• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 25 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pestisida Nabati Mimba: Solusi Ramah Lingkungan untuk Pengelolaan Serangga Hama

Editor
Sabtu, 07 Desember 2024 - 05:42
usaha pertanian lahan sawah

Lahan sawah (ilustrasi/pixabay)

BANDUNG – Pestisida nabati mimba (Azadirachta indica) kini semakin dilirik sebagai solusi efektif dan ramah lingkungan dalam pengelolaan serangga hama. Dengan mekanisme kerja yang unik, pestisida ini mampu mengatasi masalah resistensi hama sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dodin Koswanudin, menjelaskan bahwa mimba, yang dikenal luas sebagai tanaman dengan banyak manfaat, memiliki potensi besar dalam pengendalian hama. Daun, biji, dan kulit kayu mimba mengandung senyawa aktif seperti azadirachtin, yang terbukti efektif sebagai insektisida alami. “Pestisida nabati berbasis mimba sangat potensial, tidak hanya mengendalikan serangga hama, tetapi juga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan,” ungkap Dodin dalam Sharing Session Applied Zoology Commune Series #10, Selasa (3/12).

RelatedPosts

Memacu Ekonomi Keuangan Digital Indonesia Lewat FEKDI x IFSE 2026

Microsoft Komit Investasi di Indonesia USD 1,7 Miliar

Bertemu Pejabat Meta, Menkomdigi Desak Percepat Blokir Akun Anak

Dodin menjelaskan bahwa keunggulan pestisida nabati mimba dibandingkan pestisida kimia sintetik terletak pada mekanisme kerjanya yang kompleks, sehingga hama lebih sulit mengembangkan resistensi. “Selain itu, pestisida ini aman bagi musuh alami hama, seperti predator dan parasitoid, yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pertanian,” jelasnya.

Selain sebagai insektisida, mimba juga memiliki efek antifungal dan antimikroba, yang membantu mengendalikan penyakit tanaman. “Kami menemukan bahwa biji mimba efektif untuk mengendalikan tidak hanya serangga tetapi juga penyakit yang disebabkan oleh jamur,” tambah Dodin.

Meski memiliki banyak manfaat, pengolahan mimba menjadi pestisida nabati memerlukan teknik yang tepat. “Sumber daya ada, namun pengolahan dan formulasi pestisida ini tidak semudah yang dibayangkan,” kata Dodin.

Dodin menjelaskan bahwa pembuatan pestisida nabati berbasis mimba dimulai dengan mencampurkan 50 gram serbuk biji mimba (dari Lombok Timur) dengan 1 liter air dan 1 mililiter alkohol 70 persen. Campuran tersebut dibiarkan selama 12 jam, kemudian disaring dan ditambah 1 mililiter teepol atau perekat. Volume semprot yang digunakan adalah 500 liter per hektar, dengan enam kali aplikasi.

Dalam uji coba yang dilakukan, pestisida nabati berbasis mimba telah diterapkan pada berbagai tanaman hortikultura dan pangan, seperti bawang merah, padi, cabai, edamame, dan kentang. “Pada tanaman bawang merah, mimba terbukti efektif mengurangi populasi hama Thrips dan Liriomyza,” ujar Dodin.

Mimba juga menunjukkan hasil signifikan dalam mengurangi serangan wereng coklat (Nilaparvata lugens) pada tanaman padi setelah tujuh kali aplikasi. “Kami melihat penurunan populasi hama yang nyata dibandingkan dengan kontrol tanpa perlakuan,” katanya.

Namun, ada tantangan dalam penerapan pestisida nabati mimba di lapangan, seperti kesulitan mencampur ekstrak mimba dengan air karena senyawa aktif dalam mimba bersifat hidrofobik. “Kami perlu menambahkan bahan lain untuk memastikan larutan tetap stabil,” jelas Dodin.

Selain itu, biaya formulasi dan waktu yang dibutuhkan untuk pengolahan menjadi hambatan bagi petani, yang cenderung memilih pestisida sintetik karena lebih praktis dan tersedia dalam kemasan kecil. “Inilah yang perlu kita edukasi lebih lanjut kepada petani,” tambahnya.

Dodin menekankan pentingnya kolaborasi antara peneliti, pemerintah, dan petani untuk mengembangkan pestisida nabati seperti mimba. “Kita memiliki kekayaan hayati yang melimpah, namun perlu dukungan dalam penelitian, pengolahan, dan penyuluhan kepada petani,” ujarnya.

Dia juga berharap agar lebih banyak penelitian dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan kepraktisan pestisida nabati. “Pestisida nabati seperti mimba adalah masa depan pertanian yang berkelanjutan. Dengan formulasi dan edukasi yang tepat, kita bisa mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia dan menciptakan pertanian yang lebih ramah lingkungan,” pungkas Dodin.

Tags: hamapestisidaPestisida Nabati Mimba

Related Posts

FEKDI x IFSE 2026.(Foto: Bank Indonesia)

Memacu Ekonomi Keuangan Digital Indonesia Lewat FEKDI x IFSE 2026

Editor
25 September 2026

JAKARTA - Sinergi kebijakan, inovasi, dan penguatan talenta digital menjadi kunci untuk mengoptimalkan transformasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) sebagai...

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama President Microsoft Global Affairs Lisa Monaco di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/09/2026).(Foto: Humas Komdigi)

Microsoft Komit Investasi di Indonesia USD 1,7 Miliar

Editor
25 September 2026

NEW YORK - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengapresiasi komitmen investasi Microsoft sebesar USD 1,7 Miliar di Indonesia untuk...

Menkomdigi Meutya Hafid beserta jajaran bertemu Vice President (VP) & Head of Global Public Policy Meta Kevin J. Martin serta VP & Global Head of Safety Meta Antigone Davis di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/09/2026).(Foto: Humas Komdigi)

Bertemu Pejabat Meta, Menkomdigi Desak Percepat Blokir Akun Anak

Editor
25 September 2026

NEW YORK - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan kewajiban Meta untuk menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025...

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo saat menerima Kunjungan Diplomatik Delegasi dari Utusan Kepresidenan Federasi Rusia di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (23/09/2026). Foto: Pey HS/Komdigi

Indonesia dan Rusia Jajaki Kerja Sama Teknologi Satelit dan AI

Editor
25 September 2026

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital dan Pemerintah Federasi Rusia menjajaki kerja sama teknologi satelit dan kecerdasan artifisial (AI) sebagai...

Internet Gratis Sampai Tingkat RW, Cara Kota Bandung Menuju World Class City

Penyebar Hoaks Pemadaman Internet Diburu!

Editor
25 September 2026

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital memastikan informasi mengenai rencana pemadaman internet nasional selama tiga hari pada 25 sampai 27...

Kemenpora RI mengadakan seleksi terbuka pengisian Pejabat Pengelola Badan Layanan Umum (BLU) untuk jabatan Direktur Pengelolaan Aset dan Usaha Keolahragaan pada Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan (LPUK). (dok.Istimewa)

Kemenpora Buka Seleksi Pejabat Baru Level Direktur

Editor
25 September 2026

JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) mengadakan seleksi terbuka pengisian Pejabat Pengelola Badan Layanan Umum (BLU) untuk jabatan...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.