• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 14 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Sebab Kematian 2 Anak Harimau Benggala di Kebun Binatang Bandung

Editor
Jumat, 27 Maret 2026 - 06:07
Harimau di Kebun Binatang Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Harimau di Kebun Binatang Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Duka mendalam menyelimuti Kebun Binatang Bandung setelah dua anak harimau Benggala dilaporkan mati akibat serangan virus Panleukopenia. Meski telah mendapat penanganan intensif dari berbagai pihak nyawa keduanya tak berhasil diselamatkan.

Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Eri mengungkapkan, kedua anakan harimau tersebut terjangkit virus yang dikenal sangat berbahaya, terutama bagi satwa muda.

RelatedPosts

Ibu dan Bayi di Garut Ditemukan Tewas, Diduga Gegara Praktik Aborsi

325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan di Jawa Barat

Kebakaran Gunung Bromo: Unsur Kesengajaan Diselidiki

“Secara umum, keduanya terinfeksi panleukopenia. Berbagai upaya sudah dilakukan secara maksimal, namun hasil akhirnya berkata lain,” kata Eri, di Kebun Binatang Bandung, Kamis 26 Maret 2026 seperti dikabarkan Humas Pemkot Bandung.

Penanganan dilakukan secara kolaboratif oleh tim lintas instansi, mulai dari Rumah Sakit Hewan Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), BBKSDA, hingga tim medis dari kebun binatang. Seluruh pihak disebut telah bekerja dengan dedikasi tinggi demi menyelamatkan kedua satwa tersebut.

“Kami sangat berduka. Kedua anak harimau ini bukan sekadar satwa tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Bandung,” ujarnya.

Kedua harimau tersebut dilaporkan meninggal pada pagi hari, bertepatan dengan pergantian jadwal piket petugas. Sebelumnya, sempat muncul harapan setelah salah satu anakan menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Menurut tim dokter, peluang hidup biasanya meningkat jika satwa mampu bertahan lebih dari 48 hingga 72 jam. Namun, kondisi salah satu anakan kembali menurun drastis hingga akhirnya tidak tertolong.

Gejala yang muncul pada kedua harimau antara lain muntah, diare, hingga adanya darah pada feses indikasi kuat infeksi virus yang menyerang sistem pencernaan dan imunitas.

Menanggapi kejadian ini, pihak kebun binatang langsung melakukan langkah antisipatif, termasuk pembersihan kandang secara menyeluruh serta penyemprotan disinfektan secara intensif guna mencegah penyebaran virus.

Terkait sumber penularan, Eri menjelaskan panleukopenia dapat berasal dari berbagai faktor, termasuk lingkungan sekitar.

Satwa berusia muda memang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap infeksi. Dugaan penularan dari induk juga masih dalam tahap pendalaman.

“Kami belum bisa memastikan apakah ada satwa lain yang terjangkit. Saat gejala muncul, anakan langsung diisolasi ke kandang karantina dan ditangani secara intensif,” jelasnya.

Sementara itu, dokter hewan dari BBKSDA, Agnisa memastikan diagnosis telah dilakukan secara cepat dan akurat. Pemeriksaan melalui rapid test serta analisis sampel feses menunjukkan hasil positif panleukopenia pada kedua anakan harimau tersebut.

“Begitu gejala muncul, kami langsung melakukan pemeriksaan. Hasilnya mengonfirmasi bahwa keduanya positif terjangkit virus panleukopenia,” ujarnya.

Tags: Harimau Benggala

Related Posts

Ilustrasi mayat korban.(Foto:Istimewa).

Ibu dan Bayi di Garut Ditemukan Tewas, Diduga Gegara Praktik Aborsi

Editor
13 September 2026

SATUJABAR, GARUT--Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditemukan tewas bersama bayi yang baru dilahirkannya. Kematian ibu dan...

Ilustrasi kebakaran.(Foto:Istimewa).

325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan di Jawa Barat

Editor
13 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Ratusan hektare lahan terbakar dan ratusan ribu kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan di Jawa Barat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah...

Tim ahli karhutla dan akademisi menelusuri penyebab utama kebakaran Gunung Bromo serta mengusut dugaan tindak pidananya.(Foto: Humas Kemenhut)

Kebakaran Gunung Bromo: Unsur Kesengajaan Diselidiki

Editor
13 September 2026

PROBOLINGGO - Penanganan kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melibatkan tim ahli karhutla dan akademisi guna menelusuri penyebab...

Kebakaran di Gunung Ciremai.(Foto: TNGC Via Kemenhut)

Kebakaran Hutan Gunung Ciremai Berhasil Dikendalikan

Editor
13 September 2026

KUNINGAN — Kementerian Kehutanan melalui Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berhasil mengendalikan kebakaran hutan yang terjadi selama tiga hari,...

Kondisi lahan yang terbakar di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur pada Jumat (11/9). (Foto: BPBD Kabupaten Ponorogo.)

Editor
13 September 2026

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia. Berdasarkan laporan yang dihimpun BNPB...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Minggu 13/9/2026 Antam Rp 2.604.000 Per Gram

Editor
13 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Minggu 13/9/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.604.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.