Selain penguatan infrastruktur fisik, Pelindo juga menginisiasi pengembangan ADHARA sebagai digital hub yang mengintegrasikan terminal, layanan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam satu ekosistem logistik nasional yang terhubung.
SATUJABAR, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus mendorong transformasi sistem logistik nasional melalui pengembangan transshipment hub dan digitalisasi ekosistem logistik. Hal ini disampaikan dalam pertemuan Direksi Pelindo dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas pada Senin (27/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pelindo menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam jalur perdagangan global dengan volume logistik yang besar. Pelindo menyampaikan bahwa pengembangan transshipment hub merupakan langkah strategis untuk menangkap arus perdagangan regional, meningkatkan direct call, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Keberadaan hub ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pelabuhan hub di luar negeri sekaligus meningkatkan efisiensi logistik nasional.
Selain penguatan infrastruktur fisik, Pelindo juga menginisiasi pengembangan ADHARA sebagai digital hub yang mengintegrasikan terminal, layanan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam satu ekosistem logistik nasional yang terhubung. ADHARA diharapkan menjadi enabler menuju implementasi Satu Data Logistik Nasional guna meningkatkan transparansi, efisiensi, dan daya saing sistem logistik Indonesia.
Melalui sinergi dengan Bappenas dan seluruh pemangku kepentingan, Pelindo optimistis transformasi logistik nasional dapat berjalan lebih terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat logistik regional dan global.







