• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 2 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Saripohatji, Bedak Asal Ciamis yang Bisa Bertahan

Editor
Sabtu, 24 Februari 2024 - 08:06
Saripohatji

Saripohatji

SATUJABAR, BANDUNG – Saripohatji, bedak kecantikan yang melegenda dari Ciamis Jawa Barat.

Di tengah gempuran berbagai jenis bedak kecantikan modern, Saripohatji tetap konsisten bertahan dengan ramuan nenek moyang.

RelatedPosts

Zikir dan Doa Kebangsaan 2026: 100.000 Orang Hadiri Padati Monas

6 Pemuka Agama Pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan 2026

Harga BBM Pertamina Per 1 Agustus 2026 Area Jawa Barat

Baik itu komposisi bahan baku alami, cara pembuatan secara tradisional, kemasan, maupun namanya hingga sekarang belum banyak berubah.

Hal tersebut disampaikan Ninawati Syahrul, Peneliti Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan (PR MLTL) Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra) dalam Webinar MLTL Seri ke-15 dengan tema Perawatan Kecantikan Perempuan Indonesia dalam Pendekatan Tradisi dan Sains, di Jakarta, Kamis (22/02).

Ia menyampaikan paparannya berjudul Saripohatji: Kebertahanan Kosmetik Tradisional Perempuan Sunda di Ciamis, Jawa Barat.

Menurutnya, Saripohatji merupakan ikon sejarah kosmetik dari Ciamis, yang bermula dari kebiasaan seorang perempuan cantik asli Ciamis bernama Siti Marijah.

Ninawati mengungkapkan alasan mengapa kosmetik tersebut banyak diminati, bahkan sejak 1927.

”Dia merawat wajah dan tubuhnya dengan kosmetik bahan-bahan alami, yang membuatnya kian hari kian glowing. Kosmetik tersebut menarik minat para tetangganya, hingga perempuan Belanda,” tuturnya.

Semenjak peristiwa tersebut, jelasnya, Siti Marijah terinspirasi untuk mendirikan usaha industri rumahan.

ASAL USUL

Asal usul nama Saripohatji berasal dari nama Dewi Beras Saripohatji yang ditemukan dalam legenda Sunda.

Salah satunya yaitu Nyai Pohaci Sanghiyang Asri seorang bidadari atau dewi cantik perlambang kesuburan.

Pada  1960 sampai 1980 usahanya berkembang pesat, sebagai masa kejayaannya. Saripohatji menjadi primadona, khususnya di daerah Ciamis.

Dari keuntungan usahanya tersebut, ia mendirikan Masjid Jami Sifaul Qulub yang berdiri hingga sekarang, dan digunakan oleh masyarakat.

Ia pun diganjar penghargaan oleh Bupati Ciamis karena sudah mengharumkan nama Ciamis, bahkan produk tersebut sudah sampai ke luar negeri.

Menurutnya, pada 2007, produk Saripohatji berhenti sementara karena harus bersaing dengan produk lain. Pada 2011 kembali aktif berproduksi untuk memenuhi permintaan pasar sampai saat ini, dan Nina pun menjelaskan rahasianya.

“Pertama, konsisten dengan komposisi bahan alami, seperti temulawak, temu kuning, tomat, jeruk nipis, dan berbagai ekstrak atau saripati daun, seperti daun pandan, daun jambu, maupun daun asem. Semua bahan alami tersebut diparut, dan diambil ekstraknya. Kemudian, ekstrak tersebut dicampur dengan tepung atau kapur batu alam, serta batu bintang yang didatangkan dari Bangka Belitung,” urainya.

Kedua, terang dia, konsisten pada proses produksi secara tradisional yaitu beras sebagai bahan utama, sedangkan bahan herbal sebagai bahan pendukung yang direndam selama dua hari.

“Kemudian bahan-bahan tersebut ditumbuk, diendapkan, diambil ekstraknya, dicampur dengan tepung beras dan tepung batu alam. Hasilnya dibentuk menjadi kapsul bedak, atau pintilan oleh tangan trampil para pekerja. Agar produk awet, bedak dikeringkan dengan dijemur di bawah sinar matahari,” rincinya.

Ketiga, konsisten dengan orisinalitas kemasan dan nama (brand). Nama Saripohatji yang masih menggunakan ejaan Van Ophuijsen sengaja dipertahankan, agar konsumen tetap mengenali produk dan tidak menghilangkan kharismanya.

Peneliti berikutnya Atisah dari PR MLTL BRIN menyampaikan manfaat Saripohatji yaitu mencegah penuaan dini, menyegarkan, dan mencerahkan wajah.

Menyamarkan flek dan bekas jerawat, mengurangi minyak yang berlebih mengecilkan pori-pori wajah,  mencegah timbulnya jerawat, dan membantu menghilangkan beruntusan.

Ia juga menjelaskan mengenai sistem pewarisan Saripohatji yang bertahan sampai generasi ketiga, mulai 1959 hingga 1971 usaha ini dilanjutkan oleh suaminya, Pak Harjo.

“Setelah Pak Harjo wafat, perusahaan dikelola oleh Ocoh Setiawati sebagai istri kedua, dan Neneng Fatimah istri ketiga sampai 1985. Sepeninggal Neneng Fatimah, usaha dilanjutkan oleh Ocoh Setiawati dan anak-anaknya sampai sekarang,” bebernya.

Popularitas Saripohatji saat ini juga terdongkrak lewat banyaknya konten youtube, dan para vlogger kecantikan yang mengulas efektivitas bedak Saripohatji hingga kini.

Saripohatji mudah dicari, tidak hanya dijual di warung tradisional, juga banyak tersedia dalam penjualan online.

 

Sumber: brin.go.id

Tags: Saripohatji

Related Posts

Zikir dan Doa Kebangsaan 2026 di Monumen Nasional Jakarta.(Foto: Humas Kemenag)

Zikir dan Doa Kebangsaan 2026: 100.000 Orang Hadiri Padati Monas

Editor
2 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Suasana khidmat menyelimuti kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta,, saat pemerintah menggelar Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai pembuka...

Enam pemuka agama pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (01/08/2026).(Foto: Setneg)

6 Pemuka Agama Pimpin Zikir dan Doa Kebangsaan 2026

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Enam pemuka agama akan memimpin doa bersama pada acara Zikir dan Doa Kebangsaan yang diselenggarakan di kawasan...

Terminal BBM Pertamina.(Foto: Istimewa)

Harga BBM Pertamina Per 1 Agustus 2026 Area Jawa Barat

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga BBM atau bahan bakar minyak Pertamina area Jawa Barat per Sabtu 1 Agustus 2026 dikutip dari...

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) secara resmi menetapkan kontingen Indonesia yang akan berlaga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.(foto:NOC Indonesia)

Asian Games 2026: Indonesia Kirim 432 Atlet untuk 35 Cabor

Editor
1 Agustus 2026

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang. SATUJABAR, JAKARTA - Komite Olimpiade Indonesia...

Gerbang Desa Hantu.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Desa Hantu Cicadas Kota Bandung: Warga Kreatif, Dongkrak UMKM

Editor
1 Agustus 2026

Suasana berbeda tampak di RT 05 RW 06, Kelurahan Cicadas, Kecamatan Cibeunying Kidul. Kawasan permukiman tersebut disulap menjadi Desa Hantu,...

Lokasi penebangan pohon di Jalan Riau Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Buntut Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Wali Kota Bakal Seret ke Meja Hijau

Editor
1 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengambil sikap tegas terhadap dugaan penebangan liar 10 pohon yang terjadi di...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat