SATUJABAR, SUKABUMI–Profesor Petrus Pallangan, pria berusia 71 tahun, tewas dibunuh asisten rumah tangga (ART) di rumahnya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pelaku Pembunuhan pria bernisial PA alias Agus, 41 tahun, yang berhasil ditangkap di Makasar, Sulawesi Selatan, nekat menghabisi majikannya, karena kesal gajinya sudah lima bulan belum juga dibayarkan.
PA alias Agus, berusia 41 tahun, pelaku pembunuhan Profesor Petrus Pallangan, berhasil ditangkap Tim Resmob Satreskrim Polres Sukabumi dan Unit Reskrim Polsek Cibadak di Makasar, Sulawesi Selatan. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) di rumah korban, kemudian diserahkan ke Markas Polsek (Mapolsek) Cibadak, Polres Sukabumi, untuk menjalani pemeriksaan penyidik
Di hadapan penyidik, pelaku berterus terang telah membunuh majikannya yang sudah lanjut usia (lansia). Pelaku nekat menghabisi korban, karena kesal uang gajinya sudah lima bulan belum juga dibayarkan.
“Ya, selama saya disana (bekerja), hak saya tidak dikasihkan. Gaji saya sudah lima bulan, tidak dibayarkan, alasannya belum ada uang,” ujar Agus saat menjelani pemeriksaan di Mapolsek Cibadak, Minggu (04/10/2026).
Agus mengatakan, bekerja sebagai ART di rumah korban dengan dijanjikan mendapat gaji Rp.2,5 juta setiap bulannya. Awal bisa bekerja setelah melihat lowongan tawaran pekerjaan di media sosial Facebook.
“Saya direkrut untuk merawat Pak Petrus (korban), yang memiliki keterbatasan fisik setelah menjalani operasi, dengan gaji yang dijanjikan Rp.2,5 juta per bulan. Saya awalnya cari kerja di Facebook, diterima dan ditawarin kerja disana,” kata Agus.
Pekerjaannya dari mulai menjaga korban, memandikan, memberi makan, hingga mengantarnya berobat. Gaji Rp 2,5 juta hinga lima bulan tidak juga dibayarkan korban.
“Saya kesal dan bingung karena sedang terlilit utang. Kami sempat cekcok, setelah saya tidak diijinkan pulang,” ungkap Agus.
Agus menghabisi korban dengan membekap wajah dan mulutnya saat berbaring di atas tempat tidur menggunakan bantal. Agus kemudian meninggalkan korban, setelah memastikan sudah tidak bernyawa.
“Hanya dibekap saja wajah dan mulutnya pakai bantal hingga meninggal. Tidak lama, tidak sampai berjsm-jam,” jelas Agus.
Agus melarikan diri ke kampung halamannya di Makasar. Telepon selelular (ponsel) dan dua kartu ATM milik korban dibawa kabur.
Sebelumnya, mayat Profesor Petrus Pallangan ditemukan sudah membusuk di kamar rumahnya di Kampung Bakti, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, pada Jum’at (25/09/2026). Korban pertamakali ditemukan sudah menjadi mayat oleh anak kandungnya yang curiga mencium bau busuk dari dalam rumah yang terkunci dari dalam.







