SATUJABAR, JAKARTA – Enam produk manufaktur khusus Indonesia siap mencuri perhatian buyer, distributor, dan investor dari kawasan Eurasian Economic Union (EAEU). Melalui partisipasinya sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 yang berlangsung pada 6–9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia, Indonesia menampilkan beragam produk unggulan di zona paviliun Specialty Manufacturing & Consumer Goods, meliputi batik dan teknologi mesin batik, layanan survei geospasial, drone, kopi specialty, dekorasi rumah, serta fesyen dan tekstil.
“Produk manufaktur Indonesia tidak hanya mampu bersaing dari sisi kualitas dan inovasi, tetapi juga menawarkan nilai tambah yang lahir dari kreativitas, keberlanjutan, dan identitas budaya yang kuat. Melalui INNOPROM 2026, kami ingin membuka lebih banyak peluang kerja sama industri, perdagangan, dan investasi dengan mitra internasional,” ujar Menteri Perindustrian RI, Agus Gumiwang Kartasasmita (8/7). Menurutnya, keikutsertaan Indonesia pada INNOPROM 2026 menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi industri manufaktur nasional di kawasan Eurasia.
Pasar Eurasia kini menjadi salah satu tujuan ekspor yang semakin menjanjikan bagi industri Indonesia. Perubahan dinamika pasar di Rusia dalam beberapa tahun terakhir membuka ruang yang lebih luas bagi produk-produk berkualitas dari negara mitra. Kondisi tersebut semakin diperkuat dengan berlakunya Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA), yang memberikan tarif preferensial bagi berbagai produk unggulan Indonesia, termasuk tekstil, furnitur, dan kerajinan.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, menilai kondisi tersebut menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan pelaku industri nasional. “Produk manufaktur khusus Indonesia memiliki keunggulan yang sulit ditiru karena memadukan identitas budaya yang kuat, keterampilan yang diwariskan lintas generasi, serta kemampuan produksi yang terus berkembang mengikuti standar pasar global. INNOPROM 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan keunggulan tersebut sekaligus membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan di kawasan Eurasia,” jelasnya.
Salah satu sektor yang memiliki prospek besar adalah furnitur dan kerajinan. Nilai pasar furnitur rumah tangga Rusia pada 2024 mencapai sekitar USD12,8 miliar dan diproyeksikan tumbuh rata-rata 5,4 persen per tahun hingga 2032. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap produk premium, desain yang lebih personal, dan penggunaan material yang ramah lingkungan, karakteristik yang selama ini menjadi kekuatan produsen furnitur dan kerajinan Indonesia.
Besarnya potensi pasar tersebut sejalan dengan meningkatnya daya saing industri nasional. Berdasarkan data Direktorat Jenderal IKMA, nilai ekspor produk kerajinan Indonesia pada 2025 mencapai USD806,63 juta atau meningkat 15,46 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan nilai ekspor industri kerajinan pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai USD 165,27 juta atau meningkat 4,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Industri furnitur, lanjut Reni, memiliki potensi ekspor yang harus terus dimaksimalkan. Berdasarkan data Trademap (HS 9401–9403), nilai ekspor industri furnitur Indonesia pada periode Januari–Desember 2025 tercatat sebesar USD 1,84 miliar. Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan ekspor utama dengan pangsa mencapai 53,3 persen dari total ekspor furnitur nasional. Sedangkan pada periode Triwulan I 2026 nilai ekspor industri furnitur tercatat sebesar USD 458,56 juta, menurun 12,1% dibanding periode yang sama di tahun 2025, dimana Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan ekspor utama dengan pangsa pasar mencapai 54,97%.
Untuk memanfaatkan peluang tersebut, Indonesia menghadirkan enam pelaku industri yang mewakili beragam subsektor manufaktur khusus dengan potensi ekspor tinggi.
Keenam perusahaan tersebut dipilih karena merepresentasikan kemampuan industri Indonesia dalam menggabungkan inovasi, teknologi, serta kekayaan budaya menjadi produk bernilai tambah. Peserta yang tampil meliputi CV Batik Teknologi Indonesia yang menampilkan batik dan mesin batik, PT Techno GIS Indonesia dengan layanan survei geospasial, PT Karya Solusi Angkasa yang menghadirkan teknologi drone, PT Nestra Kottama Indonesia dengan kopi specialty, PT Khadija Kriya Abadi melalui produk dekorasi rumah, serta Apikmen Tandangawe Sempurno yang membawa produk fesyen dan tekstil.
Reni menambahkan, keikutsertaan enam pelaku industri tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses pasar produk manufaktur bernilai tambah ke kawasan nontradisional. “Implementasi I-EAEU FTA harus menjadi peluang nyata bagi pelaku industri nasional untuk memperluas jaringan bisnis, meningkatkan ekspor, sekaligus membangun kemitraan industri yang saling menguntungkan. Kami berharap keikutsertaan Indonesia pada INNOPROM 2026 dapat menghasilkan kolaborasi yang berkelanjutan dengan mitra di kawasan Eurasia,” pungkasnya.
Partisipasi Indonesia pada INNOPROM 2026 juga menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan implementasi I-EAEU FTA yang ditandatangani pada 21 Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia. Dengan preferensi tarif yang mencakup sekitar 90,5 persen pos tarif perdagangan kedua pihak, pemerintah optimis kesepakatan tersebut akan mempercepat masuknya produk manufaktur Indonesia ke pasar Eurasia sekaligus memperluas kerja sama industri, perdagangan, dan investasi antara kedua kawasan.
Keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 diharapkan menjadi awal dari semakin luasnya pengakuan dunia terhadap kualitas dan daya saing industri manufaktur nasional. Didukung akses pasar yang semakin terbuka dan kemampuan industri yang terus berkembang, semakin banyak produk Indonesia diharapkan mampu menembus pasar Eurasia, membangun kemitraan bisnis jangka panjang, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri yang terpercaya di tingkat global. Pada akhirnya, perluasan pasar ekspor tersebut diharapkan dapat mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.







