• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Vaksin Dengue mRNA Dikembangkan Indonesia-Tiongkok

Editor
Kamis, 09 Juli 2026 - 02:42
Peluncuran resmi purwarupa (prototype) Vaksin Dengue Tetravalen Berbasis mRNA di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (8/7).(Foto: Kemenkes)

Peluncuran resmi purwarupa (prototype) Vaksin Dengue Tetravalen Berbasis mRNA di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (8/7).(Foto: Kemenkes)

SATUJABAR, JAKARTA – Teknologi mRNA yang sebelumnya dikenal melawan virus COVID-19 kini dikembangkan untuk pertama kalinya dalam sejarah dunia kedokteran guna menghadang virus demam berdarah dengue.

Terobosan ini ditandai dengan peluncuran resmi purwarupa (prototype) Vaksin Dengue Tetravalen Berbasis mRNA di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (8/7). Vaksin yang memanfaatkan materi genetik (gen preM-E) virus dengue strain asli Indonesia ini merupakan hasil riset bersama Universitas Indonesia (UI), Tsinghua University (Tiongkok), dan PT Etana Biotechnologies Indonesia.

RelatedPosts

Percepat Hilirisasi, Kemenperin Dukung Kawasan Industri Jadi PSN

Akses Jalan Trase Batutulis Kota Bogor Siap Dilintasi

Harga Emas Sabtu 10/10/2026 Antam Rp 2.592.000 Per Gram

Peluncuran purwarupa dilakukan secara bersama-sama oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin; Rektor UI Heri Hermansyah; Vice President Tsinghua University Prof. Wu Huaqiang; Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie; Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria; serta Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar.

Momentum ini menjadi tonggak penting bagi kemandirian industri vaksin nasional. Jika berhasil, produk ini akan menjadi vaksin mRNA pertama di dunia untuk penyakit demam berdarah, sekaligus menjadi antigen ke 6 yang mampu diproduksi Indonesia dari hulu ke hilir.

“Kalau ini berhasil, ini akan menjadi salah satu vaksin baru yang diproduksi di Indonesia dengan teknologi paling mutakhir. Kita harus berterima kasih kepada para peneliti Indonesia yang sudah mampu setara dengan peneliti dunia,” ujar Menkes Budi dilansir laman Kemenkes.

Inisiatif percepatan ini menjadi buah pembelajaran dari masa pandemi COVID-19, saat Indonesia tidak memiliki akses terhadap kebutuhan medis darurat seperti vaksin, alat terapeutik, dan diagnostik. Menkes Budi menjelaskan, sejak periode 2020-2022 pemerintah bertekad membangun fasilitas riset sendiri. Dari semula hanya ada satu perusahaan vaksin, kini Indonesia memiliki empat perusahaan, yaitu Bio Farma, Biotis, Etana, dan JBio.

Dari 16 jenis antigen yang dibutuhkan untuk program imunisasi rutin nasional, saat ini baru 11 antigen yang sudah mampu diproduksi lokal, dimana  terdapat 5 antigen yang diproduksi secara mandiri dari hulu mulai riset, pembuatan bibit vaksin, hingga manufaktur. Sementara 6 antigen lainnya masih sebatas proses perakitan (assembly) atau formulasi akhir karena bahan bakunya masih diimpor dari Tiongkok dan India.

“Target saya, sebelum tahun 2030, ke-11 antigen sisanya harus bisa kita produksi utuh dari hulu ke hilir,” tegas Menkes Budi.

Kerja sama ini sendiri telah dirintis sejak tahun 2023. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengungkapkan bahwa dirinya saat masih berstatus profesor mempertemukan tim peneliti UI dengan Profesor Zhang Linqi dari Tsinghua University, salah satu ahli vaksin terkemuka di dunia.

“Hampir semua vaksin manjur di dunia lahir dari riset di universitas. Model kerja sama seperti ini penting; kita tidak menandatangani MOU dulu baru bekerja, tapi justru mulai bekerja bersama secara sungguh-sungguh terlebih dahulu, baru MOU menyusul. Analisis kebutuhan, dukungan anggaran, dan komitmen kementerian, semuanya harus berjalan bersama,” ungkap Wamen Stella.

Pemilihan dengue sebagai salah satu prioritas didasarkan pada tingginya angka kejadian kasus di Indonesia. Data Kemenkes mencatat setiap tahunnya terdapat sekitar 151 ribu kasus dengue dengan 650 kematian. Jumlah ini menempatkannya di antara penyakit dengan angka beban tinggi bersama TBC (1 juta kasus dengan 125 ribu kematian), HIV (570 ribu kasus dengan 25 ribu kematian), dan malaria (520 ribu kasus dengan 132 kematian).

“Kami memprioritaskan pengembangan vaksin baru berdasarkan beban insiden dan angka kematian tertinggi. Ibu-ibu tentu tidak ingin anaknya disuntik terlalu banyak jenis vaksin, jadi kita pilih yang benar-benar prioritas,” jelas Menkes Budi.

Menutup sambutannya, Menkes Budi mengajak seluruh ilmuwan dan peneliti tanah air untuk mewujudkan hasil riset menjadi produk nyata yang menyelamatkan nyawa, bukan berhenti pada publikasi ilmiah semata.

“Anda mungkin bangga menulis di jurnal internasional dengan impact factor tinggi, tetapi Anda belum benar-benar berkontribusi pada kemanusiaan jika tulisan itu hanya berakhir sebagai tumpukan kertas. Ubahlah paper itu menjadi produk yang benar-benar menyelamatkan nyawa,” pungkasnya.

Tags: Demam Berdarah

Related Posts

Menperin Muhammad Sarmuji menjelaskan tentang industri hijau.(Foto: Humas Kemenperin)

Percepat Hilirisasi, Kemenperin Dukung Kawasan Industri Jadi PSN

Editor
10 Oktober 2026

BANDUNG - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan pentingnya mengakselerasi pengembangan kawasan industri sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) guna mempercepat hilirisasi,...

Penanaman pohon di pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita, Jumat (9/10/2026).(Foto: Diskominfo Kota Bogor)

Akses Jalan Trase Batutulis Kota Bogor Siap Dilintasi

Editor
10 Oktober 2026

BOGOR - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Kepala UPTD Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Sabtu 10/10/2026 Antam Rp 2.592.000 Per Gram

Editor
10 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 10/10/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.592.000 per gram...

Gunung Anak Krakatay di Selat Sunda.(Image: Google)

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III (Siaga)

Editor
10 Oktober 2026

JAKARTA — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) secara resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di...

Kapolres Garut, AKBP Niko Nurullah Adi Putra.(Foto:Istimewa).

Praktik Pemalsuan Obat Herbal, Polres Garut Tangkap 4 Pelaku

Editor
10 Oktober 2026

SATUJABAR, GARUT--Praktek pemalsuan obat herbal di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dibongkar polisi setelah dilaporkan korbannya. Empat orang pelaku ditangkap. Kapolres...

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Al-Fatah Purwakarta

Editor
10 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia secara resmi menjatuhkan sanksi administratif berupa pencabutan izin penyelenggaraan bimbingan dan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.