• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 1 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Saripohatji, Bedak Asal Ciamis yang Bisa Bertahan

Editor
Sabtu, 24 Februari 2024 - 08:06
Saripohatji

Saripohatji

SATUJABAR, BANDUNG – Saripohatji, bedak kecantikan yang melegenda dari Ciamis Jawa Barat.

Di tengah gempuran berbagai jenis bedak kecantikan modern, Saripohatji tetap konsisten bertahan dengan ramuan nenek moyang.

RelatedPosts

Persaingan Makin Sengit, Sirnas A Jawa Barat 2026 Memasuki Babak 16 Besar dan Perempat Final

Asian Games 2026: Desak Made Rita Sumbang Emas ke-4 Indonesia

Hydroplus Sirnas PBSI: Merawat Harapan, Merajut Impian

Baik itu komposisi bahan baku alami, cara pembuatan secara tradisional, kemasan, maupun namanya hingga sekarang belum banyak berubah.

Hal tersebut disampaikan Ninawati Syahrul, Peneliti Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan (PR MLTL) Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra) dalam Webinar MLTL Seri ke-15 dengan tema Perawatan Kecantikan Perempuan Indonesia dalam Pendekatan Tradisi dan Sains, di Jakarta, Kamis (22/02).

Ia menyampaikan paparannya berjudul Saripohatji: Kebertahanan Kosmetik Tradisional Perempuan Sunda di Ciamis, Jawa Barat.

Menurutnya, Saripohatji merupakan ikon sejarah kosmetik dari Ciamis, yang bermula dari kebiasaan seorang perempuan cantik asli Ciamis bernama Siti Marijah.

Ninawati mengungkapkan alasan mengapa kosmetik tersebut banyak diminati, bahkan sejak 1927.

”Dia merawat wajah dan tubuhnya dengan kosmetik bahan-bahan alami, yang membuatnya kian hari kian glowing. Kosmetik tersebut menarik minat para tetangganya, hingga perempuan Belanda,” tuturnya.

Semenjak peristiwa tersebut, jelasnya, Siti Marijah terinspirasi untuk mendirikan usaha industri rumahan.

ASAL USUL

Asal usul nama Saripohatji berasal dari nama Dewi Beras Saripohatji yang ditemukan dalam legenda Sunda.

Salah satunya yaitu Nyai Pohaci Sanghiyang Asri seorang bidadari atau dewi cantik perlambang kesuburan.

Pada  1960 sampai 1980 usahanya berkembang pesat, sebagai masa kejayaannya. Saripohatji menjadi primadona, khususnya di daerah Ciamis.

Dari keuntungan usahanya tersebut, ia mendirikan Masjid Jami Sifaul Qulub yang berdiri hingga sekarang, dan digunakan oleh masyarakat.

Ia pun diganjar penghargaan oleh Bupati Ciamis karena sudah mengharumkan nama Ciamis, bahkan produk tersebut sudah sampai ke luar negeri.

Menurutnya, pada 2007, produk Saripohatji berhenti sementara karena harus bersaing dengan produk lain. Pada 2011 kembali aktif berproduksi untuk memenuhi permintaan pasar sampai saat ini, dan Nina pun menjelaskan rahasianya.

“Pertama, konsisten dengan komposisi bahan alami, seperti temulawak, temu kuning, tomat, jeruk nipis, dan berbagai ekstrak atau saripati daun, seperti daun pandan, daun jambu, maupun daun asem. Semua bahan alami tersebut diparut, dan diambil ekstraknya. Kemudian, ekstrak tersebut dicampur dengan tepung atau kapur batu alam, serta batu bintang yang didatangkan dari Bangka Belitung,” urainya.

Kedua, terang dia, konsisten pada proses produksi secara tradisional yaitu beras sebagai bahan utama, sedangkan bahan herbal sebagai bahan pendukung yang direndam selama dua hari.

“Kemudian bahan-bahan tersebut ditumbuk, diendapkan, diambil ekstraknya, dicampur dengan tepung beras dan tepung batu alam. Hasilnya dibentuk menjadi kapsul bedak, atau pintilan oleh tangan trampil para pekerja. Agar produk awet, bedak dikeringkan dengan dijemur di bawah sinar matahari,” rincinya.

