• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 1 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Semerbak Cuan di Aromatika Indofest 2025

Editor
Minggu, 13 Juli 2025 - 07:33
Aromatika Indofest 2025.

Aromatika Indofest 2025.(Foto: Dok. Humas Kemenperin)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Aromatika Indofest 2025. Ajang ini mempertemukan pelaku industri, komunitas kreatif, akademisi, dan pemerintah dalam satu wadah kolaboratif untuk membangun ekosistem industri aroma nasional yang kuat dan berdaya saing global.

“Ini merupakan momentum penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam industri wewangian berbasis kekayaan hayati dan budaya lokal,” ujar Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam sambutannya pada penutupan Aromatika Indofest 2025 di Jakarta, Jumat (11/7).

RelatedPosts

UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM

Kemenhut Dorong Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Berbasis Agroforestri dan Ekowisata di Jawa Timur

Wamenperin juga menyampaikan selamat kepada para pemenang kompetisi parfum dan penerima Aromatika Award 2025. Menurutnya, karya-karya yang ditampilkan mencerminkan kreativitas tinggi serta membuktikan bahwa bahan baku lokal Indonesia dapat diolah menjadi produk unggulan secara estetika dan teknis.

“Penghargaan ini kami harapkan menjadi semangat baru untuk terus berinovasi dan memperkuat posisi aroma Indonesia di pasar global,” tegasnya.

Adapun para penerima penghargaan untuk Kompetisi Parfum, untuk Kategori Alcohol, yaitu Juara I (Sonny Yanuar Rakhmadi dengan nama produknya Rona-Rona Rambutan), Juara II (Aahmes Adam Filoni, produk: Sambac Noir), dan Juara III (Muhtadil Hakim, produknya: Father’s Heart). Selanjutnya, Kategori Alcohol – Free, Juara I (Fahmi Syakir, produknya: Puspa Sahaja), Juara II (Bayu Bambang Saputra, produknya: Stay Hi), dan Juara III (Fauzan Bahanan, produknya: Edanur).

Sementara itu, untuk penerima penghargaan Kompetisi Aromaterapi, pada kategori Health, yaitu Juara I (Energia Nature Made, produknya: Tara-Tara), dan Juara II (Syarifah Nadiratuzzahrah, produknya: Aromatic Hot Balm). Berikutnya, Kategori Beauty, Juara I (Yuli Sumantri, produknya: Beevi Naturally) dan Juara II (Endang Kintamani, produknya: Andaliman Face Oil Skin Anti Aging). Selain itu, Kategori Pleasure, Juara I (Agung Nurfaika, produknya: Aroma Jakarta) dan Juara II (Wiska Wildia, produknya: Srikandi).

Wamenperin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pemenang kompetisi atas prestasi dan kreativitas luar biasa yang telah ditunjukkan. “Semoga pencapaian ini menjadi inspirasi bagi kemajuan industri wewangian nasional. Dan bagi para finalis yang belum meraih juara, teruslah berkarya karena kontribusi Anda tetap sangat berarti,” ungkapnya.

Wamenperin juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut berkontribusi dalam mendukung kegiatan ini. “Semoga Aromatika Indofest 2025 menjadi momentum penting dalam memperkenalkan dan memajukan produk-produk unggulan Indonesia, khususnya industri berbasis minyak atsiri, ke pasar global,” ujarnya.

Faisol menambahkan, industri atsiri Indonesia masih memiliki sejumlah tantangan yang harus diatasi. Beberapa isu yang menjadi perhatian, di antaranya keberlanjutan dan standarisasi bahan baku, kurangnya diversifikasi produk hilir, kebutuhan peningkatan kompetensi SDM, serta terbatasnya akses pasar global.

Sebagai respons atas tantangan tersebut, Kemenperin akan menggulirkan sejumlah program strategis, antara lain penyusunan roadmap pengembangan industri atsiri nasional, penyusunan database nasional minyak atsiri, dorongan dan fasilitasi indikasi geografis untuk minyak atsiri indonesia, penguatan pusat flavor and fragrance (PFF) di Sumatera Barat dan Bali, serta kompetisi wewangian daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

“Langkah-langkah ini akan menjadi fondasi penting dalam membangun industri minyak atsiri yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Wamenperin juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem industri aroma dari hulu ke hilir. Di tingkat hulu, perlunya pendampingan petani, regenerasi penyuling, dan penguatan koperasi harus menjadi prioritas.

Sedangkan di sektor antara dan hilir, perlu inovasi teknologi, formula, dan desain agar produk aroma Indonesia mampu bersaing secara global. Selanjutnya, di sektor pemasaran, strategi branding kolektif dan penguatan diplomasi dagang dinilai penting untuk membawa aroma Indonesia ke panggung dunia.

Faisol optimistis, dengan semangat gotong royong, Indonesia dapat menciptakan ekosistem aroma yang inklusif bagi seluruh pelaku, berbasis kearifan lokal dan ilmu pengetahuan, berorientasi ekspor, dan berkelanjutan secara lingkungan dan sosial.

“Saya mengajak seluruh pelaku usaha, akademisi, peneliti, komunitas, serta rekan-rekan media untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran dan menjalin kemitraan strategis demi memajukan pembangunan industri minyak atsiri dalam negeri,” ucapnya.

Tags: Aromatika Indofest 2025

Related Posts

Sosialisasi sertifikasi halal.(Foto: Humas Kemendag)

UMKM Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

Editor
30 September 2026

TANGERANG SELATAN - Kementerian Perdagangan terus memacu kesiapan pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dalam mempersiapkan diri menghadapi implementasi kewajiban...

Ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ternyata memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya bagi para pelaku UMKM di daerah Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Jawa Barat. (foto:Herry/kemenpora.go.id)

FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM

Editor
30 September 2026

SOREANG - Ajang FIFA ASEAN CUP 2026 ternyata memberi dampak ekonomi untuk masyarakat. Salah satunya bagi para pelaku Usaha Mikro,...

Safari Perhutanan Sosial pada 26–27 September 2026 di Kabupaten Malang dan Pasuruan.(Foto: Humas Kemenhut)

Kemenhut Dorong Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Berbasis Agroforestri dan Ekowisata di Jawa Timur

Editor
29 September 2026

MALANG - Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial (PUPS) bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur melaksanakan Safari Perhutanan...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir berbicara dengan petani di Cibubut.(Foto: Diskominfo Pemkab Sumedang)

Bupati Sumedang Sambangi Petani Labu Siam Beromzet Jutaan Rupiah

Editor
29 September 2026

BANDUNG - Sektor pertanian menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Dusun Cibubut, Desa Jayamekar, Kecamatan Cibugel. Salah satunya melalui...

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf bersama jajaran di UMKM Expo di Madiun.(Foto: Humas Kemenhaj)

UMKM Expo di Madiun Catat Transaksi Rp5,7 Miliar, MoU Ekspor ke Arab Saudi

Editor
28 September 2026

MADIUN - Penyelenggaraan Expo UMKM dan Ekosistem Haji & Umrah tahun 2026 yang diselenggarakan di Kota Madiun menuai kesuksesan besar...

Ketua Dekranasda Kab. Bogor Eva Rudy Susmanto didampingi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) dan jajaran.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

UMKM Kabupaten Bogor Didorong Naik Kelas

Editor
27 September 2026

JAKARTA – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bogor, Ny. Eva Rudy Susmanto, mendorong pelaku UMKM Kabupaten Bogor untuk...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.