• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 26 April 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Spanduk ‘Shut Up KDM’ di GBLA Kritik Buat Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Berterimakasih Sudah Diingatkan

Editor
Minggu, 26 April 2026 - 04:55
Spanduk 'Shut Up KDM' yang dibentangkan Bobotoh Persib Bandung saat laga melawan Arema FC, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).(Foto:Istimewa).

Spanduk 'Shut Up KDM' yang dibentangkan Bobotoh Persib Bandung saat laga melawan Arema FC, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Spanduk berlatar putih bertuliskan “Shut Up KDM” viral di media sosial dan menarik perhatian serta komentar warganet, yang dinilai sebagai bentuk kritik langsung dari suporter kepada tokoh publik, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar olahraga sepak bola bebas dari urusan politik. Dedi Mulyadi, menanggapinya dengan berterimakasih kepada Bobotoh sudah diingatkan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menanggapi, spanduk bertuliskan ‘Shut Up KDM’ yang dibentangkan Bobotoh Persib Bandung saat laga melawan Arema FC, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/04/2026) lalu. Spanduk ‘Shut Up KDM’ berlatar putih viral di media sosial dan menarik perhatian serta komentar warganet.

RelatedPosts

Haji 2026: Sebanyak 28.274 Jemaah Sudah Berangkat Per 26 April

Viral! Preman Palak Pengemudi Ojol di Stasiun Bogor Jadi ‘Bulan-Bulanan’

Korban Penyiraman Air Keras di Bekasi, Anggota KSPSI Meninggal Dunia

Dedi Mulyadi berterimakasih karena telah diingatkan Bobotoh untuk tidak banyak bicara soal Persib Bandung. Pesan yang tertulis dalam spanduk, bermaksud baik.

“Teman-teman Bobotoh yang berada di Tribun Utara GBLA, saat pertandingan melawan Arema, saya mengucapkan terima kasih ya atas spanduk yang dibentangkannya,” ujar Dedi Mulyadi dikutip dari akun Instagram pribadinya, Minggu (26/04/2026).

Dedi Mulyadi menyampaikan, pesan dalam spanduk memiliki maksud baik. Bobotoh ingin menjaga agar sepak bola tetap profesional dan tidak tercampur dengan urusan lain, termasuk urusan politik.

“Saya yakin didasarkan pada sebuah keinginan agar profesionalisme sepak bola tetap terjaga, tanpa tercederai oleh urusan politik,” kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mengungkapkan, kritik seperti itu penting dan harus diterima dengan terbuka. Tentu itu sebagai pengingat agar semua pihak tetap bisa menjaga batas dalam berbicara tentang sepak bola.

“Saya ucapkan terima kasih, saya sudah diingatkan,” ungkap Dedi.

Dedi Mulyadi mengajak bobotoh untuk fokus mendukung Persib Bandung menghadapi lima laga terakhir, bukan berdebat di media sosial. Semangat suporter harus diarahkan untuk memberi dukungan penuh kepada para punggawa ‘Maung Bandung’.

“Untuk itu saya ucapkan terima kasih atas saran dan kritiknya. Semangat bertanding habis-habisan. Bukan berdebat habis-habisan di media sosial. Hatur nuhun,” tutup Dedi Mulyadi.

Spanduk berlatar putih bertuliskan ‘Shut Up KDM’ viral di media sosial dan menarik perhatian serta komentar warganet. Banyak warganet menilai, pesan yang disampaikan Bobotoh Persib dalam spanduk tersebut, sebagai bentuk kritik langsung dari suporter kepada tokoh publik, termasuk Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar olahraga sepak bola bebas dari urusan politik.

Tags: Bobotoh Persib Bandungdedi mulyadigubernur jawa baratSpanduk 'Shut Up KDM' di Stadion GBLAviral

Related Posts

Jamaah haji Indonesia.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Haji 2026: Sebanyak 28.274 Jemaah Sudah Berangkat Per 26 April

Editor
26 April 2026

Sebuah terobosan utama pada tahun ini berupa optimalisasi layanan fast track (Makkah Route) yang menjangkau lebih dari 125 ribu jemaah....

Ilustrasi aksi pengeroyokan.(Foto:Istimewa).

Viral! Preman Palak Pengemudi Ojol di Stasiun Bogor Jadi ‘Bulan-Bulanan’

Editor
26 April 2026

SATUJABAR, BOGOR-- Viral di media sosial, rekaman video pria dinarasikan sebagai preman di Kota Bogor, Jawa Barat, menjadi 'bulan-bulanan' massa....

Ilustrasi garis polisi.(Foto:Istimewa).

Korban Penyiraman Air Keras di Bekasi, Anggota KSPSI Meninggal Dunia

Editor
26 April 2026

SATUJABAR, BEKASI--Anggota Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Tri Wibowo, korban penyiraman air keras di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, meninggal...

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Forkopimda dan jajaran menyusuri Sungai Ciliwung.(Foto: Humas Pemkot Bogor)

Komitmen Pemkot Bogor Tekan Sampah dari Hulu lewat Aksi Susur Ciliwung

Editor
26 April 2026

SATUJABAR, BOGOR – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama PT Mitra Natura Raya (MNR) melaksanakan aksi...

Perbaikan jalan di Bogor.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Terkena Bencana, Jalan Cikampak–Gunung Bunder Bogor Diperbaiki

Editor
26 April 2026

SATUJABAR, CIAMPEA – Bupati Bogor menginstruksikan perbaikan segera Pemerintah Kecamatan Ciampea untuk memperbaiki infrastruktur terdampak bencana. Salah satunya melalui percepatan...

Buya Yahya menanggapi kasus SAM.(Image: YouTube: Al Bahjah)

Kasus Pelecehan Sesama Jenis, Buya Yahya: Tokoh Agama Bukan Malaikat, Hukum Harus Tetap Tegak Tanpa Pandang Bulu

Editor
26 April 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya, memberikan pencerahan terkait sikap umat dalam menghadapi kasus pelecehan seksual yang dilakukan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.