• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 24 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Thailand dan Kota Bandung Resmikan Paviliun Bersejarah di Curug Dago, Simbol Persahabatan Dua Bangsa

Editor
Kamis, 24 Juli 2025 - 08:20
(Foto: Dok. Humas Kota Bandung)

(Foto: Dok. Humas Kota Bandung)

BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kedutaan Besar Kerajaan Thailand untuk Indonesia, serta PTTEP Indonesia meresmikan Paviliun Thailand dan jalur pejalan kaki (petway) yang telah direnovasi di kawasan Curug Dago, Rabu (23/7). Peresmian ini menjadi penanda penting dalam rangkaian peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Thailand, sekaligus memperingati ulang tahun Raja Thailand, Rama X.

Acara yang berlangsung hangat dan khidmat ini dihadiri oleh Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Mr. Prapan Disyatat, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, General Manager PTTEP Indonesia Khun Grinchai, serta sejumlah perwakilan dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kebudayaan RI, juga komunitas pelestari budaya setempat.

RelatedPosts

Hari Jadi Kota Bandung 2026 Tidak ada Pawai Mobil Hias

Asian Games 2026: Indonesia v China di Final Bulutangkis Beregu Putra Kamis 24/9/2026

Asian Games 2026: Tembus Final, Bulutangkis Beregu Putra Indonesia Tatap Emas

Dalam sambutannya, Dubes Prapan menyoroti pentingnya nilai sejarah Paviliun Thailand di Curug Dago. Di lokasi tersebut, terdapat dua prasasti batu yang menjadi penanda kunjungan Raja Thailand ke Nusantara.

“Raja Rama V mengunjungi tempat ini pada tahun 1901 dan mengukir tanda tangannya di batu. Putra beliau, yang kelak menjadi Raja Rama VII, juga meninggalkan ukirannya di batu yang lain,” ujarnya.

Ia mengapresiasi peran Dinas Kehutanan Jawa Barat serta komunitas lokal yang selama ini merawat situs bersejarah tersebut. Ia juga memberi penghormatan khusus kepada warga Bandung yang aktif dalam pelestarian sejarah, termasuk penulis buku sejarah kunjungan Raja Rama V dan penemu kembali prasasti.

Sementara itu, General Manager PTTEP Indonesia, Khun Grinchai, menegaskan bahwa restorasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan, sejarah, dan budaya.

“Keberlanjutan bukan hanya soal energi, tetapi juga tentang manusia, budaya, dan lingkungan,” katanya.

PTTEP diketahui telah mendukung pemeliharaan kawasan Curug Dago selama lebih dari 20 tahun. Pada tahap renovasi terbaru, perusahaan asal Thailand ini membantu pembangunan ulang jalur pejalan kaki, paviliun, serta fasilitas publik yang ramah lingkungan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengapresiasi sinergi antara berbagai pihak dalam pelestarian kawasan Curug Dago yang dikenal sebagai ruang terbuka hijau dengan nilai sejarah tinggi.

“Kita jaga bersama-sama. Ini bukan hanya ruang wisata, tapi juga ruang edukatif dan reflektif,” tutur Farhan.

Ia juga memperkenalkan tokoh-tokoh lokal yang berjasa, seperti Mang Kuncung, yang dikenal sebagai pejuang kebersihan, dan Pak Omas, yang dijuluki “Indiana Jones dari Curug Dago” karena jasanya menemukan kembali prasasti bersejarah tersebut.

Tak hanya itu, Farhan juga menyinggung budaya kerja masyarakat Thailand yang dinilainya patut ditiru. Ia berharap Kota Bandung bisa menjadi kota yang bersih dan tertib, mencontoh kota Bangkok.

(Foto: Dok. Humas Kota Bandung)
(Foto: Dok. Humas Kota Bandung)

Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, menyebut peresmian ini sebagai langkah konkret memperkuat hubungan budaya dan diplomatik antarbangsa.

“Paviliun ini bukan hanya monumen sejarah, tapi simbol persahabatan abadi antara dua bangsa. Nilainya tinggi, baik untuk sejarah maupun untuk pariwisata berkelanjutan,” katanya.

Ia menambahkan, renovasi yang dimulai sejak 2024 bersama PTTEP dan Dinas Kehutanan Jawa Barat telah memberi dampak positif terhadap daya tarik kawasan Curug Dago dari sisi historis dan ekologis.

Peresmian ini menandai lebih dari sekadar pembaruan infrastruktur. Ini adalah pengingat pentingnya menjaga warisan sejarah serta mempererat hubungan budaya lintas negara.

Dengan keberadaan prasasti peninggalan Raja Thailand dan semangat kolaboratif dalam pelestarian, Curug Dago kini bukan hanya destinasi wisata alam, tapi juga ruang kontemplatif yang merekatkan sejarah, ekologi, dan persahabatan internasional.

“Semoga kerja sama dan persahabatan ini terus tumbuh dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” pungkas Herman.

Tags: curug dago

Related Posts

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 digelar lebih sederhana.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Hari Jadi Kota Bandung 2026 Tidak ada Pawai Mobil Hias

Editor
24 September 2026

BANDUNG – Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 pada tahun 2026 ini dirayakan lebih sederhana. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan...

Asian Games 2026

Asian Games 2026: Indonesia v China di Final Bulutangkis Beregu Putra Kamis 24/9/2026

Editor
23 September 2026

NAGOYA – Asian Games 2026 membuka jalan bagi Indonesia untuk meraih medali emas. Tim Bulutangkis Putra Indonesia mampu menembus final...

Asian Games 2026

Asian Games 2026: Tembus Final, Bulutangkis Beregu Putra Indonesia Tatap Emas

Editor
23 September 2026

NAGOYA – Asian Games 2026 membuka jalan bagi Indonesia untuk meraih medali emas. Tim Bulutangkis Beregu Putra Indonesia mampu menembus...

Dewan Gubernur Bank Indonesia.(Foto: Dok. Bank Indonesia)

BI Rate Tetap 5,75%, Rapat RDG Bank Indonesia 22-23 September 2026

Editor
23 September 2026

JAKARTA - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 September 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga...

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief menanggapi pemberitaan impor Gula Kristal Mentah (GKM) sebanyak 150.000 ton untuk diolah menjadi Gula Kristal Rafinasi (GKR).(Foto: Humas Kemenperin)

Kemenperin Bantah Tambahan Gula Kristal Mentah untuk Rafinasi

Editor
23 September 2026

JAKARTA - Kementerian Perindustrian menanggapi pemberitaan impor Gula Kristal Mentah (GKM) sebanyak 150.000 ton untuk diolah menjadi Gula Kristal Rafinasi...

Konferensi pers pengumuman nominasi yang berlangsung di The Music Place, Hotel Fairmont, Jakarta.(Foto: Dok. Kemenbud)

AMI Awards 2026, Kemenbud: Merawat Ekosistem Musik Indonesia

Editor
23 September 2026

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan terus memperkuat dukungan terhadap ekosistem musik Indonesia melalui kolaborasi dengan Yayasan Anugerah Musik Indonesia (YAMI) dalam...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.