• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 12 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Virus Hanta di Kapal Pesiar, Kemkes Tingkatkan Kewaspadaan

Editor
Selasa, 12 Mei 2026 - 10:24
Virus Hanta, Hantavirus

Kenali dan atasi virus hanta.(Image: Kemkes)

SATUJABAR, JAKARTA – Virus Hanta saat ini telah cukup perhatian publik luas akibat sebaran informasi yang cukup intensif di media sosial.

Merespon itu, Kementerian Kesehatan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit virus Hanta menyusul adanya peningkatan temuan kasus di Indonesia serta laporan kasus Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) pada kapal pesiar MV Hondius yang dilaporkan otoritas kesehatan internasional.

RelatedPosts

Produk Cokelat dan Arang Karbon Tembus Pasar Timur Tengah

Kemenpar Perkuat Standar Keselamatan Wisata Bahari di Delapan Provinsi

ONE–Samudera Perkuat Layanan Terminal Peti Kemas Patimban

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menyampaikan bahwa hingga saat ini Indonesia belum menemukan kasus HPS. Kasus yang terkonfirmasi di Indonesia merupakan tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus.

“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional,” ujar dr. Andi Saguni dalam konferensi pers daring, Senin 11 Mei 2026 dikutip laman Kemkes.

 

Virus Hanta HFRS di Indonesia

Berdasarkan data Kemenkes, sepanjang 2024 hingga 2026 tercatat 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS yang tersebar di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, hingga Nusa Tenggara Timur. Tren konfirmasi juga menunjukkan peningkatan, dari 1 kasus pada 2024 menjadi 17 kasus pada 2025 dan 5 kasus hingga Mei 2026.

Menurut dr. Andi, meningkatnya temuan kasus salah satunya dipengaruhi penguatan kapasitas deteksi dan pemeriksaan laboratorium di Indonesia.

“Peningkatan kasus yang terlaporkan menunjukkan sistem kewaspadaan dan deteksi dini kita semakin baik. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap faktor risiko penularan,” katanya.

Virus Hanta diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urin, air liur, maupun kotorannya. Faktor risiko utama di antaranya aktivitas di lingkungan dengan populasi tikus tinggi, gudang tertutup, area banjir, hingga kegiatan luar ruang seperti berkemah dan mendaki.

Selain pemantauan kasus di dalam negeri, Kemenkes juga merespons notifikasi internasional terkait satu kontak erat kasus HPS dari kapal pesiar MV Hondius yang berada di Indonesia. Kontak erat tersebut telah menjalani pemeriksaan di RSPI Sulianti Saroso dan hasil laboratorium menunjukkan negatif Hantavirus tipe HPS maupun HFRS.

“Begitu notifikasi diterima, kami langsung melakukan penyelidikan epidemiologi, koordinasi lintas sektor, pemeriksaan laboratorium, hingga pemantauan terhadap kontak erat tersebut,” jelasnya.

BACA JUGA: Harga Emas Selasa 12/5/2026 Antam Rp 2.859.000 Per Gram

Pengawasan di Pintu Masuk

Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes memperkuat pengawasan di pintu masuk negara melalui thermal scanner, pengamatan visual, dan sistem surveilans pelaku perjalanan. Pemerintah juga menyiapkan jejaring laboratorium dengan kemampuan pemeriksaan PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS), serta memperkuat kesiapan 198 rumah sakit jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia.

“Kami terus memperkuat kesiapsiagaan nasional mulai dari surveilans, laboratorium, hingga layanan kesehatan agar setiap potensi kasus dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujar dr. Andi.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya, menyimpan makanan di tempat tertutup, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri badan, batuk, atau sesak napas.

“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan pakai sabun, sebagai langkah utama pencegahan penyakit virus Hanta,” tutup dr. Andi Saguni.

Tags: hantaviruskemenkeskementerian kesehatankemkesTemuan Virus Hanta

Related Posts

coklat,cokelat

Produk Cokelat dan Arang Karbon Tembus Pasar Timur Tengah

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Produk cokelat bubuk dan kepingan arang karbon aktif siap jajaki pasar Timur Tengah melalui penandatanganan kesepakatan bisnis...

Kementerian Pariwisata gelar Pelatihan Peningkatan Keselamatan Wisata Bahari di Jakarta, (17/8/2026).(Foto: Dok. Kemenpar)

Kemenpar Perkuat Standar Keselamatan Wisata Bahari di Delapan Provinsi

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat standar keselamatan wisata bahari melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan sumber daya manusia...

One Samudra di Pelabuhan Peti Kemas Patimban.(Foto: Istimewa)

ONE–Samudera Perkuat Layanan Terminal Peti Kemas Patimban

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, PATIMBAN - Layanan peti kemas di Pelabuhan Patimban kembali bertambah. Kapal MV Sinar Bintan yang melayani layanan ONE–Samudera melakukan...

A (20), Mahasiswa tersangka pelaku tabrak lari Aiptu Asep Suhara, anggota Polrestabes Bandung.(Foto:Istimewa).

Pelaku Tabrak Lari Anggota Polrestabes Bandung, Mahasiswa Mabuk Bawa 2 Anggota TNI

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Mahasiswa mabuk, pengemudi mobil membawa dua anggota TNI, adalah pelaku tabrak lari yang merenggut nyawa Aiptu Asep Suhara, anggota...

Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia.(Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

Pesan Menko Airlangga Kepada Asosiasi Emiten

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, penguatan kepercayaan investor menjadi salah satu kunci untuk menjaga momentum...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir (tengah) meninjau Jalan Lingkar Utara Jatigede.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Anggaran Infratruktur Jalan Kab. Sumedang Rp 100 Miliar

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Anggaran infrastruktur jalan tahun 2027 meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk perbaikan infrastrutur jalan bakal dialokasikan Rp 100...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat