mengunjungi Lombok dan Bali. Kedua grup kemudian bertemu di Bali untuk bersama-sama mengeksplorasi sejumlah daya tarik wisata di Pulau Dewata.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini di Jakarta, Kamis (3/8/2026), mengatakan Fam Trip menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan keragaman destinasi Indonesia kepada pelaku industri perjalanan India, terutama Yogyakarta dan Lombok yang berpotensi dikembangkan sebagai pilihan perjalanan selain Bali.

“Melalui program Fam Trip ini, diharapkan semakin banyak agen perjalanan India yang menyusun dan memasarkan paket wisata ke Yogyakarta dan Lombok. Kedua destinasi tersebut memiliki potensi untuk dikombinasikan dengan Bali yang sudah lebih dahulu menjadi salah satu destinasi utama pilihan wisatawan India,” ujar Ni Made Ayu Marthini melalui keterangan resmi.

Peserta Grup A yang terdiri atas Shree Corp, Thomas Cook (India) Limited, dan Wayfarers Hub diajak merasakan pengalaman perjalanan menuju Yogyakarta menggunakan Kereta Panoramic. Perjalanan tersebut tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga memberikan pengalaman menikmati pemandangan dan lanskap melalui jendela kaca berukuran besar.

Pengalaman itu menjadi salah satu bagian unik dalam rangkaian Fam Trip karena konsep perjalanan tersebut dinilai relevan dengan tren wisatawan mancanegara, termasuk wisatawan India, yang semakin mencari pengalaman perjalanan unik dan berkesan.

Setibanya di Yogyakarta, peserta mengunjungi Candi Borobudur dan Candi Prambanan sebagai dua ikon warisan budaya dunia. Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana Ballet pada malam hari.

Berdasarkan masukan dari pelaku industri pariwisata India yang mengikuti program tersebut, Yogyakarta dinilai memiliki potensi kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi pilihan bagi wisatawan India, khususnya segmen keluarga, wisatawan senior, wisatawan dengan minat terhadap budaya dan spiritual, serta kelompok MICE.

Kekayaan warisan budaya, candi, sejarah kerajaan, seni, serta pengalaman autentik masyarakat lokal dinilai relevan dengan karakter pasar India. Kedekatan historis dan budaya antara Indonesia dan India, khususnya melalui warisan Hindu-Buddha serta kisah Ramayana, juga membuka peluang untuk memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi wisata warisan budaya dan spiritual.

Pelaku industri perjalanan India juga melihat sejumlah aspek yang perlu diperkuat untuk meningkatkan daya tarik Yogyakarta di pasar India, antara lain konektivitas, ketersediaan pilihan kuliner yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan India, paket perjalanan keluarga, serta produk wisata budaya, edukasi, dan MICE.

Pengalaman budaya peserta dilengkapi dengan workshop pembuatan jamu tradisional di JogJamu dan kunjungan ke situs Taman Sari. Rangkaian aktivitas tersebut dirancang untuk membuka peluang pengembangan sekaligus memperkaya storytelling produk wisata kebugaran (wellness) dan budaya yang relevan bagi pasar India.

Sementara itu, Grup B yang terdiri atas Flag Holidays, S V Holiday Bazaar Private Limited, dan SOTC Travel Limited mendapatkan pengalaman mengeksplorasi Gili Trawangan dan kawasan Kuta Mandalika di Lombok.

Perjalanan menuju Gili Trawangan dilakukan menggunakan fast boat dari Pelabuhan Padang Bai, Bali. Selama berada di Gili Trawangan, peserta menginap dan menikmati beragam aktivitas, antara lain snorkeling, berkeliling pulau menggunakan e-bike, menikmati suasana malam, serta mencoba cidomo, alat transportasi tradisional beroda yang ditarik kuda dan menjadi salah satu ciri khas Lombok dan Kepulauan Gili.

Gili Trawangan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi bagi wisatawan India, khususnya segmen wisatawan muda berusia 25–45 tahun dan mereka yang melakukan perjalanan bersama teman.

Daya tarik pantai, kehidupan malam, beach club, pertunjukan musik, pilihan akomodasi mulai dari hostel hingga vila, serta karakter kawasan yang bebas kendaraan bermotor dinilai sesuai dengan minat wisatawan muda India yang mulai mencari pengalaman alternatif di luar destinasi wisata malam populer di Bali.

Aktivitas snorkeling untuk melihat penyu, bersepeda mengelilingi pulau, menikmati matahari terbenam, serta berbagai pengalaman yang menarik untuk dibagikan melalui media sosial turut menjadi daya tarik Gili Trawangan. Ketersediaan pilihan kuliner vegetarian yang memadai, baik melalui restoran maupun menu yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan, menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat untuk mengoptimalkan potensinya di pasar India.

Rangkaian perjalanan dilanjutkan pada hari berikutnya menuju kawasan Kuta Mandalika. Peserta mengunjungi Autore Pearl Farm and Showroom, berbelanja di Sasaku Pusat Oleh-Oleh Khas Lombok, serta menikmati suasana malam di kawasan Kuta.

