• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 2 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Thailand dan Kota Bandung Resmikan Paviliun Bersejarah di Curug Dago, Simbol Persahabatan Dua Bangsa

Editor
Kamis, 24 Juli 2025 - 08:20
(Foto: Dok. Humas Kota Bandung)

(Foto: Dok. Humas Kota Bandung)

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kedutaan Besar Kerajaan Thailand untuk Indonesia, serta PTTEP Indonesia meresmikan Paviliun Thailand dan jalur pejalan kaki (petway) yang telah direnovasi di kawasan Curug Dago, Rabu (23/7). Peresmian ini menjadi penanda penting dalam rangkaian peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Thailand, sekaligus memperingati ulang tahun Raja Thailand, Rama X.

Acara yang berlangsung hangat dan khidmat ini dihadiri oleh Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Mr. Prapan Disyatat, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, General Manager PTTEP Indonesia Khun Grinchai, serta sejumlah perwakilan dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan RI, juga komunitas pelestari budaya setempat.

RelatedPosts

Jakarta Sneakers Day Blok M Festival 2026 Diapresiasi

6 Pemuka Agama Pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan 2026

Harga BBM Pertamina Per 1 Agustus 2026 Area Jawa Barat

Dalam sambutannya, Dubes Prapan menyoroti pentingnya nilai sejarah Paviliun Thailand di Curug Dago. Di lokasi tersebut, terdapat dua prasasti batu yang menjadi penanda kunjungan Raja Thailand ke Nusantara.

“Raja Rama V mengunjungi tempat ini pada tahun 1901 dan mengukir tanda tangannya di batu. Putra beliau, yang kelak menjadi Raja Rama VII, juga meninggalkan ukirannya di batu yang lain,” ujarnya.

Ia mengapresiasi peran Dinas Kehutanan Jawa Barat serta komunitas lokal yang selama ini merawat situs bersejarah tersebut. Ia juga memberi penghormatan khusus kepada warga Bandung yang aktif dalam pelestarian sejarah, termasuk penulis buku sejarah kunjungan Raja Rama V dan penemu kembali prasasti.

Sementara itu, General Manager PTTEP Indonesia, Khun Grinchai, menegaskan bahwa restorasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan, sejarah, dan budaya.

“Keberlanjutan bukan hanya soal energi, tetapi juga tentang manusia, budaya, dan lingkungan,” katanya.

PTTEP diketahui telah mendukung pemeliharaan kawasan Curug Dago selama lebih dari 20 tahun. Pada tahap renovasi terbaru, perusahaan asal Thailand ini membantu pembangunan ulang jalur pejalan kaki, paviliun, serta fasilitas publik yang ramah lingkungan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengapresiasi sinergi antara berbagai pihak dalam pelestarian kawasan Curug Dago yang dikenal sebagai ruang terbuka hijau dengan nilai sejarah tinggi.

“Kita jaga bersama-sama. Ini bukan hanya ruang wisata, tapi juga ruang edukatif dan reflektif,” tutur Farhan.

Ia juga memperkenalkan tokoh-tokoh lokal yang berjasa, seperti Mang Kuncung, yang dikenal sebagai pejuang kebersihan, dan Pak Omas, yang dijuluki “Indiana Jones dari Curug Dago” karena jasanya menemukan kembali prasasti bersejarah tersebut.

Tak hanya itu, Farhan juga menyinggung budaya kerja masyarakat Thailand yang dinilainya patut ditiru. Ia berharap Kota Bandung bisa menjadi kota yang bersih dan tertib, mencontoh kota Bangkok.

(Foto: Dok. Humas Kota Bandung)
(Foto: Dok. Humas Kota Bandung)

Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, menyebut peresmian ini sebagai langkah konkret memperkuat hubungan budaya dan diplomatik antarbangsa.

“Paviliun ini bukan hanya monumen sejarah, tapi simbol persahabatan abadi antara dua bangsa. Nilainya tinggi, baik untuk sejarah maupun untuk pariwisata berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, renovasi yang dimulai sejak 2024 bersama PTTEP dan Dinas Kehutanan Jawa Barat telah memberi dampak positif terhadap daya tarik kawasan Curug Dago dari sisi historis dan ekologis.

Peresmian ini menandai lebih dari sekadar pembaruan infrastruktur. Ini adalah pengingat pentingnya menjaga warisan sejarah serta mempererat hubungan budaya lintas negara.

Dengan keberadaan prasasti peninggalan Raja Thailand dan semangat kolaboratif dalam pelestarian, Curug Dago kini bukan hanya destinasi wisata alam, tapi juga ruang kontemplatif yang merekatkan sejarah, ekologi, dan persahabatan internasional.

“Semoga kerja sama dan persahabatan ini terus tumbuh dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” pungkas Herman.

Tags: curug dago

Related Posts

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya mencoba salah satu produk sepatu di Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok M Festival 2026, Jakarta, Jumat (31/07/2026).(Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif)

Jakarta Sneakers Day Blok M Festival 2026 Diapresiasi

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta Sneakers Day (JSD) Blok...

Enam pemuka agama pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (01/08/2026).(Foto: Setneg)

6 Pemuka Agama Pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan 2026

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Enam pemuka agama akan memimpin doa bersama pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan di kawasan...

Terminal BBM Pertamina.(Foto: Istimewa)

Harga BBM Pertamina Per 1 Agustus 2026 Area Jawa Barat

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga BBM atau bahan bakar minyak Pertamina area Jawa Barat per Sabtu 1 Agustus 2026 dikutip dari...

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) secara resmi menetapkan kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.(foto:NOC Indonesia)

Asian Games 2026: Indonesia Kirim 432 Atlet untuk 35 Cabor

Editor
1 Agustus 2026

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang. SATUJABAR, JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia...

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri pembukaan Re:Rasa International Poster Biennale 2026 di Universitas Paramadina, Jakarta. (Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekonomi Kreatif.)

Apresiasi Menteri Ekraf pada Pameran Poster Global di Universitas Paramadina

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri pembukaan Re:Rasa International Poster Biennale 2026...

Festival Literasi Pages and Plates 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Festival Literasi Pages and Plates, Kolaborasi Pemkot Bandung dan Big Bad Wolf

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkolaborasi dengan Big Bad Wolf Books Indonesia dengan menghadirkan Festival Literasi Pages and...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat