• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 1 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Editor
Rabu, 30 September 2026 - 06:18
Peresmian Museum Bing Slamet.(Foto/Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan / Agung panji)

Peresmian Museum Bing Slamet.(Foto/Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan / Agung panji)

JAKARTA – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Museum Bing Slamet yang berlokasi di Jalan Arimbi No. 7, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, bertepatan dengan peringatan Hari Komedi Nasional dan hari kelahiran Bing Slamet. Peresmian ini menjadi bentuk penghormatan kepada Bing Slamet sebagai salah satu maestro seni Indonesia yang memiliki perjalanan panjang di dunia musik, lawak, film, sekaligus turut berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan dan perkembangan kebudayaan Indonesia.

Museum Bing Slamet dibangun oleh Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Sejarah dan Permuseuman dengan memanfaatkan rumah peninggalan sang maestro. Bangunan rumah dipertahankan dengan arsitektur dan ruang-ruang aslinya melalui renovasi ringan untuk menjaga nilai historis sekaligus menghadirkan pengalaman sejarah yang lebih dekat kepada masyarakat.

RelatedPosts

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Menbud Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia

Keraton Sumedang Larang Beri Penghargaan ke Bupati

Menteri Kebudayaan mengatakan bahwa peresmian Museum Bing Slamet bertepatan dengan peringatan Hari Komedi Nasional. Peringatan tersebut juga bertepatan dengan hari lahir Bing Slamet pada 27 September 1927 dan menjadi momentum untuk mengenang kiprah salah satu tokoh penting dalam sejarah seni dan komedi Indonesia.

“Rumah ini adalah tempat perjumpaan. Di rumah ini saya dengar juga karena saya pernah menulis buku tentang Idris Sardi, dan juga saya mendengar cerita-cerita dari para seniman budayawan adalah tempat bertemu, perjumpaan, dialog, diskusi dari para seniman budayawan di zaman itu khususnya di tahun-tahun 50-an, 60-an, dan 70-an,” ungkap Menbud melalui keterangan resmi.

Menbud juga menyampaikan harapannya agar keberadaan Museum Bing Slamet dapat berkembang menjadi salah satu kantong atau enklaf budaya di tengah masyarakat Johar Baru, sekaligus menjadi salah satu pusat budaya yang dapat diakses dan didukung oleh masyarakat sekitar.

“Yang paling penting masyarakat yang ada di sini mendukung supaya museum ini menjadi salah satu pusat budaya dan juga menjadi tempat untuk belajar, untuk mengapresiasi, mengenang, dan juga memberikan inspirasi agar nanti lahir seniman dan budayawan seperti Bing Slamet di masa mendatang,” jelas Menbud.

Direktur Jenderal Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Restu Gunawan, dalam laporannya menyampaikan bahwa kehadiran Museum Bing Slamet merupakan bagian dari komitmen Kementerian Kebudayaan untuk memastikan museum hadir sebagai ruang publik yang relevan, edukatif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Kementerian Kebudayaan pada tahun 2026 melakukan revitalisasi terhadap sekitar 200 museum dan cagar budaya secara bertahap. Museum Bing Slamet menjadi salah satu museum yang ditata dan diselesaikan pada tahun ini setelah sebelumnya dimulai pembangunannya saat penetapan Hari Komedi Nasional pada tahun 2025,” paparnya.

Sedangkan Adi Bing Slamet, mewakili Keluarga Bing Slamet menyampaikan apresiasi dan rasa harunya kepada Kementerian Kebudayaan atas inisiatif dan kerja keras dalam mewujudkan rumah tersebut sebagai museum. Menurut Adi Bing Slamet, rumah di Jalan Arifin No 7 ini bukan sekadar bangunan tempat tinggal. Pada era keemasan Bing Slamet, rumah tersebut menjadi markas kreatif sekaligus tempat berkumpulnya para maestro dan seniman lintas generasi.

“Mengubah kediaman ini menjadi museum, kami merasa kehangatan dan semangat itu dihidupkan kembali. Rumah ini dibuka kembali untuk publik, bukan hanya sebagai tempat mengenang Bing Slamet, tetapi sebagai tempat merayakan sejarah kebersamaan para insan seniman Indonesia,” ucap Adi.

