• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 4 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pergerakan Tanah di Pakenjeng Garut Dimitigasi

Editor
Selasa, 23 April 2024 - 01:05
Rakor Pergerakan Tanah di Pakenjeng Garut

Rakor Pergerakan Tanah di Pakenjeng Garut. (FOTO: Humas Kabupaten Garut)

BANDUNG – Pergerakan tanah yang terjadi Desa Sukamulya Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut diantisipasi dan mitigasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut dengan menggelar rapat koordinasi (Rakor) membahas hasil assesment pergerakan tanah di Desa Sukamulya, Kecamatan Pakenjeng, berlangsung di Ruang Rapat Kantor BPBD Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (22/04/2024).

RelatedPosts

Sakit Hati, Pegawai Bunuh Suami-Istri WNA Pakistan di Bogor

Turis Asing yang Naik Kereta Api Makin Banyak

Kemenhub Siapkan 841 Kapal Angkut 3,2 Juta Penumpang Angkutan Laut Lebaran 2026

Rakor dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, dan dihadiri oleh perwakilan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut.

Kalak BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, menyampaikan, rakor digelar menyusul telah terjadinya pergerakan tanah di Kampung Pasirkaliki, Desa Sukamulya, Kecamatan Pakenjeng, dimana berdasarkan hasil assesment, pergerakan tanah cukup masif dengan penurunan atau amblas mencapai 5-7 meter. Akibatnya, beberapa rumah warga mengalami kerusakan dan penghidupan serta kehidupan masyarakat setempat menjadi terganggu.

“Sehingga kami harus menindaklanjuti dan  melakukan rapat koordinasi dengan para kepala SKPD, untuk masing-masing melakukan pengecekan ataupun inventarisasi data di lokasi tersebut sesuai dengan tusi (tugas fungsi)-nya masing-masing SKPD tersebut,” ujar Aah dilansir garutkab.go.id.

Data yang diperoleh SKPD tersebut, tambah Aah, nantinya akan dijadikan tolok ukur dalam penetapan status bencana tersebut, apakah berlanjut kepada tanggap darurat atau cukup dengan pencegahan atau dengan siaga darurat penanganan secara umum.

“Itulah makna kami pada saat ini, (dan ini) sangat urgent karena menyangkut untuk melakukan penyelamatan masyarakat yang sekarang sudah melakukan evakuasi mandiri,” ucap Aah.

 

WARGA TERDAMPAK

Aah menerangkan setidaknya ada sekira 47 Kepala Keluarga (KK) yang sudah melakukan evakuasi mandiri, dan saat ini juga pihaknya tengah menunggu hasil kajian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait kelayakan lokasi kejadian, dan jika memang sudah tidak layak ditempati maka Pemkab Garut harus melakukan relokasi warga ke tempat yang lebih aman.

“Untuk di beberapa perangkat daerah sudah (dilakukan penyaluran bantuan) sesuai dengan tusinya, saya BPBD kita sudah memberi dengan segala kemampuan yang ada, terus dari ketahanan pangan juga sudah memberikan beras, dari Dinsos juga sudah memberikan,” ucapnya.

Ia berharap dengan rakor ini informasi mengenai pergerakan tanah di Kampung Pasirkaliki Desa Sukamulya bisa diketahui oleh perangkat daerah, dan para SKPD bisa menindaklanjuti rakor ini dengan melakukan kunjungan ke lokasi untuk menginventarisasi data-data yang dibutuhkan sesuai tugas dan fungsinga masing-masing, serta nantinya menjadi bahan dalam rapat di tingkat pimpinan untuk menentukan status bencana.

Ia mengimbau kepada masyarakat, selain meningkatkan kewaspadaan, agar tidak bercocok tanam kembali di lokasi kejadian, karena dikhawatirkan lahan tersebut terus bergeser dan membahayakan warga.

 

PENGUNGSI

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Pakenjeng, Irpan F, menuturkan, kondisi terkini di lokasi kejadian warga sudah mengungsi hingga lahan di lokasi kejadian pun sudah kosong.

Karena terganggunya penghidupan dan kehidupan masyarakat, kata Irpan, ada beberapa hal yang dibutuhkan oleh warga setempat mulai dari tempat evakuasi, makanan, dan kebutuhan lainnya.

 

Ia berharap ada intervensi atau penanganan langsung dari pemerintah daerah, karena warga saat ini sudah mengungsi, mata pencaharian mereka pun terganggu, dan beberapa di antaranya mengalami beberapa kerugian harta benda.

“Jadi untuk segera diantisipasi (dan) ditangani, mudah-mudahan bisa melalui dikeluarkannya status tanggap darurat (atau) status bencana untuk Kampung Pasirkaliki Desa Sukamulya Kecamatan Pakenjeng ini,” tandasnya.

Kejadian pergerakan tanah sendiri dilaporkan pertama kali pada tanggal 11 Maret 2024, pihak pemerintahan setempat langsung melakukan peninjauan ke lokasi kejadian. Penurunan atau amblasnya tanah ini terjadi secara masif, dari semula setinggi 70 centimeter hingga kini mencapai 5-7 meter.

Tags: bpbd garutPergerakan TanahPergerakan Tanah di Pakenjeng Garut

Related Posts

MH (22), pelaku pembunuhan pasangan suami-istri, Mohammad Afzal (56), dan Firza Afzal (47), WNA asal Pakistan.(Foto:Istimewa).

Sakit Hati, Pegawai Bunuh Suami-Istri WNA Pakistan di Bogor

Editor
4 Maret 2026

SATUJABAR, BOGOR--Sakit hati yang sudah dipendam lama, diduga menjadi pemicu kasus pembunuhan disertai pencurian terhadap dua Warga Negara Asing (WNA)...

Turis asing,otp kereta api.wisatawan mancanegara

Turis Asing yang Naik Kereta Api Makin Banyak

Editor
4 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Mobilitas wisatawan mancanegara melalui transportasi kereta api terus menunjukkan peningkatan di awal tahun. PT Kereta Api Indonesia...

Kapal bersandar di pelabuhan.(Foto: Dok. Kemenhub)

Kemenhub Siapkan 841 Kapal Angkut 3,2 Juta Penumpang Angkutan Laut Lebaran 2026

Editor
4 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 841 kapal dengan total kapasitas angkut sekitar 3,2 juta penumpang selama masa Angkutan...

(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Wapres Gibran Tinjau Pengembangan IoT dan E-Sport di SMP Santo Yusup

Editor
4 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke SMP Santo Yusup Sulaksana, Kota Bandung,...

TKP (tempat kejadian perkara) AS, bocah SD ditemukan tewas dihabisi kakak tiri, di Kampung Warung Tiwu, Desa/Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat.(Foto:Istimewa).

Bocah SD di Bandung Barat Dibunuh Kakak Tiri, Pelaku Ditangkap di Cianjur

Editor
4 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Peristiwa mengenaskan menimpa bocah yang masih duduk di sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, tewas di...

Gerbang Tol Prambanan.(Foto: Jasa Marga)

Kinerja Jasa Marga 2025: Laba Rp3,7 Triliun, EBITDA Margin 67,0%

Editor
4 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menutup tahun 2025 dengan kinerja keuangan yang solid dan berkelanjutan. Sebagai emiten...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.