• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 3 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Reni Asal Sukabumi Korban TPPO Sudah Berada di KJRI Guangzhou China

Editor
Rabu, 15 Oktober 2025 - 05:03
Kabid Humas Polda Jawa Barat atau Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan.(Foto:Istimewa).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan.(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Reni Rahmawati, 23 tahun, korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) modus kawin kontrak ke China, sudah berhasil diselamatkan. Wanita asal Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat tersebut, kini sudah dievakuasi ke shelter Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou, China.

Kepastian Reni Rahmawati, 23 tahun, korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) modus kawin kontrak, sudah berhasil diselamatkan, setelah dihadirkan dalam sesi pertemuan daring via Zoom antara Polda Jawa Barat dengan pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou, China. Reni sudah dalam kondisi aman, setelah dievakuasi ke shelter KJRI Guangzhou.

RelatedPosts

Perampokan Rumah Mewah di Indramayu, Istri Pemilik Dianiaya dan Diculik

Kabar Gembira! Keluarga Badak Jawa Penghuni Ujung Kulon Punya Anggota Baru

Pasok Hampir Separuh Pasar Global tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalilan Batu Bara

Dalam pernyataannya, Reni memastikan berada di tempat aman, sudah dievakuasi ke shelter KJRI Guangzhou, China. Proses pemulangan Reni dari China ke Indonesia diperkirakan butuh waktu satu bulan.

“Rencana pemulangan korban (Reni Rahmawati) menunggu proses penceraian dengan TC (warga negara China). Mereka sudah menikah resmi, meskipun surat nikah di Indonesia palsu, tapi di China dinyatakan sah dan resmi,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Ade Sapari, dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025).

Ade Sapari mengatakan, proses perceraian Reni dengan suaminya warga negara China, dibantu pihak KJRI Guangzhou. Jika prosesnya sudah rampung, maka Reni bisa dipulangkan ke Indonesia didampingi, atau diantar oleh pihak KJRI Guangzhou.

“Sudah diajukan proses perceraiannya. Mudah-mudahan dalam sebulan ke depan sudah selesai, dan bisa kembali ke Indonesia. Saudari RR (Reni Rahmawati) sudah berada si shelter KJRI, Guangzhou, dalam keadaan aman,” kata Ade Sapari.

2 Ditangkap 3 DPO
Penyidik Ditreskrimum Polda Jawa Barat, telah menetapkan dua pelaku kakak beradik, berinisial YS, 30 tahun dan JA, 38 tahun sebagai tersangka. Keduanya menjadi perantara dalam kasus TPPO modus kawin kontrak, setelah mengiming-iming korban Reni pekerjaan sebagai asisten rumah tangga (ART) di China dengan gaji besar.

Tim Ditreskrimum Polda Jawa Barat saat ini masih memburu tiga pelaku DPO (daftar pencarian orang) lainnya. Ketiga pelaku DPO, yakni IS alias AI, YF alias AD, dan seorang warga negara China yang tinggal di Indonesia, LK alias KG.

“Jadi saat ini ada 3 pelaku DPO yang masih kita buru. Surat perintah pencarian ketiga DPO sudah kita terbitkan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025).

Hendra mengatakan, pelaku IS alias AI dan YF alias AD, berperan menampung korban TPPO modus kawin kontrak, sekaligus menyiapkan dokumen pemberangkatan ke China. Sedangkan LK alias KG, warga negara China tinggal di Indonesia, bagian dari kaki tangan pertama sebagai penghubung langsung ke pemesan kawin kontrak, TC, warga negara China yang menikahi Reni.

“Pelaku LK alias KG, warga negara China tinggal di Indonesia, selaku penghubung, berkomunikasi langsung dengan TC yang berada di Guangzhou, China,” kata Hendra.

Kasus TPPO modus kawin kontrak yang menjerat Reni Rahmawati, setelah kedua pelaku YS dan JA meminta korban datang ke rumah kontrakan DPO YF alias AD di Bogor. Selama sepuluh hari berada di rumah tersebut dan dibuatkan paspor, korban kemudian diberangkatkan ke China, hingga berada di bawah penguasaan TC hingga dipaksa menjalani kawin kontrak.

Korban tinggal berasama TC di sebuah pedesaan di wilayah Yongchun, tidak jauh jauh dari pusat kota Guangzhou. Korban dijadikan istri TC bukan dipekerjakan sebagai ART, dan tidak boleh pulang ke Indonesia.

Pelaku YS dan JA dijerat Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007, tentang TPPO. Keduanya terancam hukuman pidana tiga tahun hingga maksimal 15 tahun kurungan penjara, serta denda Rp.120 juta hingga maksimal Rp.600 juta.

Tags: ChinaDitreskrimum Polda Jawa BaratGuangzhouKabid Humas Polda Jawa BaratKabupaten SukabumiKasus TPPO Modus Kawin KontrakKJRIKombe Pol. Hendra RochmawanKorban Reni Rahmawatipolda jawa barat

Related Posts

Ilustrasi tempat kejadian perkara (TKP).(Foto:Istimewa).

Perampokan Rumah Mewah di Indramayu, Istri Pemilik Dianiaya dan Diculik

Editor
3 November 2026

SATUJABAR, INDRAMAYU--Sebuah rumah mewah di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, disatroni kawanan peramok. Selain menguras uang tunai, perhiasan emas, dan mobil, pelaku...

Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) kedatangan satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan terekam kamera jebak (camera trap) pada tanggal 10 Oktober 2026. Anak badak tersebut terpantau sedang berkubang bersama induknya yang teridentifikasi bernama Desy.(Foto: Dok. TNUK Via Kemenhut)

Kabar Gembira! Keluarga Badak Jawa Penghuni Ujung Kulon Punya Anggota Baru

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Kabar gembira datang dari Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kembali...

Tambang batubara dan mineral

Pasok Hampir Separuh Pasar Global tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalilan Batu Bara

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Tahun lalu, Indonesia memasok hampir separuh batu bara yang diperdagangkan di dunia. Namun, harga batu bara justru jatuh...

Kementerian ESDM Lelang Terbuka Stockpile Bauksit Senilai Rp 200 Miliar di Riau

Soal Izin Tambang, Bahlil: Orang Daerah Harus Kebagian

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Nikel ada di Sulawesi dan Maluku, batu bara tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Namun, selama ini sebagian besar...

haji,umrah,masjid,arafah,religi

Kemenhaj Blokir PT Assyifa Berkah Mandiri Karena Gagal Pulangkan 95 Jemaah

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi melakukan pemblokiran terhadap akun Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan...

Pembukaan IIFS 2026 dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Adi Budiarso, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pimpinan serta perwakilan kementerian/lembaga, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), industri jasa keuangan syariah, Dewan Pengawas Syariah, asosiasi, dan akademisi.(Foto: Humas OJK)

Lewat Indonesia Islamic Finance Summit, OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah

Editor
3 November 2026

MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri keuangan syariah nasional terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan positif. Hingga September 2026,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.