• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 2 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

PMI Manufaktur Masih Solid, Ungkap Menperin

Editor
Selasa, 02 Juni 2026 - 04:51
Realisasi investasi industri manufaktur sepanjang tahun 2024 sebesar Rp721,3 triliun atau memberikan kontribusi hingga 42,1 persen terhadap total realisasi investasi di Indonesia yang mencapai Rp1.714,2 triliun pada 2024.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita.(Foto: Humas Kemenperin)

PMI manufaktur dinilai masih solid, menurut Menperin industri menjaga stok bahan baku untuk keberlanjutan produksi.

SATUJABAR, JAKARTA – Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global pada Mei 2026 tercatat sebesar 50,0 atau naik dibandingkan capaian bulan April 2026 yang berada pada level 49,1. Peningkatan tersebut menandakan kondisi operasional sektor manufaktur nasional kembali berada pada ambang ekspansi setelah sebelumnya mengalami kontraksi ringan.

RelatedPosts

Pencuri Spesialis Bobol Rumah di Cirebon Ditangkap Usai Buron Setahun

OJK Dorong Industri BPR/BPRS yang Berintegritas

NTP Jawa Barat Mei 2026 Naik 1,23 Persen

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa kenaikan PMI manufaktur Indonesia menunjukkan daya tahan industri nasional di tengah berbagai tantangan global, terutama gangguan rantai pasok dan ketidakpastian pasokan bahan baku impor.

“Peningkatan PMI manufaktur Indonesia pada Mei 2026 mencerminkan respons industri dalam menjaga keberlangsungan produksi di tengah dinamika global yang masih berlangsung. Pelaku industri melakukan langkah antisipatif dengan memperkuat stok bahan baku guna memastikan kegiatan produksi tetap berjalan dalam beberapa bulan ke depan,” ujar Menperin di Jakarta, Selasa (2/6).

Menurut Agus, kenaikan PMI pada Mei perlu dilihat secara komprehensif. Salah satu faktor yang memicu perbaikan indeks tersebut adalah meningkatnya persediaan bahan baku yang dilakukan industri manufaktur sebagai langkah mitigasi terhadap potensi gangguan pasokan dan kenaikan harga bahan baku impor.

“Struktur impor Indonesia saat ini sekitar 70 persen merupakan bahan baku dan bahan penolong, sekitar 15 persen berupa barang modal seperti mesin dan peralatan, sedangkan sisanya merupakan barang konsumsi. Dengan adanya tantangan logistik global dan meningkatnya ketidakpastian akses bahan baku impor, industri memilih memperbesar stok bahan baku untuk menjaga kesinambungan operasi,” jelasnya.

Menperin menambahkan, apabila sebelumnya industri rata-rata menyimpan persediaan bahan baku untuk kebutuhan sekitar tiga bulan, saat ini banyak perusahaan meningkatkan cadangan bahan bakunya hingga cukup untuk menopang operasi selama enam bulan ke depan.

Langkah tersebut dinilai penting terutama bagi industri yang memiliki karakteristik proses produksi berkelanjutan atau continuous process industry. Sebagai contoh, industri petrokimia harus tetap beroperasi pada kapasitas minimal 50 hingga 60 persen agar fasilitas produksinya tidak perlu dihentikan sepenuhnya.

“Jika fasilitas produksi seperti petrokimia dihentikan total, waktu yang dibutuhkan untuk kembali mencapai kapasitas normal bisa cukup lama, paling sedikit sekitar dua minggu. Kondisi serupa juga terjadi pada industri yang menggunakan furnace seperti industri keramik, kaca, dan pengolahan nikel. Oleh karena itu, menjaga ketersediaan bahan baku menjadi sangat krusial,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa peningkatan stok bahan baku tersebut juga dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga bahan baku di masa mendatang. Pasalnya, industri tidak dapat secara langsung menaikkan harga jual produknya karena pelanggan dan pasar membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian.

“Perusahaan manufaktur harus menjaga keseimbangan antara keberlanjutan produksi dan daya saing harga produk. Ketika harga bahan baku berpotensi meningkat, mereka memilih mengamankan pasokan terlebih dahulu karena penyesuaian harga jual ke pasar tidak bisa dilakukan secara instan,” tuturnya.

Kemenperin juga mencermati bahwa capaian PMI manufaktur Indonesia pada Mei 2026 sejalan dengan kinerja positif Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang pada periode yang sama mencapai 53,56, meningkat signifikan dibandingkan April 2026 sebesar 51,75. Kenaikan IKI tersebut menunjukkan optimisme pelaku industri terhadap kondisi usaha dan prospek permintaan domestik yang terus membaik.

“Pergerakan PMI dan IKI yang sama-sama meningkat pada Mei 2026 menjadi sinyal bahwa sektor manufaktur nasional masih memiliki resiliensi yang kuat. Industri tetap menjaga aktivitas produksinya sekaligus mengantisipasi berbagai risiko yang berasal dari faktor eksternal,” kata Menperin.

Berdasarkan laporan S&P Global, PMI Manufaktur Indonesia pada Mei 2026 didukung oleh peningkatan permintaan baru yang tumbuh lebih cepat dibandingkan bulan sebelumnya, terutama dari pasar domestik. Sementara itu, tekanan biaya produksi dan gangguan pasokan bahan baku masih menjadi tantangan utama yang dihadapi sektor manufaktur.

Kemenperin akan terus memperkuat koordinasi dengan para pelaku industri untuk memastikan kelancaran pasokan bahan baku, menjaga keberlangsungan produksi nasional, serta meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia di tengah dinamika perekonomian global.

Tags: PMI manufaktur

Related Posts

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

Pencuri Spesialis Bobol Rumah di Cirebon Ditangkap Usai Buron Setahun

Editor
2 Juni 2026

SATUJABAR, CIREBON--Buronan spesialis pembobol rumah yang sudah setahun masuk daftar pencurian orang (DPO) di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ditangkap polisi....

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menegaskan bahwa upaya mendorong pertumbuhan kredit yang sehat dan berkelanjutan perlu disertai dengan kepastian hukum bagi pelaku industri perbankan.(Foto: Humas OJK)

OJK Dorong Industri BPR/BPRS yang Berintegritas

Editor
2 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan terus berupaya mewujudkan industri Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS)...

Nilai Tukar Petani atau NTP Jawa Barat Mei 2026.(Image: BPS Jabar)

NTP Jawa Barat Mei 2026 Naik 1,23 Persen

Editor
2 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - NTP Jawa Barat Mei 2026 naik 1,23 persen dibandingkan April 2026, dari 116,86 menjadi 118,30. Menurut data...

Nilai Tukar Petani atau NTP Nasional Mei 2026.(Image: BPS)

Nilai Tukar Petani Nasional Mei 2026 Naik 1,99 Persen

Editor
2 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Nilai Tukar Petani adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani...

Kunjungan Wisman ke Jabar April 2026.(Image: BPS Jabar)

Kunjungan Wisman April 2026 ke Jabar Turun 20,80 Persen

Editor
2 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Kunjungan wisman April 2026 ke Jawa Barat melalui Bandara Kertajati pada April 2026 tercatat sebanyak 217 kunjungan,...

Kunjungan wisman ke Indonesia April 2026.(Image: BPS)

Kunjungan Wisman April 2026 ke Indonesia Naik 14,75 Persen

Editor
2 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Kunjungan wisman April 2026 ke Indonesia mencapai 1,25 juta kunjungan. Jumlah ini naik sebesar 14,75 persen dibandingkan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.