• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 30 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ratusan Nelayan Cumi di Indramayu Tolak VMS, Mahal dan Tak Bermanfaat

Editor
Rabu, 16 April 2025 - 08:07
NTN

Nelayan (pexels)

Selain itu, pembelian maupun pemasangan serta pajak alat tersebut dibebankan kepada para nelayan.

SATUJABAR, INDRAMAYU – Ratusan nelayan cumi Indramayu menggelar unjuk rasa. Mereka dengan tegas menolak kewajiban pemasangan Vessel Monitoring System (VMS) pada kapal mereka. Pasalnya, pembelian maupun pemasangan serta pajak alat tersebut dibebankan kepada para nelayan.

RelatedPosts

bank bjb Salurkan Rp700 Miliar untuk 35.000 Rumah di Jawa Barat

Wamen Haji Indonesia dan Arab Bertemu di Madina, Ini yang Dibahas

Wali Kota Bandung Janji Prioritaskan Jalan Rusak

Adapun biaya pembelian VMS disebut senilai Rp 17 juta – Rp 20 juta. Nilai itu belum termasuk biaya pemasangan, pembelian aki, dan pajak per tahunnya. Kewajiban memasang VMS itu diketahui berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 42/PERMENKP/2015.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi unjuk rasa dilakukan di depan Kantor Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PPSDKP) Jakarta Wilayah Kerja Eretan, Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Para nelayan yang datang dengan menggunakan sejumlah mobil bak terbuka langsung berkumpul di depan kantor tersebut yang dijaga ketat aparat kepolisian. Sejumlah perwakilan massa pun menggelar orasi dan melakukan aksi teatrikal yang menggambarkan penderitaan nelayan.

Sempat terjadi saling dorong antara petugas dengan nelayan yang memaksa hendak masuk ke dalam kantor sambil membawa replika kapal. Beruntung, korlap berhasil menenangkan massa hingga aksi kembali berlangsung tertib.

Dalam orasinya, mereka menilai kewajiban pemasangan VMS pada kapal mereka sangat memberatkan karena harganya mahal. Padahal, nelayan sudah mengeluarkan biaya besar untuk operasional, biaya sandar, biaya kontribusi, dan biaya lainnya termasuk membayar pajak, di tengah penghasilan mereka yang minim.

“Aturan (pemasangan) VMS mencekik nelayan,” ucap para pengunjuk rasa yang tergabung dalam Serikat Nelayan Cumi tersebut.

Koordinator aksi Lucky Mukhtar mengatakan, selain mahal, pemasangan VMS juga dinilai oleh nelayan tidak memberikan manfaat apapun. Jika hendak mengetahui posisi kapal nelayan, selama ini mereka sudah mempunyai radio sebagai alat monitoring maupun untuk komunikasi.

“Dengan radio itu bisa untuk komunikasi dengan nakhoda secara langsung, jadi bisa mengetahui posisi kapal. Kita tidak perlu memasang VMS,” katanya.

Lucky menambahkan, nelayan pun selama ini dibebani pajak dari hasil tangkapan sebesar lima persen. Ia mempertanyakan imbal balik pajak yang telah dibayar nelayan.

“Uang pajak kita ke mana? Itu bentuk sumbangsih kita, memberikan pendapatan untuk negara. Tapi, giliran kita butuh, kita mengajukan tuntutan, mereka seolah-olah tidak mendengarkan. Usulan ini sering kita ajukan, bahkan audiensi sudah kita tempuh dengan beberapa instansi, tetapi tidak menemukan hasil,” ucapnya.

Lucky mengungkapkan, jika pemerintah bersikukuh mewajibkan pemasangan VMS, nelayan bisa menerimanya asalkan digratiskan. “Kita mau memasang VMS, tapi semuanya difasilitasi oleh negara. Difasilitasi dalam artian VMS itu diberikan secara gratis, dan tidak ada pajaknya, karena kita sudah memberikan pajak kepada negara,” tukas Lucky.

Pengawas Perikanan Wilayah Kerja Eretan Asep Ruhiyat mengatakan, pemasangan VMS diwajibkan untuk semua kapal yang ijinnya ada di Pemerintah Pusat. Dia berjanji, akan menyampaikan aspirasi para nelayan.

“(Aspirasinya) tolak VMS dan permintaan VMS gratis. Tapi kami hanya pelaksana di lapangan. Nanti aspirasinya akan kami sampaikan ke pimpinan” ucap Asep. (yul)

Tags: nelayan cumi demonelayan eretantolak pemasangan vms

Related Posts

(Foto: Istimewa)

bank bjb Salurkan Rp700 Miliar untuk 35.000 Rumah di Jawa Barat

Editor
30 Maret 2026

BANDUNG - bank bjb terus memperkuat peran strategisnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui perluasan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai...

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, di Madinah, Minggu (29/03/2026).(Foto: Dok. Kementerian Haji dan Umrah)

Wamen Haji Indonesia dan Arab Bertemu di Madina, Ini yang Dibahas

Editor
30 Maret 2026

SATUJABAR, MADINAH - Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak  menegaskan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama, terutama terkait...

Perbaikan jalan di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wali Kota Bandung Janji Prioritaskan Jalan Rusak

Editor
30 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Sebanyak 17 ruas jalan menjadi prioritas Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan untuk segera diperbaiki pada triwulan kedua...

Sidang kasus ujaran kebencian penghinaan Suku Sunda, dengan terdakwa, Muhammad Adimas Firdaus alias 'Resbob' kembali digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (30/03/2026).

Pengakuan Youtuber ‘Resbob’ dalam Sidang Kasus Menghina Suku Sunda

Editor
30 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Sidang lanjutan kasus ujaran kebencian penghinaan terhadap Suku Sunda di media sosial, dengan terdakwa Yotuber sekaligus Streamer, Muhammad Adimas...

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto disambut Kaisar Jepang Naruhito. Presiden melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo, Senin (30/03/2026). (Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Disambut Hangat Kaisar Jepang Naruhito

Editor
30 Maret 2026

SATUJABAR, TOKYO - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kehormatan kepada Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo,...

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Wakil Menteri Perhubungan Suntana.(Foto: Istimewa)

Jumlah Perjalanan Orang Selama Angkutan Lebaran 2026 capai 147,55 Juta

Editor
30 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Jumlah orang melakukan perjalanan selama masa Angkutan Lebaran (13-29 Maret 2026) mencapai 147,55 juta orang atau naik...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.