• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 1 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Egrang Jadi “Tombol Jeda” Anak dari Ruang Digital

Editor
Minggu, 10 Mei 2026 - 08:49
Egrang – permainan tradisional - dinilai semakin relevan di tengah tingginya intensitas anak-anak hidup di ruang digital, ungkap Wamen Komdigi Nezar Patria.(Foto: Komdigi)

Egrang – permainan tradisional - dinilai semakin relevan di tengah tingginya intensitas anak-anak hidup di ruang digital, ungkap Wamen Komdigi Nezar Patria.(Foto: Komdigi)

SATUJABAR, JAKARTA – Egrang – permainan tradisional – dinilai semakin relevan di tengah tingginya intensitas anak-anak hidup di ruang digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut permainan fisik seperti egrang dapat menjadi “tombol jeda” yang membantu anak menjaga keseimbangan emosional, interaksi sosial, dan kesehatan mental.

RelatedPosts

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Menbud Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia

“Permainan egrang bisa menjadi satu tombol pause, tombol jeda dari intensitas yang begitu tinggi masuknya kita ke ruang digital. Permainan fisik seperti ini memberikan banyak pelajaran tentang keseimbangan, kerja sama, dan gotong royong,” ujarnya saat menghadiri Launching Festival Egrang ke-14 di Ledokombo, Jember, Jawa Timur, Sabtu (09/05/2026) melalui keterangan resminya.

Menurut Wamen Nezar Patria, perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi anak-anak.

Saat ini, penetrasi internet Indonesia telah mencapai 80,26 persen populasi, dengan sekitar 230 juta masyarakat terkoneksi internet dan jaringan telekomunikasi menjangkau 97 persen wilayah berpenghuni.

Di balik capaian tersebut, Wamen Nezar Patria mengingatkan arti penting menjaga keseimbangan antara kehidupan digital dan interaksi sosial di dunia nyata.

“Saat ini kita tidak lagi sekadar menggunakan teknologi, tetapi hidup di dalamnya. Ada banyak permainan anak yang mulai tergusur oleh ruang digital. Egrang menjadi salah satu yang tetap bertahan karena dijaga bersama oleh komunitas,” katanya.

Wamen Nezar Patria menilai pelindungan anak di ruang digital tidak cukup hanya melalui regulasi platform digital, tetapi juga membutuhkan lingkungan sosial yang sehat di dunia nyata.

Menurutnya, semangat Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS harus berjalan beriringan dengan penguatan keluarga dan komunitas.

“Bermain egrang bukan sekadar permainan tradisional. Anak-anak kembali berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, belajar menjaga keseimbangan, belajar bekerja sama, dan membangun keberanian melalui pengalaman nyata,” tuturnya.

Ia juga menyoroti nilai karakter yang lahir dari permainan tradisional. Dalam permainan egrang, anak-anak belajar bangkit ketika jatuh dan saling memberi semangat, bukan saling mengejek.

“Tidak apa-apa kalau kita naik egrang lalu jatuh. Jatuh, bangun lagi. Itu pelajaran penting bagi anak-anak untuk membentuk karakter dan kepribadian sejak dini,” ujar Wamen Nezar Patria.

Kementerian Komdigi mengapresiasi Festival Egrang Ledokombo sebagai ruang budaya dan sosial yang membantu anak-anak tumbuh sehat di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.

Wamen Nezar Patria berharap anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi, tetapi juga kuat secara emosional dan sosial.

“Saya percaya setiap anak Indonesia bisa menjadi tunas yang tumbuh sehat, baik di dunia nyata maupun di dunia digital, untuk masa depan Indonesia yang lebih sehat dan lebih hebat,” ungkapnya.

Tags: EgrangkomdigiNezar Patria

Related Posts

Peresmian Museum Bing Slamet.(Foto/Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan / Agung panji)

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Editor
30 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Museum Bing Slamet yang berlokasi di Jalan Arimbi No. 7, Tanah Tinggi,...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama anggota MPR di Gedung Merdeka.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Editor
28 September 2026

BANDUNG - Gedung Merdeka, Kota Bandung, menjadi lokasi Peluncuran Buku Sejarah MPR dalam Mengawal Kedaulatan Rakyat serta Risalah Tematik Perubahan...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.(Foto: Humas Kemenbud)

Menbud Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia

Editor
27 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa hadirnya perpustakaan di Museum Nasional Indonesia merupakan dua elemen yang saling...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima Piagam Penghargaan dari Keraton Sumedang Larang yang diserahkan Sri Radya Keraton Sumedang Larang Lukman Soemadisoeria di Museum Srimanganti, Kamis (24/9/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Keraton Sumedang Larang Beri Penghargaan ke Bupati

Editor
25 September 2026

Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta perhatian dalam memberikan perlindungan hukum kepada Keraton Sumedang Larang, Bupati Sumedang  Dony...

Gracie Mansion, kediaman Wali Kota New York.(Foto: Wikipedia)

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Editor
22 September 2026

Di tengah jajaran pencakar langit Manhattan yang megah dan modern, berdiri sebuah struktur kayu bergaya Federal yang tenang di tepi...

BATIK SUMEDANG: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di sela penutupan rangkaian kegiatan Sumedang Membatik Tahun 2026 di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/9/2026) seperti dikabarkan Humas Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Editor
20 September 2026

SUMEDANG - Batik Kasumedang didorong tidak sekadar menjadi warisan budaya yang dilestarikan, tetapi berkembang menjadi identitas daerah yang memiliki karakter...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.