Gaya Hidup

Sidang Kasus Perdagangan Sanusia Sean ‘Diddy’ Combs Akan Dimulai pada Mei 2025

SATUJABAR — Pada 9 Oktober, tim hukum Combs mengajukan permohonan untuk mengadakan sidang pembuktian, menuduh pemerintah berkolusi dengan media untuk merusak reputasinya dan mengancam keadilan dalam persidangan.

Tanggal persidangan telah ditetapkan untuk Sean “Diddy” Combs, yang akan menghadapi tuduhan perdagangan manusia dan pemerasan pada 5 Mei 2025.

Jaksa penuntut menyatakan bahwa penyelidikan mereka masih “sangat aktif,” sehingga ada kemungkinan adanya dakwaan baru yang dapat menunda tahap persidangan dan penemuan fakta.

Combs atau P Diddy, yang dibawa dari penjara Brooklyn ke pengadilan federal Manhattan, muncul di hadapan Hakim Arun Subramanian, didampingi oleh ibunya dan enam anaknya.

Mengenakan pakaian penjara berwarna coklat, Combs tersenyum dan melambaikan tangan kepada keluarganya sebelum memeluk para pengacaranya.

Jaksa penuntut memperkirakan bahwa kasus mereka akan membutuhkan waktu tiga minggu untuk dipresentasikan, sementara pihak pembela mengharapkan hanya memerlukan satu minggu. Semua proses penemuan fakta diharapkan selesai pada 31 Desember 2024.

Combs ditangkap pada pertengahan September dengan tuduhan menjalankan sebuah perusahaan kriminal berskala besar yang melibatkan penyerangan dan perdagangan perempuan, yang dilaporkan memanfaatkan bisnisnya untuk memfasilitasi kegiatan ini sejak setidaknya tahun 2008.

Dakwaan menyebutkan kejadian yang disebut “Freak Offs,” di mana pekerja seks komersial diduga dibawa dan dipaksa untuk melakukan tindakan seksual berkepanjangan, beberapa di antaranya berlangsung selama berhari-hari, yang direkam.

Combs telah menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan tersebut. Kemarahan publik muncul dengan cepat setelah pemerintah menuduh Combs melakukan penyalahgunaan terhadap perempuan selama bertahun-tahun.

Saat ibu Combs memasuki gedung pengadilan, seorang penonton berteriak, “Anakmu adalah seorang predator.”  Ia kemudian merilis pernyataan melalui pengacaranya, mengecam apa yang disebutnya sebagai “pembunuhan karakter publik” terhadap putranya sebelum ia memiliki kesempatan untuk membuktikan ketidakbersalahannya.

Ruang lingkup penemuan fakta dalam kasus ini sangat luas, mencakup barang elektronik, catatan bisnis, dan bukti fisik. Jika terbukti bersalah, Combs menghadapi hukuman penjara seumur hidup, dengan hukuman minimum 15 tahun. Sidang berikutnya dijadwalkan pada 18 Desember 2024.(nza)

Editor

Recent Posts

Perlindungan Harta Bersama Jadi Substansi Penting dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset

Tanpa pengaturan yang jelas, perampasan aset berpotensi merugikan pihak yang secara hukum tidak memiliki keterkaitan…

1 jam ago

Modus Selundupkan Burung Dalam Paralon Terbongkar, Tersangka WNA Tiongkok Segera Disidangkan

Petugas Aviation Security (Avsec) mencurigai sebuah koper tujuan Xiamen, Tiongkok, yang setelah diperiksa ternyata berisi…

1 jam ago

Sebelum Tanding, Kedua Tim Ini Potong Tumpeng Rayakan HUT PSSI

SATUJABAR, SIDOARJO - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merayakan hari jadi ke-96 tahun, pada…

2 jam ago

IBL All Star Terbuka Berbagi Visi dengan Kota Berikutnya

Lebih dari itu, kehadiran All-Star juga terbukti mampu menghidupkan roda ekonomi daerah. Perputaran ekonomi meningkat…

2 jam ago

Pria Bermobil di Bogor Curi Sepeda Motor Viral, Pelaku Tertangkap Warga

SATUJABAR, BOGOR--Seorang pria bermobil melakukan aksi pencurian sepeda motor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pelaku…

2 jam ago

Mentan Kunjungi Gudang Bulog Surabaya, Pastikan Stok Cadangan Pangan Pemerintah

SATUJABAR, SURABAYA – Direktur Utama Perum BULOG, Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menerima kunjungan kerja Menteri…

2 jam ago

This website uses cookies.