• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 25 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Tasyakur Nelayan Santolo 2026:  Merawat Laut, Melestarikan Budaya Pantai Santolo

Editor
Senin, 06 Juli 2026 - 01:06
Tasyakur Nelayan Santolo.‎(Foto: Ridwan Nur Faozan & Muhammad Sofyan Fauzi/ Diskominfo Kab. Garut)

Tasyakur Nelayan Santolo.‎(Foto: Ridwan Nur Faozan & Muhammad Sofyan Fauzi/ Diskominfo Kab. Garut)

SATUJABAR, CIKELET GARUT – Ribuan masyarakat dan nelayan di pesisir selatan Kabupaten Garut menggelar acara Tasyakur Nelayan Santolo Tahun 2026 yang digelar di Pantai Santolo, Desa Pamalayan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Minggu (5/7/2026). Dengan mengusung tema “Ngarumat Sagara Ngamumule Budaya Basisir Santolo” (Merawat Laut, Melestarikan Budaya Pantai Santolo).

Acara tradisi ini dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, dan dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika. Turut hadir pula unsur Forkopimcam Cikelet, Pengurus DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Garut, Pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Garut, perwakilan Kodim 06/11 Garut, Danpolairud, serta tokoh masyarakat dan pemuda setempat.

RelatedPosts

FIA Rallycross World Cup 2026 5-6 Desember 2026 di Jakarta

Kejuaraan Dunia BWF 2026: Daftar Lengkap Juara

Orangutan Terdampak Kebakaran Kalimantan Dievakuasi

Ketua DPRD Kabupaten Garut, Aris Munandar, dalam sambutan pembukanya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan momentum sakral bagi para nelayan untuk mengagungkan nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT melalui kekayaan laut Pantai Santolo.

“Ini merupakan momen khusus untuk nelayan atas mensyukuri nikmat dan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah menyediakan anugerah yang sangat besar di Pantai Santolo,” ungkap Aris Munandar seperti dikutip dari laman Pemkab Garut.

Senada dengan Ketua DPRD, Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menegaskan bahwa sektor kelautan merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir. Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen penuh untuk mendorong kesejahteraan nelayan, salah satunya melalui perbaikan aksesibilitas.

“Kita diberi keberkahan dan rezeki sehingga para nelayan di santolo khususnya bisa menikmati hasil laut. Kedepan seperti yang disampaikan oleh Pak Pudin mudah-mudah kita akan berdiskusi di Pemerintah daerah dengan Bupati dan Pak Ketua, bagaimana caranya infrastruktur yang menuju ke Santolo ini kedepan semakin baik. Namun, kami juga mengingatkan para nelayan untuk senantiasa menjaga ekosistem laut. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi?” tegas Beni.

Disparbud Kabupaten Garut membidik kegiatan Tasyakur Nelayan ini agar dapat dilaksanakan secara simultan, berkelanjutan, dan masuk ke dalam kalender rujukan agenda kepariwisataan daerah.

“Mudah-mudahan tahun depan kita acarakan kegiatan ini jadi lebih meriah lagi tentu dengan dukungan seluruh pihak. Nah, ini menjadi salah satu agenda kepariwisataan, sehingga pariwisata yang ada Kabupaten Garut menjadi salah satu yang akan bisa dilihat sebagai atraksi wisata yang ada di Kabupaten Garut,” tambah Beni.

Dukungan serupa juga datang dari Ketua DPD Paguyuban Sundawani Kabupaten Garut, Evan Saepul Rohman, serta Tokoh Nelayan Santolo, Hj. Ninih Sumarni. Keduanya mengaku bangga dengan animo luar biasa dari masyarakat dan menyatakan siap mendukung penuh agar gelaran tahun depan bisa dikemas dengan jauh lebih meriah.

Ketua Panitia Pelaksana, Pudin Marjoko, menyampaikan terima kasih atas kehadiran jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda. Baginya, kehadiran para pejabat publik merupakan wujud nyata perhatian pemerintah terhadap nasib nelayan pesisir.

“Momentum ini kami harapkan dapat membangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan para nelayan. Selain mempererat silaturahmi, acara ini menjadi wadah aspirasi masyarakat pesisir,” kata Pudin.

Puncak peringatan Tasyakur Nelayan Santolo 2026 ini dimeriahkan oleh berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya:

* Gelar budaya tradisional dan lomba hias perahu nelayan.

* Prosesi ritual adat larung sajen ke tengah laut.

* Penyediaan layanan publik gratis (Pelayanan Kesehatan, Disdukcapil, dan BPJS ketenagakerjaan).

* Kegiatan rohani Istigosah berjamaah dan santunan anak yatim piatu. Serta acara ditutup secara meriah dengan pagelaran Wayang Golek oleh lingkung seni ternama Giriharja 3 Putra.

Tags: Tasyakur Nelayan Santolo

Related Posts

FIA Rallycross World Cup Indonesia 2026 merupakan ajang FIA Rallycross World Cup pertama di dunia yang diselenggarakan di Asia Tenggara, yang menjadi momentum bersejarah bagi Jakarta dan Indonesia, diinisiasi melalui kerja sama antara Sarga Motorsport dan Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) di Jakarta International E-Prix Circuit, Ancol, pada 5–6 Desember 2026. (Foto: Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekraf/ Badan Ekraf.)

FIA Rallycross World Cup 2026 5-6 Desember 2026 di Jakarta

Editor
25 Agustus 2026

FIA Rallycross World Cup Indonesia 2026 menjadi yang pertama yang diselenggarakan di Asia Tenggara. Digelar 5-6 Desember di Jakarta. JAKARTA...

Kejuaraan Dunia BWF Bulutangkis 2026

Kejuaraan Dunia BWF 2026: Daftar Lengkap Juara

Editor
24 Agustus 2026

NEW DELHI — Kejuaraan Dunia BWF 2026 memasuki babak final pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Indira Gandhi Indoor Stadium,...

Penanganan Karhutla.(Foto: Humas Kemenhut)

Orangutan Terdampak Kebakaran Kalimantan Dievakuasi

Editor
22 Agustus 2026

PONTIANAK – Orangutan di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat terdampak kebakaran hutan dan lahan. Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya...

Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi (22/08/2026) untuk meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus memimpin langsung upaya penanganannya di sejumlah wilayah Kalimantan.(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Pimpin Pemadaman Karhutla Kalimantan

Editor
22 Agustus 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Kalimantan pada Sabtu pagi (22/08/2026). Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan...

Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Universitas Nurtanio (UNNUR) Bandung mengembangkan dua prototipe pesawat nirawak. Pesawat tersebut yaitu Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Vertical Take-Off and Landing (VTOL), dan UAV Quadcopter.(Foto: Website BRIN)

BRIN – Universitas Nurtanio Bangun Drone Ramah Lingkungan

Editor
22 Agustus 2026

TANGERANG SELATAN: Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi dengan Universitas Nurtanio (UNNUR) Bandung...

Kejuaraan Dunia BWF Bulutangkis 2026

Kejuaraan Dunia BWF 2026: Alwi Farhan Kandas, Wakil Indonesia Tinggal 1

Editor
21 Agustus 2026

JAKARTA - Kejuaraan Dunia BWF 2026 bergulir hari Senin (17/8) hingga Minggu (23/8) di Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.