• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 23 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Semerbak Cuan di Aromatika Indofest 2025

Editor
Minggu, 13 Juli 2025 - 07:33
Aromatika Indofest 2025.

Aromatika Indofest 2025.(Foto: Dok. Humas Kemenperin)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Aromatika Indofest 2025. Ajang ini mempertemukan pelaku industri, komunitas kreatif, akademisi, dan pemerintah dalam satu wadah kolaboratif untuk membangun ekosistem industri aroma nasional yang kuat dan berdaya saing global.

“Ini merupakan momentum penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam industri wewangian berbasis kekayaan hayati dan budaya lokal,” ujar Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam sambutannya pada penutupan Aromatika Indofest 2025 di Jakarta, Jumat (11/7).

RelatedPosts

Ekonomi Pariwisata Kota Bandung Mengalir ke Kantung UMKM

Kemenperin Antar IKM Kerajinan Raup Rp 1,83 Miliar dari Penjualan Ekspor

OJK: Kredit UMKM Akan Tumbuh 7-9 Persen

Wamenperin juga menyampaikan selamat kepada para pemenang kompetisi parfum dan penerima Aromatika Award 2025. Menurutnya, karya-karya yang ditampilkan mencerminkan kreativitas tinggi serta membuktikan bahwa bahan baku lokal Indonesia dapat diolah menjadi produk unggulan secara estetika dan teknis.

“Penghargaan ini kami harapkan menjadi semangat baru untuk terus berinovasi dan memperkuat posisi aroma Indonesia di pasar global,” tegasnya.

Adapun para penerima penghargaan untuk Kompetisi Parfum, untuk Kategori Alcohol, yaitu Juara I (Sonny Yanuar Rakhmadi dengan nama produknya Rona-Rona Rambutan), Juara II (Aahmes Adam Filoni, produk: Sambac Noir), dan Juara III (Muhtadil Hakim, produknya: Father’s Heart). Selanjutnya, Kategori Alcohol – Free, Juara I (Fahmi Syakir, produknya: Puspa Sahaja), Juara II (Bayu Bambang Saputra, produknya: Stay Hi), dan Juara III (Fauzan Bahanan, produknya: Edanur).

Sementara itu, untuk penerima penghargaan Kompetisi Aromaterapi, pada kategori Health, yaitu Juara I (Energia Nature Made, produknya: Tara-Tara), dan Juara II (Syarifah Nadiratuzzahrah, produknya: Aromatic Hot Balm). Berikutnya, Kategori Beauty, Juara I (Yuli Sumantri, produknya: Beevi Naturally) dan Juara II (Endang Kintamani, produknya: Andaliman Face Oil Skin Anti Aging). Selain itu, Kategori Pleasure, Juara I (Agung Nurfaika, produknya: Aroma Jakarta) dan Juara II (Wiska Wildia, produknya: Srikandi).

Wamenperin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang kompetisi atas prestasi dan kreativitas luar biasa yang telah ditunjukkan. “Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi kemajuan industri wewangian nasional. Dan bagi para finalis yang belum meraih juara, teruslah berkarya karena kontribusi Anda tetap sangat berarti,” ungkapnya.

Wamenperin juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut berkontribusi dalam mendukung kegiatan ini. “Semoga Aromatika Indofest 2025 menjadi momentum penting dalam memperkenalkan dan memajukan produk-produk unggulan Indonesia, khususnya industri berbasis minyak atsiri, ke pasar global,” ujarnya.

Faisol menambahkan, industri atsiri Indonesia masih memiliki sejumlah tantangan yang harus diatasi. Beberapa isu yang menjadi perhatian, di antaranya keberlanjutan dan standarisasi bahan baku, kurangnya diversifikasi produk hilir, kebutuhan peningkatan kompetensi SDM, serta terbatasnya akses pasar global.

Sebagai respons atas tantangan tersebut, Kemenperin akan menggulirkan sejumlah program strategis, antara lain penyusunan roadmap pengembangan industri atsiri nasional, penyusunan database nasional minyak atsiri, dorongan dan fasilitasi indikasi geografis untuk minyak atsiri indonesia, penguatan pusat flavor and fragrance (PFF) di Sumatera Barat dan Bali, serta kompetisi wewangian daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

“Langkah-langkah ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun industri minyak atsiri yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Wamenperin juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem industri aroma dari hulu ke hilir. Di tingkat hulu, perlunya pendampingan petani, regenerasi penyuling, dan penguatan koperasi harus menjadi prioritas.

Sedangkan di sektor antara dan hilir, perlu inovasi teknologi, formula, dan desain agar produk aroma Indonesia mampu bersaing secara global. Selanjutnya, di sektor pemasaran, strategi branding kolektif dan penguatan diplomasi dagang dinilai penting untuk membawa aroma Indonesia ke panggung dunia.

Faisol optimistis, dengan semangat gotong royong, Indonesia dapat menciptakan ekosistem aroma yang inklusif bagi seluruh pelaku, berbasis kearifan lokal dan ilmu pengetahuan, berorientasi ekspor, dan berkelanjutan secara lingkungan dan sosial.

“Saya mengajak seluruh pelaku usaha, akademisi, peneliti, komunitas, serta rekan-rekan media untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dan menjalin kemitraan strategis demi memajukan pembangunan industri minyak atsiri dalam negeri,” ucapnya.

Tags: Aromatika Indofest 2025

Related Posts

Wali Kota Bandung Muhammad farhan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ekonomi Pariwisata Kota Bandung Mengalir ke Kantung UMKM

Editor
16 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan Kota Bandung saat ini telah berkembang menjadi salah satu destinasi wisata...

(Foto: Dok. Kemenperin)

Kemenperin Antar IKM Kerajinan Raup Rp 1,83 Miliar dari Penjualan Ekspor

Editor
12 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal lndustri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus melakukan peningkatan daya saing pelaku...

Logo OJK,Stabilitas sektor jasa keuangan,Survei Penilaian Integritas 2024,penyelesaian masalah pinjol

OJK: Kredit UMKM Akan Tumbuh 7-9 Persen

Editor
11 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa penyaluran kredit kepada U​saha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada 2026...

Ekspor produk bumbu ke Arab Saudi.(Foto: Dok. Kemenhaj)

UMKM Indonesia Ekspor Bumbu Ke Arab Saudi

Editor
4 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU)...

Keripik pisang. (Foto: Dok. Kemendag)

9 Ton Keripik Pisang Ini Diekspor Ke Malaysia

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, MEDAN - Menteri Perdagangan, Budi Santoso melepas ekspor sembilan ton keripik pisang kepok merek Archila ke Malaysia senilai Rp270...

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Kemenperin Dorong Percepatan Sertifikasi Halal di Daerah

Editor
27 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perindustrian terus memperkuat daya saing industri nasional melalui peningkatan layanan jasa industri dan percepatan sertifikasi halal....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.