• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 20 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pergerakan Tanah di Pakenjeng Garut Dimitigasi

Editor
Selasa, 23 April 2024 - 01:05
Rakor Pergerakan Tanah di Pakenjeng Garut

Rakor Pergerakan Tanah di Pakenjeng Garut. (FOTO: Humas Kabupaten Garut)

BANDUNG – Pergerakan tanah yang terjadi Desa Sukamulya Kecamatan Pakenjeng Kabupaten Garut diantisipasi dan mitigasi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut dengan menggelar rapat koordinasi (Rakor) membahas hasil assesment pergerakan tanah di Desa Sukamulya, Kecamatan Pakenjeng, berlangsung di Ruang Rapat Kantor BPBD Kabupaten Garut, Jalan Terusan Pahlawan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (22/04/2024).

RelatedPosts

3 Pelaku Perusakan Bus Tim EPA Persib U-18 Ditetapkan Tersangka

Bandar ‘Sinte’ di Bandung Barat Ditangkap, Polisi Temukan Senjata Api

Pembunuh Wanita Ojol Ditemukan Membusuk di Kebun Jati di Sukabumi Ditangkap

Rakor dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, dan dihadiri oleh perwakilan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut.

Kalak BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, menyampaikan, rakor digelar menyusul telah terjadinya pergerakan tanah di Kampung Pasirkaliki, Desa Sukamulya, Kecamatan Pakenjeng, dimana berdasarkan hasil assesment, pergerakan tanah cukup masif dengan penurunan atau amblas mencapai 5-7 meter. Akibatnya, beberapa rumah warga mengalami kerusakan dan penghidupan serta kehidupan masyarakat setempat menjadi terganggu.

“Sehingga kami harus menindaklanjuti dan  melakukan rapat koordinasi dengan para kepala SKPD, untuk masing-masing melakukan pengecekan ataupun inventarisasi data di lokasi tersebut sesuai dengan tusi (tugas fungsi)-nya masing-masing SKPD tersebut,” ujar Aah dilansir garutkab.go.id.

Data yang diperoleh SKPD tersebut, tambah Aah, nantinya akan dijadikan tolok ukur dalam penetapan status bencana tersebut, apakah berlanjut kepada tanggap darurat atau cukup dengan pencegahan atau dengan siaga darurat penanganan secara umum.

“Itulah makna kami pada saat ini, (dan ini) sangat urgent karena menyangkut untuk melakukan penyelamatan masyarakat yang sekarang sudah melakukan evakuasi mandiri,” ucap Aah.

 

WARGA TERDAMPAK

Aah menerangkan setidaknya ada sekira 47 Kepala Keluarga (KK) yang sudah melakukan evakuasi mandiri, dan saat ini juga pihaknya tengah menunggu hasil kajian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait kelayakan lokasi kejadian, dan jika memang sudah tidak layak ditempati maka Pemkab Garut harus melakukan relokasi warga ke tempat yang lebih aman.

“Untuk di beberapa perangkat daerah sudah (dilakukan penyaluran bantuan) sesuai dengan tusinya, saya BPBD kita sudah memberi dengan segala kemampuan yang ada, terus dari ketahanan pangan juga sudah memberikan beras, dari Dinsos juga sudah memberikan,” ucapnya.

Ia berharap dengan rakor ini informasi mengenai pergerakan tanah di Kampung Pasirkaliki Desa Sukamulya bisa diketahui oleh perangkat daerah, dan para SKPD bisa menindaklanjuti rakor ini dengan melakukan kunjungan ke lokasi untuk menginventarisasi data-data yang dibutuhkan sesuai tugas dan fungsinga masing-masing, serta nantinya menjadi bahan dalam rapat di tingkat pimpinan untuk menentukan status bencana.

Ia mengimbau kepada masyarakat, selain meningkatkan kewaspadaan, agar tidak bercocok tanam kembali di lokasi kejadian, karena dikhawatirkan lahan tersebut terus bergeser dan membahayakan warga.

 

PENGUNGSI

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Pakenjeng, Irpan F, menuturkan, kondisi terkini di lokasi kejadian warga sudah mengungsi hingga lahan di lokasi kejadian pun sudah kosong.

Karena terganggunya penghidupan dan kehidupan masyarakat, kata Irpan, ada beberapa hal yang dibutuhkan oleh warga setempat mulai dari tempat evakuasi, makanan, dan kebutuhan lainnya.

 

Ia berharap ada intervensi atau penanganan langsung dari pemerintah daerah, karena warga saat ini sudah mengungsi, mata pencaharian mereka pun terganggu, dan beberapa di antaranya mengalami beberapa kerugian harta benda.

“Jadi untuk segera diantisipasi (dan) ditangani, mudah-mudahan bisa melalui dikeluarkannya status tanggap darurat (atau) status bencana untuk Kampung Pasirkaliki Desa Sukamulya Kecamatan Pakenjeng ini,” tandasnya.

Kejadian pergerakan tanah sendiri dilaporkan pertama kali pada tanggal 11 Maret 2024, pihak pemerintahan setempat langsung melakukan peninjauan ke lokasi kejadian. Penurunan atau amblasnya tanah ini terjadi secara masif, dari semula setinggi 70 centimeter hingga kini mencapai 5-7 meter.

Tags: bpbd garutPergerakan TanahPergerakan Tanah di Pakenjeng Garut

Related Posts

BPA (33), supporter Persija Jakarta salah satu pelaku perusakan bus rombongan pemain Tim Elite Pro Akademi (EPA) Persib Bandung di Rest Area Kilometer 360 Tol Batang, Jawa Tengah.(Foto:Istimewa).

3 Pelaku Perusakan Bus Tim EPA Persib U-18 Ditetapkan Tersangka

Editor
19 Oktober 2026

SATUJABAR, BATANG--Polisi menetapkan tiga orang pelaku penyerangan dan perusakan bus pemain Tim Elite Pro Akademi (EPA) Persib Bandung Usia 18...

Aksi ‘Bang Jago’ di Tasikmalaya, Adik Datangi dan Lepaskan Tembakan di Rumah Kakak

Bandar ‘Sinte’ di Bandung Barat Ditangkap, Polisi Temukan Senjata Api

Editor
19 Oktober 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Seorang bandar tembakau sintetis, atau sinte, di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, ditangkap polisi. Selain barang bukti tembakau sintetis,...

Ilustrasi pelaku kejahatan.(Foto:Istimewa).

Pembunuh Wanita Ojol Ditemukan Membusuk di Kebun Jati di Sukabumi Ditangkap

Editor
19 Oktober 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Pelaku pembunuhan wanita berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol), yang ditemukan sudah membusuk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berhasil...

Musyawarah Provinsi (Musprov) IKA Unpad Jawa Barat dan Pelantikan Pengurus Provinsi IKA Unpad Jawa Barat di rooftop Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

IKA Unpad Diajak Kolab Bangun Kota Bandung

Editor
19 Oktober 2026

BANDUNG - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mendorong Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) untuk berkontribusi dalam pembangunan Kota Bandung...

Foto bersama usai peresmian Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasirwangi di RW 09, Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, Minggu, 18 Oktober 2026.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Ruang Terbuka Hijau Pasirwangi Ujung Berung Diresmikan

Editor
19 Oktober 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui penghijauan dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Salah satunya melalui...

(Image: Bank Indonesia)

Prompt Manufacturing Index (PMI) – BI Triwulan III 2026 Kinerja Industri Pengolahan Meningkat

Editor
19 Oktober 2026

JAKARTA - Kinerja Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan pada triwulan III 2026 meningkat dan tetap berada pada fase ekspansi (indeks...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.