Berita

Polres Indramayu Bongkar Kasus Porno Mengeksploitasi Anak

SATUJABAR, INDRAMAYU–Polres Indramayu, Jawa Barat, membongkar kasus pornografi melalui aplikasi live streaming di media sosial dengan mengeksploitasi anak di bawah umur. Dua pelaku asal Indramayu dan Jakarta yang terlibat, berhasil diamankan.

Banyak kasus anak di bawah umur menjadi objek konten di media sosial melalui aplikasi live streaming. Kasus memilukan terjadi di Kabupaten Indramayu, anak di bawah umur dijadikan korban eksploitasi konten live streaming berbau pornografi.

Polres Indramayu berhasil membongkarnya. Para pelaku menggunakan modus rekrutmen pekerjaan di Jakarta, dengan korbannya anak di bawah umur.

Menurut Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, korban direkrut oleh pelaku berinisial NF, berusia 17 tahun, warga Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Korban ditawari pekerjaan sebagai host di sebuah aplikasi dengan gaji besar, Rp.2 juta hingga Rp.3 juta per hari

“Jadi, setelah direkrut dengan tawaran gaji menggiurkan, awalnya korban hanya diminta melakukan gerakan-gerakan sensual. Namun, saat malam di atas pukul 22.00 WIB, korban dipaksa melakukan adegan persetubuhan disiarkan langsung, atau live streaming, untuk mendapatkan saweran koin dari penonton,” ujar Fajar dalam keterangan pers di Markas Polres (Mapolres) Indramayu, Rabu (15/04/2026).

Dari gaji yang dijanjikan Rp.2 juta hingga Rp.3 juta, korban diberi imbalan Rp.500 ribu per hari. Imbalan yang diberikan tergantung pada jumlah koin diberikan penonton saat live streaming.

“Korban merasa dijebak dan di bawah paksaan untuk melakukan adegan. Selama proses live streaming, aktivitas korban diawasi ketat, ungkap Fajar.

Tim Satreskrim telah berhasil mengamankan dua pelaku, yakni NF selaku perekrut, dan temannya pria asal Jakarta Utara, berinisial IL.

Selain sebagai perekrut, NF juga sekaligus pelaku persetubuhan dengan korban. Sementara IL berperan mengawasi jalannya live streaming.

Barang bukti yang disita, antaralain flashdisk berisi rekaman video adegan, dua buah ponsel, pelumas, kondom, peralatan make-up, dan pakaian dalam.

Kedua pelaku dijerat pasal berlapis, Pasal 76I junto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008, tentang Pornografi. Kedua pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun kurungan penjara.

Editor

Recent Posts

Kuota Wisatawan di TN Komodo Dibatasi, Kemenhut: Jaga Keberlanjutan Ekologi-Ekonomi

Kebijakan ini, lanjut Menhut, selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung eco-tourism yang menjaga…

5 jam ago

Polytron Indonesia Open 2026 Hadirkan Turnamen Prestisius

JAKARTA – Polytron Indonesia Open 2026 menjadi ajang bulutangkis internasional paling bergengsi yang akan diselenggarakan…

6 jam ago

Senator Agita Tegaskan Kualitas Pembentukan Perda yang Mempengaruhi Efektivitas Pemerintahan, Kepastian Hukum, dan Perlindungan Masyarakat

SATUJABAR, JAKARTA – Wakil Ketua III Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) Dewan Perwakilan Daerah (DPD)…

6 jam ago

Rumah Digeledah KPK, Ono Surono Mengaku Tidak Terima Aliran Dana

SATUJABAR, BANDUNG--Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, mengaku, tidak terima aliran dana terkait kasus…

8 jam ago

Wamenpora Taufik Lepas Tim Piala Thomas dan Uber 2026

Pemerintah berharap seluruh atlet dapat bertanding dengan penuh semangat, menjaga kekompakan, serta mengharumkan nama bangsa.…

9 jam ago

Ratusan Massa GEMI Desak Kejaksaan Tetapkan Tersangka Tuper DPRD Indramayu Senilai Rp 16,8 Miliar

SATUJABAR, INDRAMAYU - Ratusan massa yang tergabung dalam Gabungan Elemen Masyarakat Indramayu (GEMI) melakukan aksi…

9 jam ago

This website uses cookies.