• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 11 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pesan Menko Airlangga Kepada Asosiasi Emiten

Editor
Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:51
Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia.(Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia.(Foto: Humas Kemenko Perekonomian)

SATUJABAR, JAKARTA – Di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, penguatan kepercayaan investor menjadi salah satu kunci untuk menjaga momentum investasi dan ekspansi usaha di Indonesia. Dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat dan pasar modal yang terus berkembang, Pemerintah mendorong penguatan kualitas serta kedalaman pasar modal agar semakin mampu mendukung kebutuhan pembiayaan jangka panjang dunia usaha dan perekonomian nasional.

“Perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,45% pada Semester I-2026 di tengah berbagai gejolak global. Kondisi tersebut juga didukung oleh inflasi yang relatif rendah sebesar 2,88% serta kemampuan Indonesia memitigasi dampak gejolak harga energi,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (11/08) melalui keterangan resmi.

RelatedPosts

Pelaku Tabrak Lari Anggota Polrestabes Bandung, Mahasiswa Mabuk Bawa 2 Anggota TNI

Anggaran Infratruktur Jalan Kab. Sumedang Rp 100 Miliar

Alun-alun Bandung Dibuka 17 Agustus, Ada Pesta Rakyat

Sejalan dengan fundamental ekonomi tersebut, pasar modal Indonesia juga telah berkembang dengan basis investor dan perusahaan tercatat yang semakin besar. Hingga Juni 2026, jumlah perusahaan tercatat mencapai 957 perusahaan, jumlah investor mencapai 28,9 juta, dan kapitalisasi pasar mencapai sekitar Rp9.897 triliun. Di tingkat ASEAN, Indonesia tercatat memiliki jumlah investor terbesar, jumlah perusahaan tercatat terbesar kedua, kapitalisasi pasar terbesar ketiga, serta rata-rata nilai transaksi harian terbesar kedua.

Namun demikian, Pemerintah memandang penguatan pasar modal ke depan tidak lagi semata-mata berfokus pada peningkatan skala, melainkan juga pada peningkatan kualitas, kedalaman, likuiditas, dan kepercayaan investor. Dari sisi supply, hingga Juli 2026 secara year-to-date terdapat tujuh perusahaan baru tercatat dengan dana IPO sekitar Rp2,16 triliun, sehingga masih terdapat ruang untuk memperkuat pipeline emiten berkualitas dan pembiayaan jangka panjang. Pada saat yang sama, investor semakin memperhatikan likuiditas, struktur kepemilikan, adequate free float, transparansi, tata kelola, serta kualitas keterbukaan informasi.

Pemerintah juga terus memperkuat reformasi pasar modal melalui sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, KSEI, Bank Indonesia, serta pemangku kepentingan terkait. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui pengembangan instrumen investasi, termasuk PINTAR Reksa Dana dan ETF Emas, serta percepatan demutualisasi Bursa Efek Indonesia.

Di luar pasar modal, penguatan iklim investasi juga dilakukan melalui deregulasi dan penyelesaian hambatan investasi lintas Kementerian/Lembaga. Melalui Satgas Debottlenecking, hingga 30 Juli 2026 telah diterima 170 aduan pelaku usaha dan 124 di antaranya telah diselesaikan, mencakup isu perizinan, perpajakan, kepabeanan, tata ruang, logistik, dan energi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah menciptakan enabling environment dan memberikan kepastian berusaha bagi dunia usaha.

“Penguatan kepercayaan investor perlu diikuti peningkatan kualitas perusahaan tercatat sebagai penghubung antara pasar keuangan dan sektor riil. Perusahaan tercatat perlu memperkuat tata kelola, transparansi, dan keterbukaan informasi agar penghimpunan dana dapat semakin optimal mendukung ekspansi usaha, investasi, inovasi, dan produktivitas,” tambah Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya yakni Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia Armand Wahyudi Hartono, serta jajaran pengurus dan anggota Asosiasi Emiten Indonesia.

Tags: airlangga hartartoemitenmenko perekonomianpasar modal

Related Posts

A (20), Mahasiswa tersangka pelaku tabrak lari Aiptu Asep Suhara, anggota Polrestabes Bandung.(Foto:Istimewa).

Pelaku Tabrak Lari Anggota Polrestabes Bandung, Mahasiswa Mabuk Bawa 2 Anggota TNI

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Mahasiswa mabuk, pengemudi mobil membawa dua anggota TNI, adalah pelaku tabrak lari yang merenggut nyawa Aiptu Asep Suhara, anggota...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir (tengah) meninjau Jalan Lingkar Utara Jatigede.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Anggaran Infratruktur Jalan Kab. Sumedang Rp 100 Miliar

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Anggaran infrastruktur jalan tahun 2027 meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk perbaikan infrastrutur jalan bakal dialokasikan Rp 100...

Alun-Alun Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Alun-alun Bandung Dibuka 17 Agustus, Ada Pesta Rakyat

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Alun-alun Bandung akan dibuka oleh Pemerintah Kota Bandung bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17...

Kapolres Sumedang, AKBP Reza Ma'ruffi, menunjukan barang bukti kasus penyekapan dan penganiayaan yang menewaskan pria bernama Handi (40), dalam keterangan pers di Mapolres Sumedang.(Foto:Istimewa).

Kasus Penyekapan Pria di Sumedang hingga Tewas, 8 Orang Ditetapkan Tersangka

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, SUMEDANG--Polres Sumedang, Jawa Barat, berhasil mengungkap kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap pria bernama Handi, berusia 40 tahun, hingga tewas....

Kapolres Sumedang, AKBP Reza Ma'ruffi, menunjukan barang bukti kasus penyekapan dan penganiayaan yang menewaskan pria bernama Handi (40), dalam keterangan pers di Mapolres Sumedang.(Foto:Istimewa).

Kasus Penyekapan Pria di Sumedang hingga Tewas Dipicu Uang Sewa Rental Mobil

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, SUMEDANG -- Kasus penyekapan pria bernama Handi, berusia 40 tahun, hingga tewas, di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, diduga dipicu...

Bank Indonesia (BI) melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) menginisiasi program dan berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk memperkuat daya saing dan tata kelola desa wisata agar semakin berkualitas, inklusif, berkelanjutan, serta mampu menjangkau pasar wisatawan yang lebih luas.(Foto: Humas Kemenpar)

BI dan Kemenpar Perkuat Daya Saing Desa Wisata Ramah Muslim

Editor
11 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melalui Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) menginisiasi program dan berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat