• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 4 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Tok! Pelaku Tindak Pidana Ringan Dihukum Bersih-Bersih Fasum dan Fasos

Editor
Rabu, 05 November 2025 - 01:53
Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Kejaksaan Tinggi (Kejati) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, seluruh Kejaksaan Negeri (Kejari), serta Bupati dan Walikota, sepakat menerapkan pidana kerja sosial bagi pelaku tindak pidana ringan. Pidana kerja sosial bagi pelaku tindak pidana dibawah ancaman hukuman lima tahun sebagai alternatif pengganti hukuman penjara tersebut, disepakati dan ditandatangani dalam nota kesepahaman.

Kesepakatan dan penandatanganan nota kesepahaman terkait pelaksanaan pidana kerja sosial, berlangsung di Gedung Swantantra Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Selasa (04/11/2025). Kesepakatan dan penandatanganan sebagai langkah awal penerapan pidana kerja sosial, sinergi Kejaksaan Tinggi (Kejati) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, seluruh Kejaksaan Negeri (Kejari), serta Bupati dan Walikota, sebagaimana diatur dalam Pasal 65 huruf e Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tahun 2023.

RelatedPosts

Cetak Sejarah! Abdul El-Sayed, Senator Pertama Muslim di AS

Istana: Penyedapan Listyo Sigit ke Presiden Prabowo Makar, Banyak Informasi Sensitif

Mensesneg Umumkan Pemberhentian KSP Terkait Kasus Penyadapan dan Akses Ilegal

Melalui skema yang diterapkan, pelaku tindak pidana ringan tidak harus dijebloskan ke dalam ruang penjara, melainkan diwajibkan menjalani kerja sosial di ruang publik.

“Ini kerjasama Kejati, Pemprov Jabar, seluruh Kejari, serta kepala daerah di wilayah Jawa Barat. Tujuannya, mempersiapkan pelaksanaan pidana kerja sosial sebagaimana diatur dalam Pasal 65 huruf e KUHP tahun 2023,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, dalam keterangannya, Rabu (05/11/2025).

Nur Sricahya mengatakan, pidana kerja sosial merupakan bentuk pidana pokok alternatif. Pelaksanaannya di ruang publik, sehingga butuh sinergi melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Dalam penerapan skema, Kejati Jabar bertindak sebagai pelaksana putusan pengadilan. Sementara kapasitas pemerintah daerah, menyediakan fasilitas dan ruang sosial bagi terpidana dalam melaksanakan pidana sosial dalam bentuk kegiatan pembinaan di ruang publik, atau lingkungan masyarakat.

“Pelaksanaan pidana kerja sosial diharapkan menjadi solusi pembinaan yang lebih efektif, dibandingkan hukuman penjara. Ini dikhususkan untuk tindak pidana ringan, dengan ancaman hukuman di bawah lima tahun,” kata Nur Sricahya.

Nur Sricahya menambahkan, pelaksanaannya juga diharapkan bisa memberi kontribusi positif bagi masyarakat. Keberhasilan implementasi pidana kerja sosial akan mencerminkan penegakan hukum yang adaptif, adil, humanis, serta selaras dengan nilai keadilan di tengah-tengah masyarakat.

Mengenai bentuk pelaksanaan pidana kerja sosial akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Bisa membantu membersihkan tempat ibadah, fasilitas umum, panti asuhan, panti sosial, dan lembaga sosial lainnya.

Kepala Kejati Jabar, Hermon Dekristo, mengapresiasi dukungan langkah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Gubernur Jawa Barat, serta seluruh Bupati dan Walikota. Sinergi diperlukan, karena pelaksanaan pidana kerja sosial tidak dapat dilakukan hanya oleh penegak hukum, tetapi butuh dukungan penuh dari Pemerintah Daerah sebagai bagian mitra strategis.

Hermon berharap, Jawa Barat dapat dijadikan model percontohan secara nasional dalam penerapan pidana kerja sosial. Selain itu, bisa menunjukkan bahwa pembaruan hukum dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai kemanusiaan, budaya dan kearifan lokal yang menjungjung semangat silih asah, silih asih, dan silih asuh.

“Harapan kami, kerja sama ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, dan menjadi langkah awal yang baik. Selain itu, bisa memperkuat sinergi Kejaksaan dan Pemerintah Daerah demi terwujudnya penegakan hukum yang humanis, berkeadilan, dan bermartabat,” ujar Hermon.

Related Posts

Abdul Rahman Muhammad atau Abdul El-Sayed, muslim pertama yang menyandang gelar Senator dari negara bagian Michigan.(Foto: Detroit Regional Chamber)

Cetak Sejarah! Abdul El-Sayed, Senator Pertama Muslim di AS

Editor
4 November 2026

JAKARTA - Peta politik Amerika Serikat mencatat sejarah baru. Abdul Rahman Muhammad - yang dikenal luas sebagai Abdul El-Sayed, resmi...

Jenderal Listyo Sigit Prabowo.(Foto:Dok.KSP)

Istana: Penyedapan Listyo Sigit ke Presiden Prabowo Makar, Banyak Informasi Sensitif

Editor
4 November 2026

SATUJABAR, JAKARTA--Istana menyatakan, penyadapan ilegal yang dilakukan Jenderal Listyo Sigit Prabowo ke Presiden Prabowo Subianto, sebagai tindakan makar. Istana beralasan,...

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.(Image: YouTube Setpres)

Mensesneg Umumkan Pemberhentian KSP Terkait Kasus Penyadapan dan Akses Ilegal

Editor
4 November 2026

JAKARTA — Istana Kepresidenan menegaskan keprihatinan mendalam atas kasus hukum yang menjerat sejumlah oknum pejabat tinggi negara. Menteri Sekretaris Negara...

Jenderal Listyo Sigit Prabowo.(Foto:Istimewa).

Jenderal Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal terhadap Presiden Prabowo

Editor
4 November 2026

SATUJABAR, JAKARTA--Mabes Polri menetapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden...

Mobil Mitsubishi X-pander yang dibakar bersama pemiliknya, Komariyah (45), dalam kasus perampokan di rumah mewah di Desa Kalianyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.(Foto:Istimewa).

2 Perampok Rumah Mewah di Indramayu Culik dan Bakar Korban, Bangkai Mobil Ditemukan di Hutan

Editor
4 November 2026

SATUJABAR, INDRAMAYU--Kasus perampokan rumah mewah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berhasil diungkap polisi. Dua pelaku perampokan menculik dan membakar istri...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Antam Rabu 4/11/2026 Senilai Rp 2.537.000 Per Gram

Editor
4 November 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Rabu 4/11/2026 jenis batangan, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.537.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.