Selama berada di Lombok, peserta juga mengunjungi sejumlah daya tarik wisata lainnya, antara lain Desa Adat Sade, Taman Mayura, serta Masjid Raya Hubbul Wathan atau Islamic Center Nusa Tenggara Barat yang terletak di pusat Kota Mataram.

Setelah menyelesaikan rute masing-masing, kedua grup bertemu di Bali untuk menikmati sejumlah pengalaman wisata. Rangkaian kegiatan meliputi night safari dan menyaksikan Varuna Show di Taman Safari Bali, mengikuti ritual melukat di Pura Tirta Empul, menikmati atraksi Bali Swing di Uma Ceking Resto and Swing, serta berbelanja di Krisna Oleh-Oleh Bali.

Rangkaian tersebut memberikan gambaran yang lebih komprehensif kepada peserta mengenai keragaman produk wisata Indonesia, mulai dari wisata alam, budaya, spiritual, kuliner, hingga pengalaman berbasis satwa dan rekreasi.

Pada 23 Agustus 2026, Kementerian Pariwisata juga menggelar Networking Dinner yang mempertemukan peserta Fam Trip dengan pelaku industri pariwisata yang menjadi mitra kolaborasi dalam program tersebut. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dan dihadiri perwakilan KAI Wisata, InJourney, Taman Safari Bali, serta Discovery Kartika Plaza Hotel sebagai perwakilan Hotel Borobudur Jakarta.

Pelaksanaan Fam Trip turut didukung sejumlah mitra dari berbagai sektor industri pariwisata, antara lain Kereta Api Indonesia Wisata, InJourney, Taman Safari Bali dan Marine Safari Bali, Hotel Borobudur Jakarta, Raja Hotel Kuta Mandalika, The Golden Saffron Indian Cuisine, dan Pala Nusantara.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah dan pelaku industri pariwisata untuk memperkuat promosi Indonesia di pasar internasional, khususnya India. Melalui kemitraan tersebut, para mitra turut menghadirkan pengalaman destinasi dan produk pariwisata Indonesia secara langsung kepada pelaku industri perjalanan India.

Asisten Deputi Pemasaran Mancanegara I Kementerian Pariwisata Dedi Ahmad Kurnia mengatakan pengenalan langsung terhadap destinasi diharapkan dapat membantu pelaku industri perjalanan India menyusun produk wisata Indonesia yang lebih beragam dan sesuai dengan karakter pasar.

“Fam Trip merupakan bagian dari strategi intensif untuk mengakselerasi jumlah kunjungan wisatawan India ke Indonesia. Mempertemukan travel agent secara langsung dengan beragam produk dan pengalaman wisata di destinasi, serta para mitra industri pariwisata, diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bisnis dan kolaborasi yang pada akhirnya mendorong peningkatan kunjungan wisatawan India ke Indonesia,” ujar Dedi.

Tags: lombokwisatawisatawan indiayogyakarta

Related Posts

Pelepasan ekspor komoditas kopi dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung, menuju Tiongkok dan Maroko pada Kamis (16/7/2026).(Foto: Dok. Kemendag)

Bappebti Umumkan Peringkat 5 Teratas Pialang Terbaik

Editor
7 November 2026

Peringkat Pertama: PT PG Berjangka pada peringkat Peringkat Kedua: PT Didi Max Berjangka, PT Inter Pan Pasifik Futures, PT Java...

harga saham

Ikhtiar BEI Dongkrak Kinerja Pasar Modal, Lebih Transparan, Lebih Berdampak

Editor
7 November 2026

JAKARTA - Sepanjang pekan pertama November 2026, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaksanakan berbagai inisiatif strategis untuk memperkuat ekosistem pasar...

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak.(Foto: Humas Kemenhaj)

Arab Saudi Berantas Makelar Ilegal, Wamenhaj: Kami Dukung

Editor
7 November 2026

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyambut baik langkah tegas Pemerintah Arab Saudi dalam mencegah praktik perantara...

Pesawat Super Air Jet di Bandara Husein Sastranegara.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Super Air Jet Layani Rute Padang-Bandung, Konektivitas Kota Bandung Makin Berkembang

Editor
7 November 2026

BANDUNG - Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, mendapatkan penambahan layanan rute baru. Maskapai Super Air Jet membuka rute penerbangan baru...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di acara pelepasan program prioritas Angkot to School, di Balai Kota Bandung, Jumat 6 November 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Farhan Ingin Sopir Angkot Bandung Digaji

Editor
7 November 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mendorong pembenahan transportasi publik melalui pengembangan sistem integrasi angkutan kota (angkot). Program yang...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meresmikan Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin Priangan di Pusat Kebudayaan Indonesia Tionghoa, di Jalan Nana Rohana, Kota Bandung, Kamis 5 November 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Kota Bandung Kini Punya Pusat Pembelajaran Bahasa Mandarin

Editor
7 November 2026

BANDUNG - Kota Bandung kembali memperkuat posisinya sebagai kota pendidikan dan keberagaman budaya. Hal ini ditandai dengan peresmian Pusat Pembelajaran...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.