SATUJABAR, SUKABUMI – Anggota Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan Jawa Barat (Jabar) Agita Nurfianti mendukung dan mengapresiasi International Job Fair 2026 yang diselenggarakan di Kampus PASIM, Sukabumi, yang menurutnya dapat memperluas akses kerja dan meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya di Jabar. Demikian disampaikannya saat menghadiri bursa kerja tersebut Bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin dan Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Senin (27/7), di Sukabumi.
Agita mengapresiasi penyelenggaraan International Job Fair 2026 sebagai bentuk sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha dalam memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pencari kerja dengan berbagai perusahaan, termasuk peluang kerja di tingkat internasional.
Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya membuka akses terhadap lapangan pekerjaan, tetapi juga memberikan informasi yang lebih luas mengenai kebutuhan dunia kerja, kompetensi yang dibutuhkan industri, serta peluang bekerja secara profesional di dalam maupun luar negeri.
“Saya menyambut baik penyelenggaraan International Job Fair 2026 ini. Kegiatan seperti ini merupakan langkah nyata untuk mempertemukan talenta-talenta terbaik bangsa dengan dunia kerja. Semakin banyak ruang yang dibuka bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan akses pekerjaan, maka semakin besar pula peluang kita menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Agita melalui keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa Jabar memiliki potensi SDM yang sangat besar sehingga perlu terus didukung melalui peningkatan kompetensi, pelatihan, serta akses terhadap informasi pasar kerja yang kredibel dan berkualitas.
“Job fair bukan sekadar ajang rekrutmen, tetapi juga menjadi sarana membangun optimisme dan kesiapan generasi muda menghadapi persaingan global. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak perusahaan, baik nasional maupun internasional, sehingga semakin banyak putra-putri Indonesia, khususnya Jabar, yang memperoleh kesempatan bekerja sesuai kompetensinya,” lanjutnya.
Agita juga mengapresiasi kehadiran Menteri P2MI dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memperluas peluang kerja yang aman, legal, dan bermartabat bagi masyarakat Indonesia, termasuk bagi calon pekerja migran yang akan bekerja di luar negeri sesuai prosedur yang berlaku.
“Kita inginnya pekerja migran Indonesia naik kelas, tidak lagi paradigmanya pembantu rumah tangga. Kita isi sektor formal dan profesional di berbagai negara seperti kesehatan dan manufaktur,” ujar Menteri P2MI Mukhtaruddin.
Menurut Agita, penguatan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia industri merupakan kunci dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan pasar kerja global.
Sebagai Anggota Komite III DPD RI yang membidangi antara lain urusan ketenagakerjaan dan pelindungan pekerja migran, Agita menegaskan komitmennya untuk terus mendorong berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, perluasan kesempatan kerja, serta pelindungan terhadap pekerja Indonesia.
Ia berharap International Job Fair 2026 dapat menjadi inspirasi bagi berbagai daerah di Indonesia untuk menghadirkan forum serupa yang mampu menjembatani kebutuhan dunia usaha dengan potensi sumber daya manusia yang dimiliki daerah.
Sebagai informasi, International Job Fair 2026 ini menghadirkan 30 Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dengan lebih dari 5.000 peluang kerja di berbagai sektor, mulai dari konstruksi, manufaktur, pertanian, perhotelan, hingga kapal pesiar. Kegiatan ini berlangsung pada 27-28 Juli 2026.







