• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 13 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Senator Agita: Budaya Harus Hidup dalam Kehidupan Sehari-hari, Bukan Sekadar Dipentaskan

Editor
Senin, 06 Juli 2026 - 08:07
Anggota DPD Dapil Jabar Agita Nurfianti (tengah) menghadiri Pagelaran dan Diskusi Budaya "Ciparay Medar Budaya II" di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Minggu (5/7/2029).(Foto: Istimewa)

Anggota DPD Dapil Jabar Agita Nurfianti (tengah) menghadiri Pagelaran dan Diskusi Budaya "Ciparay Medar Budaya II" di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Minggu (5/7/2029).(Foto: Istimewa)

SATUJABAR, BANDUNG – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pelestarian budaya sebagai gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang digital. Menurutnya, budaya tidak boleh hanya hadir dalam bentuk festival atau pagelaran seni, tetapi harus hidup dalam keseharian sebagai jati diri bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Agita saat menghadiri Pagelaran dan Diskusi Budaya “Ciparay Medar Budaya II” bertema “Budaya Daerah Jati Diri Bangsa: Bersama DPD RI Melestarikan Budaya Nusantara”, yang digelar di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Minggu (5/7).

RelatedPosts

3 Kendaraan Terlibat Tabrakan di Jalur Pantura Indramayu, 10 Orang Tewas

Pemerintah Perkuat Pelindungan Anak di Pesantren dan Madrasah melalui Gernas RANA

Penyebab Ledakan di Toko Material Bangunan di Purwakarta Belum Bisa Dipastikan

Agita mengawali sambutannya dengan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Ciparay, panitia penyelenggara, para budayawan, seniman, komunitas budaya, tokoh masyarakat, dan seluruh pihak yang terus berkomitmen menjaga warisan budaya Sunda di tengah derasnya arus globalisasi.

Menurutnya, kegiatan seperti Ciparay Medar Budaya merupakan bukti bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya sebagai identitas bangsa.

“Ketika kita berbicara tentang budaya, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang jati diri. Tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan nilai-nilai apa yang ingin kita wariskan kepada generasi penerus,” ujar Agita melalui keterangan resmi.

Ia menuturkan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan budaya terbesar di dunia. Keberagaman suku bangsa, bahasa daerah, adat istiadat, kesenian, hingga tradisi yang dimiliki menjadi modal sosial yang harus terus dijaga sebagai kekuatan bangsa.

Di antara kekayaan tersebut, Jawa Barat memiliki posisi yang sangat strategis sebagai tanah yang melahirkan berbagai warisan budaya yang masih hidup hingga kini, mulai dari angklung, calung, wayang golek, jaipongan, pencak silat, karinding, kaulinan barudak, hingga berbagai tradisi adat yang mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Sunda seperti silih asih, silih asah, dan silih asuh.

Foto bersama anggota DPD Dapil Jabar Agita Nurfianti bersama budayawan, seniman, komunitas budaya, tokoh masyarakat, dan pemerintahan. (Foto: Istimewa)
Foto bersama anggota DPD Dapil Jabar Agita Nurfianti bersama budayawan, seniman, komunitas budaya, tokoh masyarakat, dan pemerintahan di acara Pagelaran dan Diskusi Budaya “Ciparay Medar Budaya II”. (Foto: Istimewa)

Agita menilai Kabupaten Bandung, termasuk Kecamatan Ciparay, merupakan salah satu wilayah yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya tersebut melalui para seniman, budayawan, serta komunitas kreatif yang terus melakukan regenerasi dan pelestarian budaya di tengah masyarakat.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan tantangan baru dalam pelestarian budaya. Kemudahan akses terhadap budaya global tidak boleh membuat generasi muda kehilangan kedekatan dengan budaya daerahnya sendiri.

“Jangan sampai anak-anak kita lebih mengenal budaya luar dibandingkan budayanya sendiri. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari, tetapi jangan sampai kemajuan itu membuat kita kehilangan akar. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu membawa budayanya berjalan berdampingan dengan perkembangan zaman,” tegasnya.

Karena itu, Agita menekankan bahwa pelestarian budaya harus dilakukan secara menyeluruh. Orang tua memiliki peran mengenalkan budaya sejak dini di lingkungan keluarga, dunia pendidikan perlu menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal, akademisi mengembangkan kajian kebudayaan, sementara generasi muda dapat memanfaatkan media digital sebagai sarana memperkenalkan budaya Nusantara kepada masyarakat dunia.

Sebagai anggota DPD RI yang mewakili Provinsi Jawa Barat, Agita menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, termasuk para pelaku seni dan budaya, dalam berbagai kebijakan di tingkat nasional.

Menurutnya, DPD RI akan terus mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada pelestarian budaya, penguatan komunitas budaya, perlindungan warisan budaya, pemberdayaan para seniman, hingga peningkatan kesejahteraan pelaku budaya.

“Menjaga budaya bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu, tetapi membangun masa depan bangsa. Budaya adalah fondasi karakter bangsa sekaligus modal sosial untuk menghadapi tantangan zaman,” katanya.

Selain memiliki nilai historis dan sosial, Agita juga melihat budaya sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, apabila dipadukan dengan kreativitas, pendidikan, dan sektor pariwisata, budaya dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas daerah.

