• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 5 Mei 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Peringati Hari Lada Internasional, Kemendag Dorong Penguatan Industri Lada Nasional

Editor
Kamis, 01 Mei 2025 - 09:03
Lada hitam dan putih.(Image: Pexels)

Lada hitam dan putih.(Image: Pexels)

BANDUNG – Kementerian Perdagangan menegaskan komitmennya untuk memperkuat industri lada nasional dalam peringatan Hari Lada Internasional 2025 yang diselenggarakan oleh International Pepper Community (IPC) di Hotel Pullman, Jakarta, pada Senin (28/4). Acara ini turut dihadiri para pejabat kementerian dan lembaga terkait, serta eksportir lada dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono, menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen meningkatkan ketahanan dan daya saing industri lada di tengah berbagai tantangan global.

RelatedPosts

Kekerasan Seksual di Pesantren Ndolo Kusumo, Kemenag: Santri Dipindahkan

Kota Bogor Luncurkan Logo Hari Jadi Bogor Ke-544, Tema: Bogor Nanjeur

Garut Bersiap Gelar Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda

“Peringatan Hari Lada Internasional adalah bentuk penghargaan atas pentingnya lada, tidak hanya sebagai komoditas perdagangan tetapi juga sebagai bagian dari warisan sejarah dan budaya dunia. Pemerintah Indonesia akan terus memperkuat ketahanan industri lada nasional,” ujar Djatmiko melalui keterangan resmi.

Ia menambahkan bahwa industri lada menghadapi tantangan nyata, seperti ketegangan perdagangan global, dinamika geoekonomi, isu keberlanjutan, dan peningkatan ekspektasi pasar. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan organisasi internasional menjadi sangat penting.

Djatmiko juga menyoroti peran strategis IPC sebagai fasilitator perdagangan lada dunia, sekaligus sebagai platform penting untuk dialog kebijakan, penyediaan data strategis, dan penguatan ketahanan industri lada kawasan. Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi kepada Direktur Eksekutif IPC periode 2021–2025, Firna Azura Ekaputri Haji Marzuki (Malaysia), dan menyambut Direktur Eksekutif IPC periode 2025–2028, Marina Novira Anggraini (Indonesia).

“Kami berharap kepemimpinan baru ini membawa semangat inovasi dan perluasan pasar global bagi komoditas lada,” ucap Djatmiko.

Indonesia saat ini menempati posisi ketiga sebagai negara produsen lada terbesar di dunia dengan luas lahan mencapai 163 ribu hektare. Pada 2024, nilai ekspor lada Indonesia mencapai lebih dari USD 311 juta, meningkat 105,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, industri lada nasional masih menghadapi sejumlah kendala seperti rendahnya produktivitas akibat pohon tua, serangan penyakit tanaman, dan terbatasnya fasilitas pengolahan.

Dalam sesi diskusi, Direktur Perundingan Antar Kawasan dan Organisasi Internasional Kemendag, Natan Kambuno, menekankan strategi pemerintah untuk menjaga daya saing lada di pasar global. Strategi tersebut antara lain mencakup intensifikasi tanaman, pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas, pengembangan produk bernilai tambah, dan peningkatan promosi internasional.

Sementara itu, Direktur Eksekutif IPC 2021–2025, Firna Azura, menyoroti kekhawatiran petani dan pelaku industri lada terkait rencana tarif impor baru oleh Amerika Serikat. IPC tengah mengupayakan penyampaian keberatan resmi kepada pemerintah AS agar lada dikecualikan dari daftar produk yang dikenai tarif resiprokal.

“Lada bukan komoditas yang bisa dibudidayakan di AS, jadi tidak mengancam petani lokal. Impornya mencapai 100 kiloton metrik per tahun, atau sekitar 25 persen perdagangan lada hitam dunia,” tegas Firna.

Direktur Eksekutif IPC yang baru, Marina Novira Anggraini, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat dialog dan kerja sama guna menghadapi tantangan industri lada. “Sebagai tuan rumah Sekretariat IPC, Indonesia berkomitmen mendukung kerja sama multilateral demi perdagangan lada yang berkelanjutan, inovatif, dan inklusif,” kata Marina.

Sebagai informasi, IPC adalah organisasi antarpemerintah di sektor lada yang didirikan pada 1972. IPC bertujuan mempromosikan, menyelaraskan, dan mengembangkan perdagangan lada antarnegara anggotanya. Saat ini IPC beranggotakan lima negara permanen (Indonesia, India, Malaysia, Sri Lanka, dan Vietnam) serta dua anggota asosiasi (Papua Nugini dan Filipina), yang secara kolektif menyumbang 70 persen produksi lada dunia.

Tags: Hari LadakemendagLada

Related Posts

Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said.(Foto: Humas Kemenag)

Kekerasan Seksual di Pesantren Ndolo Kusumo, Kemenag: Santri Dipindahkan

Editor
5 Mei 2026

Santri Ndolo Kusumo berjumlah 252 anak. Sebanyak empat santri masih belajar di tingkat Raudlatul Athfal. Ada 89 sembilan santri tingkat...

Logo Hari Jadi Bogor.(Image: Humas Pemkot Bogor)

Kota Bogor Luncurkan Logo Hari Jadi Bogor Ke-544, Tema: Bogor Nanjeur

Editor
5 Mei 2026

Sebelum peluncuran logo, Pemkot Bogor memberikan penghargaan kepada Muhamad Ilham Akbar sebagai pemenang sayembara logo HJB Ke-544. SATUJABAR, BOGOR -...

Rapat persiapan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda.‎(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Kab. Garut)

Garut Bersiap Gelar Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda

Editor
5 Mei 2026

Daya tarik utama dari kirab ini adalah prosesi pengarakan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake menggunakan Kereta Kencana Ki Jaga Raksa. SATUJABAR,...

Perangkat tilang elektronik ETLE.(FOto: Korlantas Polri)

Cara Cek Status ETLE Saat Kita Melanggar Lalu Lintas

Editor
5 Mei 2026

Melalui layanan digital yang tersedia, masyarakat kini dapat memeriksa status pelanggaran kendaraan tanpa menunggu surat konfirmasi. SATUJABAR, JAKARTA - Penerapan...

Area Stasiun Bekasi Timur.(Foto: Humas Kemenhub)

Soal Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Menhub: Tunggu Investigasi KNKT

Editor
5 Mei 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Masyarakat dan seluruh pihak terkait diimbau menunggu investasi KNKT yang akan memberikan hasil secara menyeluruh terkait penyebab...

Menteri Luar Negeri Sugiono menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Republik Demokratik Rakyat Laos, Y.M. Thongsavan Phomvihane, di Jakarta pada Senin (4/5/2026).(Foto: Dok Kemlu)

Laos dan Indonesia Perkuat Hubungan Bilateral

Editor
5 Mei 2026

Kedua pihak membahas upaya peningkatan perdagangan, investasi, konektivitas, dan pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian. SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Luar Negeri...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.