Berita

Tren Bisnis Meningkat, Pendapatan Pupuk Indonesia Mencapai Rp 79,21 Triliun di 2023

Dari jumlah pendapatan itu, maka laba bersih yang didapat sepanjang 2023, senilai Rp 6,25 triliun.

SATUJABAR, JAKARTA — Tren bisnis pupuk di Tanah Air selama lima tahun terakhir, selalu meningkat, meskipun di tiga tahun terakhir itu berfluktuasi. Namun, PT Pupuk Indonesia mampu mencetak pendapatan pada 2023 sebesar Rp79,21 triliun.

“Dari jumlah pendapatan itu, maka laba bersih yang didapat sepanjang 2023, senilai Rp 6,25 triliun. Namun, realisasi ini, menurun secara tahunan dari sebelumnya Rp 18,51 triliun sepanjang 2022,” kata Drikarsa, Officer Pendukung Penjualan wilayah 1 Pupuk Indonesia, kepada Satujabar.com, di Indramayu, Jumat (25/10/2024).

Mengutip laporan audit keuangan Pupuk Indonesia, di 2023, pendapatan mencapai Rp 79,21 triliun dengan laba bersih sebesarRp 6,25 triliun. Adapun total pendapatan Rp 6,25 triliun itu setelah dikurangi biaya bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) dari total Rp 14,58 triliun.

Sedangkan, belanja modal atau investasi (capital expenditure atau capex) Pupuk Indonesia sepanjang 2023 mencapai Rp 3,91 triliun. “Capex atau investasi di 2023 mencapai Rp3,91 triliun, aset Rp143 triliun, dan EBITDA Rp 14,58 triliun,” ungkapnya.

Kata dia, jika melihat pencapaian sepanjang tahun 2020 hingga 2023 terjadi fluktuasi yang cukup signifikan. Utamanya, karena sejumlah kejadian di luar pupuk yang mengakibatkan harga koomoditas itu berfluktuasi sedemikian hebat. Sehingga, dinamika eksternal itu bisa memengaruhi laporan keuangan perseroan.

Meski demikian, kata Drikarsa, tren selama lima tahun ini selalu meningkat. Meskipun di tiga tahun terakhir itu berfluktuasi.

“Yang cukup membanggakan di tahun 2023 ketika komoditas utama produksi pupuk indonesia urea dan amonia turun signifikan. Ternyata rankinh pupuk Indonsia secara global itu justru naik,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pada tahun 2022, PT Pupuk Indonesia berada di peringkat 9 besar. Namun, di tahun 2023, naik menjadi 6 besar. “Ini artinya pupuk Indonesia sudah menunjukan kemampuannya untuk mengatasi penurunan dengan lebih bagus dari negara lain di dunia,” ucapnya.

Sementara menyinggung raihan laba di 2024 ini, Drikarsa mengatakan, pihaknya belum bisa menyebutkan karena masih dalam tahun berjalan. Namun yang pasti, kata dia, bisnis pupuk di dalam negeri masih menunjukkan tren yang meningkat. (yul)

Editor

Recent Posts

Motor Listrik Nasional Didukung Pengguna

SATUJABAR, JAKARTA - Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukung diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto…

6 menit ago

Perbaikan Jalan Sumedang: Jalan Darmaraja-Cibugel Diperbaiki

SATUJABAR, SUMEDANG - Perbaikan jalan Sumedang terus berlanjut. Kini Pemerintah Kabupaten Sumedang menggarap koridor jalan…

14 menit ago

Kota Bandung, dari Smart City ke Data-Driven City

SATUJABAR, BANDUNG – Kota Bandung terus beradaptasi dalam transformasi tata kelola pemerintahannya berbasis data. Hal…

18 menit ago

Satpam SPPG di Sukabumi Dikeroyok Gerombolan Bermotor, Polisi Buru Para Pelaku

SATUJABAR, SUKABUMI--Gerombolan bermotor kembali berulah. Kali ini, korban dari aksi brutalnya seorang satpam Satuan Pelayanan…

9 jam ago

Kredit Perempuan Prasejahtera Bunga 8% Flat, Pagu 15 Juta

Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS), yaitu skema kredit program yang menyediakan pembiayaan produktif dengan suku bunga/marjin…

9 jam ago

Indonesia Incorporated Butuh Konsolidasi Seluruh Kekuatan Nasional

SATUJABAR, CIKARANG - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh kekuatan nasional untuk mewujudkan kemandirian…

9 jam ago

This website uses cookies.