SATUJABAR, SUBANG–Angin puting beliung menerjang wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat. Angin puting beliung yang diawalai hujan deras tersebut, mengkibatkan puluhan rumah warga rusak dan pohon tumbang.
Angin puting beliung menerjang wilayah Kabupaten Subang, terjadi di Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, Senin (02/11/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Puluhan rumah warga dilaporkan rusak dan pohon tumbang hingga menutup akses jalan.
Kapolsek Sagalaherang, AKP Irfan Firmansyah membenarkan, kejadian angin puting beliung diwali hujan deras. Polsek Sagalaherang bersama Polres Subang telah bergerak ke lokasi kejadian, untuk melakukan pengamanan dan membantu evakuasi.
“Betul, kejadiannya kemarin (Senin) sore, sekitar pukul 15.30 WIB. Begitu mendapat laporan dari warga, kami dari Polsek Sagalaherang bersama Polres Subang langsung ke lokasi kejadian, melakukan pengamanan dan membantu proses evakuasi,” ujar AKP Irfan, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (03/10/2026).
Berdasarkan hasil pendataan sementara, puluhan rumah warga mengalami kerusakan, rata-rata di bagian atap dan genting tersapu angin puting beliung. Selain itu, pohon tumbang di beberapa titik dan sempat menghalangi akses jalan utama desa.
“Di lapangan, kami temukan puluhan rumah rusak di bagian atap dan gentinya. Beberapa pohon ditemukan tumbang, bahkan sampai menutup akses jalan utama desa,” kata Irfan.
Irfan memastikan, proses evakuasi dan membersihkan material bangunan yang roboh sudah selesai dilakukan. Proses evakuasi di lapangan juga melibatkan anggota TNI, Tagana, petugas Damkar, serta perangkat desa, termasuk membersihkan reruntuhan pohon yang menutup akses jalan utama desa agar bisa dilalui kembali.
Bencana angin puting beliung tidak sampai menimbulksn korban jiwa maupun luka-luka. Pendataan terhadap rumah warga yang rusak masih dilakukan.
“Alhamdulillah tidak sampai dilaporkan ada korban jiwa maupun luka-luka. Kami tetap mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi akibat cuaca ekstrem peralihan ke musim hujan,” ungkap Irfan.







