• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 3 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Polda Jabar Terus Kejar 3 DPO Kasus Pembunuhan Vina dan Eky, Ciri-Ciri Pelaku Disebarluaskan

Editor
Sabtu, 18 Mei 2024 - 07:56
Polda Jabar merilis dan menyebarluaskan tiga orang DPO kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, Agustus 2016.(Foto:Humas Polda Jabar).

Polda Jabar merilis dan menyebarluaskan tiga orang DPO kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon, Agustus 2016.(Foto:Humas Polda Jabar).

SATUJABAR, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jawa Barat, secara intensif melakukan pencarian terhadap 3 orang DPO (daftar pencarian orang) kasus pembunuhan Vina Dewi alias Vina (16) dan Muhamad Rizky alias Eky (16), yang ciri-cirinya telah disebarluaskan.

Proses pencarian yang melibatkan Polresta Cirebon, Polres Cirebon Kota, serta dibantu Polda Metro Jaya, belum membuahkan hasil.

RelatedPosts

Kabar Gembira! Keluarga Badak Jawa Penghuni Ujung Kulon Punya Anggota Baru

Pasok Hampir Separuh Pasar Global tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalilan Batu Bara

Soal Izin Tambang, Bahlil: Orang Daerah Harus Kebagian

Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, yang menjadi tempat tinggal terakhir 3 DPO kasus pembunuhan Vina Dewi alias Vina dan Muhamad Rizky alias Eky, kembali menjadi titik fokus pencarian.

Ketiga DPO yang masih buron sejak terjadinya kasus pembunuhan, Agustus 2016 lalu, masing-masing bernama Pegi alias Perong, Andi, serta Dani.

Meski nama-nama DPO berdasarkan pengakuan tersangka lain (saat ini sudah berstatus terpidana), belum bisa dipastikan nama asli atau palsu (sebutan), alamat terakhir ketiganya di Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Polda Jawa Barat juga telah menyebarluaskan ciri-ciri ketiga DPO, termasuk melalui media sosial (medsos).

‘Proses penyelidikan dan penyidikan dipastikan tetap bergulir, meski kejadian sudah hampir 8 tahun dan 8 pelaku sudah menjadi terpidana. Upaya pencarian ketiga DPO yang hingga saat ini masih buron, terus dilakukan,” tegas Direskrimum Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Surawan kepada wartawan, Jum’at (17/05/2024).

Masih Nihil

Polda Jawa Barat telah melakukan penelusuran bersama Kepala Desa (Kades) Banjarwangunan, tidak berbuah hasil.

Kades Banjarwangunan, Sulaeman, memastikan ketiga orang DPO tidak berada di wilayahnya.

“Pihak kepolisian sudah bergerak, nama DPO pertama yang dicek kembali dan ditelusuri keberadannya, Pegi. Hasilnya, nama Pegi tidak berhasil ditemukan di Desa Banjarwangunan,” ujar Sulaeman kepada wartawan, Sabtu (18/05/2024).

Begitupun dengan nama Andi dan Dani. Sulaeman menemukan ada 15 orang memiliki nama Andi, namun semuanya bukan orang yang dicari sebagai terduga yang terlibat dalam kasus pembunuhan pasangan kekasih Vina dan Eky.

Nama Dani ditemukan ada sembilan orang di Desa Banjarwangunan. Sama dengan Andi, 9 orang bernama Dani tersebut tidak memiliki ciri-ciri seperti DPO yang dirilis Polda Jabar.

Ciri-ciri Ketiga DPO

Polda Jabar menghimbau masyarakat yang mengenali nama dan ciri-ciri ketiga DPO, untuk melaporkannya ke markas kepolisian terdekat.

Polda Jabar juga sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya dan kepolisian di luar Jawa Barat, karena tidak menutup kemungkinan ketiga DPO saat ini sudah berada di luar wilayah Jawa Barat.

Berikut ciri-ciri ketiga orang DPO yang diliris dan telah disebarluaskan Polda Jawa Barat:

Andi diperkirakan berusia 31 tahun. Memiliki tinggi badan 165 sentimeter, berperawakan badan kecil, rambut lurus, serta warna kulit hitam.

Dani diperkirakan berusia 28 tahun. Memiliki tinggi badan 170 sentimeter, berperawakan badan sedang, rambut keriting, serta warna kulit sawo matang.

Pegi alias Perong diperkirakan berusia 31 tahun. Memiliki tinggi badan 160 sentimeter, berperawakan badan kecil, rambut keriting, serta warna kulit hitam.

Ketiga DPO alamat terakhir di Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Tags: Kasus Pembunuhan VinaVina Cirebon

Related Posts

Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) kedatangan satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan terekam kamera jebak (camera trap) pada tanggal 10 Oktober 2026. Anak badak tersebut terpantau sedang berkubang bersama induknya yang teridentifikasi bernama Desy.(Foto: Dok. TNUK Via Kemenhut)

Kabar Gembira! Keluarga Badak Jawa Penghuni Ujung Kulon Punya Anggota Baru

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Kabar gembira datang dari Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kembali...

Tambang batubara dan mineral

Pasok Hampir Separuh Pasar Global tapi Dijual Murah, Bahlil Kendalilan Batu Bara

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Tahun lalu, Indonesia memasok hampir separuh batu bara yang diperdagangkan di dunia. Namun, harga batu bara justru jatuh...

Kementerian ESDM Lelang Terbuka Stockpile Bauksit Senilai Rp 200 Miliar di Riau

Soal Izin Tambang, Bahlil: Orang Daerah Harus Kebagian

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Nikel ada di Sulawesi dan Maluku, batu bara tersebar di Sumatera dan Kalimantan. Namun, selama ini sebagian besar...

haji,umrah,masjid,arafah,religi

Kemenhaj Blokir PT Assyifa Berkah Mandiri Karena Gagal Pulangkan 95 Jemaah

Editor
3 November 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi melakukan pemblokiran terhadap akun Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan...

Pembukaan IIFS 2026 dihadiri oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Adi Budiarso, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pimpinan serta perwakilan kementerian/lembaga, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), anggota Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS), industri jasa keuangan syariah, Dewan Pengawas Syariah, asosiasi, dan akademisi.(Foto: Humas OJK)

Lewat Indonesia Islamic Finance Summit, OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah

Editor
3 November 2026

MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri keuangan syariah nasional terus menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan positif. Hingga September 2026,...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Antam Selasa 3/11/2026 Senilai Rp 2.541.000 Per Gram

Editor
3 November 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Selasa 3/11/2026 jenis batangan, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.541.000 per gram...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.