Museum Bing Slamet menghadirkan delapan area yang menceritakan perjalanan hidup sang maestro, mulai dari masa kecil, musik, lawak, film, memori keluarga, jejaring seniman, perjuangan kemerdekaan, hingga ruang apresiasi masyarakat. Koleksi yang ditampilkan antara lain gitar, piringan hitam, piagam penghargaan, foto keluarga, surat pribadi, pakaian, serta berbagai memorabilia Bing Slamet.

Museum juga menyajikan sejumlah ruang autentik rumah Bing Slamet yang dipertahankan sebagai bagian dari narasi museum. Sejumlah media interaktif turut dihadirkan, seperti radio lama, headphone bergaya vintage, AI photo booth, dubbing suara, hingga peta digital Jakarta tempo dulu. Pendekatan ini dirancang agar generasi muda dapat mengenal sejarah melalui pengalaman yang interaktif dan partisipatif.

Museum Bing Slamet juga menghadirkan ruang pertunjukan dan apresiasi masyarakat yang dapat digunakan untuk kegiatan seni dan budaya. Dengan demikian, museum diharapkan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi ruang kebudayaan yang terus hidup melalui partisipasi masyarakat dan generasi seniman berikutnya.

Dalam rangkaian peresmian Museum Bing Slamet, turut hadir Anggota DPD RI, Alfiansyah Bustami (Komeng); Walikota Jakarta Pusat, Arifin; Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana; serta sejumlah seniman ternama, di antaranya Jarwo Kwat, Toto Muryadi (Tarzan Srimulat), dan Anwar Fuadi. Hadir mendampingi Menteri Kebudayaan, Direktur Sejarah dan Permuseuman, Endah Budi Haryani; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, I Made Dharma Suteja; serta Direktur Sarana dan Prasarana, Feri Arlius.

Dengan diresmikannya Museum Bing Slamet, Kementerian Kebudayaan berharap museum dapat menjadi ruang yang mempertemukan sejarah, seni, budaya, dan masyarakat. Keberadaannya diharapkan tidak hanya menjaga ingatan terhadap perjalanan seorang tokoh, tetapi juga memberikan ruang belajar dan inspirasi bagi generasi mendatang serta memperkuat keberagaman ekspresi kebudayaan nasional.

Tags: fadli zonMuseum Bing Slamet

Related Posts

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama anggota MPR di Gedung Merdeka.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Editor
28 September 2026

BANDUNG - Gedung Merdeka, Kota Bandung, menjadi lokasi Peluncuran Buku Sejarah MPR dalam Mengawal Kedaulatan Rakyat serta Risalah Tematik Perubahan...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.(Foto: Humas Kemenbud)

Menbud Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia

Editor
27 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa hadirnya perpustakaan di Museum Nasional Indonesia merupakan dua elemen yang saling...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima Piagam Penghargaan dari Keraton Sumedang Larang yang diserahkan Sri Radya Keraton Sumedang Larang Lukman Soemadisoeria di Museum Srimanganti, Kamis (24/9/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Keraton Sumedang Larang Beri Penghargaan ke Bupati

Editor
25 September 2026

Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta perhatian dalam memberikan perlindungan hukum kepada Keraton Sumedang Larang, Bupati Sumedang  Dony...

Gracie Mansion, kediaman Wali Kota New York.(Foto: Wikipedia)

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Editor
22 September 2026

Di tengah jajaran pencakar langit Manhattan yang megah dan modern, berdiri sebuah struktur kayu bergaya Federal yang tenang di tepi...

BATIK SUMEDANG: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di sela penutupan rangkaian kegiatan Sumedang Membatik Tahun 2026 di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/9/2026) seperti dikabarkan Humas Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Editor
20 September 2026

SUMEDANG - Batik Kasumedang didorong tidak sekadar menjadi warisan budaya yang dilestarikan, tetapi berkembang menjadi identitas daerah yang memiliki karakter...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. (Foto: Dok. Humas Kemenbud)

Menbud Fadli Zon Ziarah ke Makam Raden Wijaya Disela-sela Peletakan Batu Pertama Museum Majapahit

Editor
15 September 2026

MOJOKERTO - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, melakukan ziarah dan peninjauan ke Petilasan Raden Wijaya di Kawasan Siti Inggil, Desa...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.