• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 10 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Produk Halal Indonesia Didorong Semakin Go Internasional

Editor
Senin, 01 Juni 2026 - 02:20
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong perluasan akses pasar global bagi produk halal Indonesia.(Foto: Humas Kemendag)

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong perluasan akses pasar global bagi produk halal Indonesia.(Foto: Humas Kemendag)

Produk halal Indonesia memiliki prospek yang sangat potensial untuk didorong lebih lanjut untuk mempenetrasi pasar Internasional.

SATUJABAR, TANGERANG – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong perluasan akses pasar global bagi produk halal Indonesia guna mengoptimalkan potensi industri halal nasional yang terus berkembang. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kontribusi produk halal Indonesia di pasar internasional.

RelatedPosts

Puncak Musim Kemarau Agustus! BMKG Ingatkan El Nino

Kejati Jabar Geledah Kantor DPRD Indramayu, Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan

Bandung Zoo, Penetapan Pengelola Libatkan Kemenhut

Hal tersebut disampaikan Wamendag Roro saat menutup International Halal Brands and Food Expo (IHBF) 2026 di Hall 8 Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (31/5). Turut mendampingi Wamendag Roro yaitu Direktur Pengembangan Pasar dan Informasi Ekspor Bayu Nugroho.

“Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, Indonesia harus menjadi negara yang tangguh (resilient). Oleh karena itu, Kemendag terus berupaya membuka akses pasar melalui kerja sama dan perjanjian dagang dengan berbagai negara agar peluang ekspor bagi pelaku usaha Indonesia makin luas,” ujar Wamendag Roro melalui keterangan resmi.

Menurut Wamendag Roro, pemerintah terus mendorong pembukaan pasar baru di berbagai kawasan potensial, seperti Amerika Latin, Afrika, Amerika Utara, dan kawasan lainnya. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan produk-produk Indonesia, termasuk produk halal dapat makin diterima di pasar global.

Wamendag Roro menjelaskan, potensi ekonomi halal dunia terus menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan berbagai proyeksi global, nilai pasar halal dunia mencapai USD 3,2 triliun pada 2025. Oleh karena itu, Indonesia perlu meningkatkan pemanfaatan peluang tersebut melalui penguatan daya saing dan ekspor produk halal.

BACA JUGA: Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

Lebih lanjut, Wamendag Roro mengungkapkan bahwa kinerja ekspor produk halal Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, nilai ekspornya mencapai USD 63,42 miliar, sementara impor produk halal sebesar USD 12,24 miliar. Dengan demikian, Indonesia membukukan surplus perdagangan produk halal sebesar USD 51,17 miliar.

“Meski neraca perdagangan produk halal kita sudah mencatatkan surplus yang positif, kami berharap capaian ekspor tersebut dapat terus meningkat sehingga produk halal Indonesia makin mendominasi pasar global,” imbuh Wamendag Roro.

Berdasarkan data Kemendag, ekspor produk halal Indonesia pada periode Januari—Maret 2026 mencapai USD 15,64 miliar atau meningkat 2,52 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Adapun struktur ekspor produk halal Indonesia masih didominasi oleh kelapa sawit dan turunannya senilai USD 34,16 miliar, diikuti produk fesyen Muslim sebesar USD 8,67 miliar, serta bahan kimia untuk kosmetik halal yang mencapai USD 5,46 miliar.

Sementara itu, negara tujuan utama ekspor produk halal Indonesia antara lain Tiongkok dengan nilai USD 10,73 miliar dan Amerika Serikat (AS) sebesar USD 10,16 miliar. Berikutnya, India senilai USD 5,07 miliar, dan Malaysia yang mencapai USD 3,21 miliar.

Untuk mendukung peningkatan ekspor, lanjut Wamendag Roro, Kemendag terus memperkuat berbagai instrumen fasilitasi perdagangan yang salah satunya melalui program usaha mikro, kecil, dan menangah (UMKM) BISA Ekspor. Pada Januari—April 2026, UMKM BISA Ekspor mencatat 278 kegiatan yang terdiri atas 146 pitching dan 132 pertemuan dengan buyer. Kegiatan tersebut melibatkan 552 pelaku usaha dan menghasilkan capaian transaksi sebesar USD 107,34 juta yang terdiri atas pesanan pemberlian (purchase order) sebesar USD 11,72 juta dan potensi transaksi senilai USD 95,62 juta.

Wamendag Roro mengungkapkan, Kemendag juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan platform digital Inaexport sebagai etalase produk Indonesia di pasar internasional. Tidak hanya itu, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan melalui Export Center yang saat ini telah hadir di Surabaya, Makassar, Batam, dan Balikpapan.