Karena itu, ia menilai Ciparay Medar Budaya tidak hanya menjadi panggung pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang edukasi, ruang regenerasi, ruang silaturahmi, dan media memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya bangsa.

Secara khusus, Agita mengajak generasi muda untuk menjadi pelaku utama pelestarian budaya. Ia mendorong anak-anak muda memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan seni tradisional, bahasa daerah, kuliner, permainan tradisional, serta berbagai kekayaan budaya Nusantara dengan cara-cara yang kreatif dan sesuai perkembangan zaman.

“Budaya lokal tidak pernah kalah menarik. Yang dibutuhkan adalah kreativitas untuk memperkenalkannya kepada dunia. Mari kita buktikan bahwa budaya bukan sesuatu yang kuno, melainkan sesuatu yang membanggakan dan menjadi identitas kita sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Camat Ciparay, Sekretaris Camat Ciparay Suryana, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, para penggiat budaya, serta Anggota DPD RI yang telah mendukung terselenggaranya Ciparay Medar Budaya II.

Menurutnya, di tengah derasnya modernisasi, masyarakat Indonesia harus semakin terdorong untuk melestarikan budayanya sendiri, termasuk masyarakat Sunda yang memiliki kekayaan budaya yang sangat besar.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Ciparay mendukung penuh berbagai upaya pelestarian budaya. Kami berharap kegiatan ini mampu memperkuat silaturahmi, persaudaraan, dan sinergi antarmasyarakat sekaligus melahirkan bibit-bibit generasi penerus yang mampu mengharumkan budaya Ciparay hingga tingkat kabupaten, provinsi, bahkan nasional,” ujar Suryana.

Menutup sambutannya, Agita berharap semangat yang lahir dari Ciparay Medar Budaya II tidak berhenti pada penyelenggaraan acara semata, melainkan berkembang menjadi gerakan kolektif dalam menjaga warisan budaya Sunda sekaligus memperkuat persatuan bangsa.

“Ketika budaya daerah tetap hidup, Indonesia akan tetap berdiri tegak dengan jati dirinya. Mari kita rawat keberagaman sebagai kekuatan, menjadikan budaya sebagai perekat persaudaraan, sumber inspirasi, sekaligus modal pembangunan bangsa menuju Indonesia yang maju, berdaulat, dan tetap berakar pada nilai-nilai luhur Nusantara,” pungkas Agita.

Tags: Agita NurfiantiDewan Perwakilan DaerahDPD RI

Related Posts

Lokasi tabrakan maut mengakibatkan 10 orang tewas di Jalur Pantura, Kabupaten Indramayu.(Foto:Istimewa).

3 Kendaraan Terlibat Tabrakan di Jalur Pantura Indramayu, 10 Orang Tewas

Editor
12 Juli 2026

SATUJABAR, INDRAMAYU--Kecelakaan maut di Jalur Pantura, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, mengakibatkan sepuluh orang tewas. Kecelakaan maut terjadi di kawasan Lohbener,...

Pemerintah memperkuat pelindungan anak di pesantren dan madrasah melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA). - Untuk mengakses berbagai layanan Kementerian Agama, silakan kunjungi https://kemenag.go.id/layanan . Melalui portal ini, Anda dapat memperoleh informasi terkini mengenai, regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, serta berita Kemenag dari pusat dan daerah.(Foto: Humas Kemenag)

Pemerintah Perkuat Pelindungan Anak di Pesantren dan Madrasah melalui Gernas RANA

Editor
12 Juli 2026

JAKARTA - Pemerintah memperkuat pelindungan anak di pesantren dan madrasah melalui Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA)....

Lokasi terjadinya ledakan di toko material bangunan di Jalan Raya Wanayasa, Kabupaten Purwakarta.(Foto:Istimewa).

Penyebab Ledakan di Toko Material Bangunan di Purwakarta Belum Bisa Dipastikan

Editor
12 Juli 2026

SATUJABAR, PURWAKARTA--Penyebab ledakan hebat di toko material bangunan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, belum bisa dipastikan. Polres Purwakrta masih menunggu...

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Ledakan Hebat di Toko Material Bangunan di Purwakarta, Satu Tewas

Editor
12 Juli 2026

SATUJABAR, PURWAKARTA--Insiden ledakan hebat menghancurkan sebuah toko material bangunan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Selain menghancurkan toko material, ledakan tersebut...

Polres Bogor terapkan skema one-way, atau satu arah, di jalur Puncak.(Foto:Istimewa).

Jalur Puncak Satu Arah Usai Libur Sekolah

Editor
12 Juli 2026

SATUJABAR, BOGOR - Satlantas Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way di Jalur Puncak pada Minggu (12/7/2026),...

Kapal MSC ARIA III tiba di Pelabuhan Patimban pada Kamis, 9 Juli 2026, dan bertolak menuju Pasir Gudang, Johor, Malaysia pada Sabtu, 11 Juli 2026 pukul 19.45 LT setelah menyelesaikan kegiatan muat peti kemas di Pelabuhan Patimban Subang Jawa Barat.(Foto: Istimewa)

Pelabuhan Patimban Catat Layanan Perdana Rute Peti Kemas Internasional

Editor
12 Juli 2026

SATUJABAR, SUBANG — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban mengemukakan kapal MSC ARIA III telah menyelesaikan layanan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat