• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 16 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Wakil Walikota Bandung dan Anggota DPRD Tidak Ditahan, Minta Proyek Tidak Ada Kerugian Negara

Editor
Kamis, 11 Desember 2025 - 11:26
Wakil Wali Kota Bandung Erwin.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wakil Wali Kota Bandung Erwin.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG–Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung, Jawa Barat, belum melakukan penahahan terhadap dua tersangka dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan, Wakil Walikota Bandung, Erwin, dan anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga. Dalam perkara dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan yang menjerat kedua tersangka, tidak ditemukan unsur kerugian negara.

Dua tersangka dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan, Wakil Walikota Bandung, Erwin, dan anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga, belum dilakukan penahanan, karena Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung harus memperoleh persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Ketentuan tersebut, berdasarkan Undang-Undang yang mengatur tentang Pemerintah Daerah.

RelatedPosts

Warga Terdampak Asap Kebakaran Lahan Ciumbuleuit Jadi Perhatian

KPK Tangkap Tangan Tersangka Dugaan Suap dan Penerimaan Lainnya di Kementerian ATR/BPN

Jalan Kelok 23 Pansela DIY Diujicoba

“Belum dilakukan penahanan, karena harus mendapatkan persetujuan dari Menteri Dalam Negeri,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Kota Bandung, Ridha Nurul Ihsan kepada wartawan, Rabu (10/12/2025).

Wakil Walikota Bandung, Erwin, dan anggota DPRD Kota Bandung, yang juga Ketua Partai Nasdem Kota Bandung, Rendiana Awangga, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan koripsi penyalahgunaan kewenangan di lingkungan Pemerintahan Kota Bandung. Dalam perkara dugaan korupsi yang menjerat kedua tersangka, tidak ditemukan unsur kerugian negara, sehingga penyidik Kejari tidak menggunakan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), yang mensyaratkan adanya kerugian negara.

“Jadi, untuk perkara ini, bukan, atau tidak menggunakan Pasal 2 dan Pasal 3 terkait kerugian negara. Ini terkait Pasal 12 huruf e Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, serta Pasal 15. Tidak ada kerugian negara,” kata Ridha.

Penyidik Kejari Kota Bandung telah memeriksa 75 orang saksi dalam perkara dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan. Penyidik sudah memiliki dua alat bukti yang cukup, untuk bisa menetapkan Wakil Walikota Bandung, Erwin, dan anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga sebagai tersangka.

Ridha mengungkapkan, modus yang digunakan tersangka, adalah menyalahgunakan kekuasaan atas jabatannya, dengan meminta proyek. Ridha tidak bisa menyebutkan terkait jumlah dan nilai proyek tersebut, karena alasan sudah masuk materi penyidikan.

“Modus yang digunakan, menyalahgunakan kekuasaan atas jabatannya, meminta proyek kepada para pejabat di SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah),” ungkap Ridha.

Sejumlah proyek yang diminta tersangka berada di beberapa SKPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Proses penyidikan masih berlanjut, dan tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan pihak lain, atau tersangka lain, untuk diminta pertanggungjawaban, jika ditemukan alat bukti baru.

Penyidik juga melakukan langkah pencekalan terhadap kedua tersangka, untuk kelancaran proses hukum. Proses pemeriksaan belum mengarah kepada Walikota Bandung, Farhan, karena belum ada urgensi untuk diminta keterangan berdasarkan alat bukti yang ada.

Sebelumnya, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bandung, Irfan Wibowo, menyampaikan, penetapan Wakil Walikota Bandung, Erwin, dan anggota DPRD Kota Bandung, Rendiana Awangga, sebagai tersangka dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan, setelah penyidik melakukan serangkaian penyidikan. Penyidik memeriksa 75 orang saksi, dan telah mendapatkan dua alat bukti cukup.

“Menetapkan dua orang tersangka, yaitu pertama, saudara berinisial E (Erwin), selaku Wakil Wali Kota Bandung, dengan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-10/M.2.10/Fd.2/12/2025 tanggal 09 Desember 2025. Kedua, saudara berinisial RA (Rendiana Awangga), selaku anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, berdasarkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: TAP-11/M.2.10/Fd.2/12/2025 tanggal 09 Desember 2025,” ujar Irfan, saat memberikan keterangan pers di Kantor Kejari Kota Bandung, Rabu (10/12/2025).

Irfan mengungkapkan, kedua tersangka diduga telah menyalahgunakan kekuasaan dalam jabatannya. Kedua tersangka diduga telah meminta paket pekerjaan pengadaan barang dan jasa kepada pejabat SKPD Pemkot Bandung.

Tags: Dugaan Korupsi Penyalahgunaan Kewenanganjawa baratkejari kota bandungpemkot bandungWakil Walikota Bandung dan Anggota DPRD Tidak Ditahan

Related Posts

Sebanyak 19 warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat asap kebakaran lahan yang terjadi di RT 001 RW 010 Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Warga Terdampak Asap Kebakaran Lahan Ciumbuleuit Jadi Perhatian

Editor
16 September 2026

BANDUNG - Sebanyak 19 warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan akibat asap kebakaran lahan yang terjadi di RT 001 RW 010...

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penangkapan terhadap 8 (delapan) orang tersangka yang tertangkap tangan melakukan dugaan tindak pidana korupsi berupa dugaan suap dan penerimaan lainnya di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).(Foto: Website KPK)

KPK Tangkap Tangan Tersangka Dugaan Suap dan Penerimaan Lainnya di Kementerian ATR/BPN

Editor
16 September 2026

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penangkapan terhadap 8 (delapan) orang tersangka yang tertangkap tangan melakukan dugaan tindak pidana...

Jalan kelok 23 atau Jalan Baru Kretek–Girijati yang menghubungan Kab. Bantul dan Kab. Gunungkidul.(Foto: Dok. Humas Kementerian PU)

Jalan Kelok 23 Pansela DIY Diujicoba

Editor
16 September 2026

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai melakukan uji coba open traffic Jalan Baru Kretek–Girijati selama tujuh hari, mulai 14...

Menteri PU Dody Hanggodo.(Foto: Humas Kementerian PU)

2.000 Pegawai PU Main Judol, Transaksi Rp 12 Miliar, Menteri Evaluasi Sistem

Editor
16 September 2026

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat lebih dari 81 ribu frekuensi transaksi judi online dengan total nilai transaksi mencapai...

Mal Isnaini S. Meyyanti dilantik sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial, pada tanggal 15 September 2026 di Jakarta.(Foto: Dok. Humas Bank Indonesia)

Gubernur BI Lantik Pemimpin Satker

Editor
16 September 2026

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, melantik Mal Isnaini S. Meyyanti, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Departemen Manajemen Strategis...

rekomendasi harga emas antam, aneka tambang

Harga Emas Rabu 16/9/2026 Antam Rp 2.593.000 Per Gram

Editor
16 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 16/9/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.593.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.