Pada kesempatan tersebut, Wamendag Roro turut mengundang para pelaku usaha dan produsen produk halal Indonesia untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang akan diselenggarakan pada 14—18 Oktober 2026. Menurutnya, TEI menjadi salah satu sarana strategis untuk memperluas jejaring bisnis dan memperkenalkan produk halal Indonesia kepada pembeli mancanegara.

“Kami ingin makin banyak produk halal Indonesia tampil di panggung internasional. Melalui TEI dan berbagai program fasilitasi ekspor lainnya, kami berharap produk-produk unggulan Indonesia makin dikenal dan dipercaya oleh pasar dunia,” pungkas Wamendag Roro.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang UMKM Kadin Indonesia sekaligus Ketua Pelaksana IHBF Expo 2026 Rifda Ammarina mengatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri halal global. Namun, peluang tersebut perlu didukung dengan penguatan promosi, peningkatan jumlah produk bersertifikat halal, serta sinergi antarpemangku kepentingan.

Sementara itu, salah satu peserta Pameran IHBF 2026 sekaligus pemilik Epica Couture Ekta Punjabi mengapresiasi penyelenggaraan IHBF Expo 2026 yang dinilainya mampu meningkatkan eksposur produk fesyen Muslim Indonesia kepada masyarakat. Menurut Ekta, rangkaian kegiatan selama tiga hari, khususnya peragaan busana (fashion show) berhasil menarik minat pengunjung untuk mengenal lebih dekat produk-produk yang ditampilkan.

Ditemui di lokasi pameran, pemilik Gudeg Simbok Eko Sasmito Nugroho yang juga menjadi peserta pameran menilai penyelenggaraan IHBF Expo 2026 berjalan dengan baik dan mampu menarik minat pengunjung selama tiga hari pelaksanaan. Menurut Eko, meskipun sektor kuliner berperan sebagai pendukung dalam pameran tersebut, antusiasme pengunjung tetap memberikan dampak positif bagi peserta.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat lebih sering diselenggarakan. Bagi UMKM, pameran merupakan sarana yang penting untuk memperkenalkan produk dan memperluas jaringan usaha. Ke depan, kami juga berharap biaya partisipasi dapat makin terjangkau sehingga lebih banyak UMKM yang dapat ikut serta,” kata Eko.

Tags: Dyah Roro EstihalalKementerian PerdaganganProduk halal IndonesiaWamendag

Related Posts

Kekeringan akibat musim kemarau panjang.(Foto:Istimewa).

Puncak Musim Kemarau Agustus! BMKG Ingatkan El Nino

Editor
10 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli–September 2026. Kondisi...

Proses penggeledahan kantor DPRD Kabupaten Indramayu oleh Tim Kejati Jawa Barat.(Foto:Istimewa).

Kejati Jabar Geledah Kantor DPRD Indramayu, Kasus Dugaan Korupsi Tunjangan Perumahan

Editor
10 Juni 2026

SATUJABAR, INDRAMAYU--Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menggeledah Kantor DPRD Kabupaten Indramayu. Tindakan penggeledahan untuk menyita dokumen, terkait kasus dugaan...

Singa di Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Bandung Zoo, Penetapan Pengelola Libatkan Kemenhut

Editor
10 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Bandung Zoo kini masih dalam tahap prose pemilihan pengelola baru. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan proses...

perekonomian,transaksi,digital.bank indonesia

Bank Indonesia: Survei Mei 2026, Keyakinan Konsumen Tetap Kuat

Editor
10 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Bank Indonesia menyebutkan Indeks Keyakinan Konsumen Survei Konsumen pada Mei 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi...

Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, melakukan kunjungan kerja ke Lanskap Megamendung, Kabupaten Bogor, untuk meresmikan Lembah Aviary Paseban, Penangkaran Rusa Timor, serta melepasliarkan dua individu Elang Jawa (Nisaetus bartelsi).(Foto: Humas Kemenhut)

Lembah Aviary Paseban Megamedung Diresmikan, Ada Apa Saja?

Editor
10 Juni 2026

SATUJABAR, BOGOR - Menteri Kehutanan diwakili oleh Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, melakukan kunjungan kerja ke Lanskap Megamendung, Kabupaten Bogor,...

Anak gajah betina lahir di Taman Satwa Lembah Hijau Bengkulu.(Foto: Humas Kemenhut)

Anak Gajah Lahir di Taman Satwa Lembah Hijau Bengkulu

Editor
10 Juni 2026

Anak gajah betina lahir dari pasangan Aris (29 tahun) dan Mega (27) tahun yang sebelumnya melahirkan anak gajah jantan pada...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.