Ketiga, konsisten dengan orisinalitas kemasan dan nama (brand). Nama Saripohatji yang masih menggunakan ejaan Van Ophuijsen sengaja dipertahankan, agar konsumen tetap mengenali produk dan tidak menghilangkan kharismanya.

Peneliti berikutnya Atisah dari PR MLTL BRIN menyampaikan manfaat Saripohatji yaitu mencegah penuaan dini, menyegarkan, dan mencerahkan wajah.

Menyamarkan flek dan bekas jerawat, mengurangi minyak yang berlebih mengecilkan pori-pori wajah,  mencegah timbulnya jerawat, dan membantu menghilangkan beruntusan.

Ia juga menjelaskan mengenai sistem pewarisan Saripohatji yang bertahan sampai generasi ketiga, mulai 1959 hingga 1971 usaha ini dilanjutkan oleh suaminya, Pak Harjo.

“Setelah Pak Harjo wafat, perusahaan dikelola oleh Ocoh Setiawati sebagai istri kedua, dan Neneng Fatimah istri ketiga sampai 1985. Sepeninggal Neneng Fatimah, usaha dilanjutkan oleh Ocoh Setiawati dan anak-anaknya sampai sekarang,” bebernya.

Popularitas Saripohatji saat ini juga terdongkrak lewat banyaknya konten youtube, dan para vlogger kecantikan yang mengulas efektivitas bedak Saripohatji hingga kini.

Saripohatji mudah dicari, tidak hanya dijual di warung tradisional, juga banyak tersedia dalam penjualan online.

 

Sumber: brin.go.id

Tags: Saripohatji

Related Posts

HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Barat 2026 yang berlangsung di dua lokasi, yakni GOR Bandung (Jalan Jakarta) dan GOR Pajajaran, memasuki hari keempat pada Kamis (1/10/2026).(Foto: Satujabar.com)

Persaingan Makin Sengit, Sirnas A Jawa Barat 2026 Memasuki Babak 16 Besar dan Perempat Final

Editor
1 Oktober 2026

BANDUNG — Gelaran kejuaraan bulu tangkis HYDROPLUS Sirkuit Nasional (Sirnas) A Jawa Barat 2026 yang berlangsung di dua lokasi, yakni...

Indonesia kembali menambah pundi medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kali ini diukir atlet panjat tebing putri Desak Made Rita Kusuma dengan catatan waktu 6,062 detik.(foto:Gilang/kemenpora.go.id)

Asian Games 2026: Desak Made Rita Sumbang Emas ke-4 Indonesia

Editor
30 September 2026

JAKARTA – Asian Games 2026 belum berakhir. Masih ada harapan bagi Indonesia untuk terus bergerak naik. Indonesia kembali menambah pundi-pundi...

Peserta Hydroplus Sirkuit Nasional Jawa Barat 2026 memanjatkan doa sebelum bertanding di GOR Bandung Jl. Jakarta, Rabu 30 September 2026.

Hydroplus Sirnas PBSI: Merawat Harapan, Merajut Impian

Editor
30 September 2026

Langkah kaki-kaki berderak riuh di atas lantai hijau hall pertandingan, memecah ruangan di GOR Bandung Jalan Jakarta Kota Bandung yang...

Peresmian Museum Bing Slamet.(Foto/Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan / Agung panji)

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Editor
30 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Museum Bing Slamet yang berlokasi di Jalan Arimbi No. 7, Tanah Tinggi,...

UEFA Nations League

UEFA Nations League: Spanyol & Inggris Menang

Editor
30 September 2026

BANDUNG – UEFA Nations League 2026/2027 pada Selasa 29 September 2026 antara lain menyajikan laga Grup B  antara Spanyol melawan...

Gajah binaan bernama Lisa (45 tahun) melahirkan seekor anak gajah berjenis kelamin jantan dalam kondisi sehat di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riay Senin (28/9).(Foto: Humas Kemenhut)

Gajah Lisa Lahirkan Anak Ke-enam, Alhamdulillah Sehat

Editor
29 September 2026

RIAU - Kabar bahagia datang dari upaya konservasi gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Provinsi Riau. Gajah binaan bernama Lisa...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.