• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 8 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Perajin Kampoeng Rajoet Binong Ubah Sampah Plastik Jadi Benang

Editor
Selasa, 11 Agustus 2026 - 04:37
Produk Kampoeng Rajoet Binong Jati Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Produk Kampoeng Rajoet Binong Jati Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Upaya mengolah sampah menjadi sesuatu yang bernilai terus dikembangkan di Kampoeng Rajoet, Kampung Wisata Kreatif Binong Jati. Melalui inovasi pengolahan sampah anorganik, khususnya botol plastik, masyarakat di kawasan tersebut mengubah limbah menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai benang.

Pegiat Lingkungan Hidup Kelurahan Binong sekaligus bagian dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Wawan Setiawan mengatakan, inovasi tersebut lahir dari kepedulian terhadap persoalan sampah di lingkungan sekitar. Botol plastik yang berasal dari aktivitas masyarakat dikumpulkan dan ditampung untuk kemudian diolah kembali.

RelatedPosts

Garut Plaza Direbranding, Dorong Ekonomi Daerah dan UMKM

Budidaya Lebah Trigona Kemenhut Diikuti Gen Z

1.000 UMKM Urus Sertifikasi Halal, Didampingi Pemkot Kota Bandung

“Karena kita ada di Kota Bandung, kebetulan di kewilayahan kita itu lagi menata lingkungan. Memang lagi viralnya kita Bandung itu memang lagi darurat sampah. Jadi kita bisa olah, terutama bekas botol minuman yang biasanya dibuang pengunjung, kita tampung di rumah botol, kita olah lagi, kita cacah lagi,” ujar Wawan.

Proses pengolahan dimulai dari pengumpulan dan pemilahan botol plastik, kemudian dilanjutkan dengan pencacahan menggunakan mesin pengolah. Dari proses tersebut, sampah plastik diolah menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai benang.

Menurut Wawan, proses pengolahan botol plastik hingga menjadi bahan tersebut membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Inovasi ini menjadi salah satu upaya Pokdarwis untuk mengolah sampah anorganik agar memiliki manfaat dan nilai guna baru.

“Ini inovasi dari Pokdarwis untuk bisa mengolah sampah anorganik menjadi lebih bermanfaat,” tuturnya.

Selain mengurangi sampah yang berakhir sebagai limbah, pengolahan tersebut juga memberikan nilai ekonomi.

Wawan menyebut, sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut.

Upaya pengelolaan sampah tersebut juga dilakukan melalui bank sampah. Dalam prosesnya, berbagai jenis sampah dipilah, mulai dari kardus hingga plastik. Khusus botol plastik yang dapat diolah melalui inovasi tersebut, pengurangan sampah mencapai sekitar 100 kilogram per bulan, berdasarkan penjelasan Wawan.

Wawan mengungkapkan, penerimaan masyarakat terhadap program pengelolaan sampah pada awalnya tidak selalu berjalan mudah. Sosialisasi mengenai pengelolaan sampah masih menghadapi pro dan kontra. Salah satunya karena keterbatasan sumber daya manusia. Namun, hasil nyata dari inovasi tersebut perlahan mendorong masyarakat untuk ikut mendukung.

“Kalau kita sosialisasi ke masyarakat itu memang susah menyadarkan masyarakat. Tapi kalau diperlihatkan dengan hasil karya kita, ternyata semuanya sekarang sudah mulai mendukung,” katanya.

Menurutnya, munculnya nilai ekonomi dari pengolahan sampah turut membuat masyarakat semakin tertarik untuk terlibat. Konsep tersebut kemudian mendorong penerapan ekonomi sirkular, ketika limbah yang sebelumnya tidak terpakai dapat kembali dimanfaatkan dan memiliki nilai.

Ke depan, Wawan berharap inovasi pengolahan sampah di Kampoeng Rajoet dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kota Bandung dalam menghadapi persoalan persampahan.

“Semoga dengan hasil karya kita, Kampung Wisata Kreatif Rajad Binong Jati ini, dengan inovasinya, pengolahan sampah organik, dari botol plastik menjadi benang, menjadikan inspirasi untuk Kota Bandung,” pungkasnya.

Melalui inovasi tersebut, Kampoeng Rajoet tidak hanya dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas kerajinan rajut, tetapi juga sebagai ruang yang mendorong pemanfaatan kembali sampah menjadi sesuatu yang lebih bernilai. Dari botol plastik yang semula menjadi limbah, lahir bahan baru yang dapat kembali dimanfaatkan dan dikembangkan menjadi karya.

 

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Tags: Kampoeng Rajoet Binong Jati

Related Posts

Garut Plaza diharapkan menjadi pendorong ekonomi dan menopang UMKM usai diaktivasi lagi dan menjalani rebranding, ungkap Asisten Daerah II Kabupaten Garut Dedy Mulyadi. Foto: APPSI Kabupaten Garut/Garut Plaza)

Garut Plaza Direbranding, Dorong Ekonomi Daerah dan UMKM

Editor
7 September 2026

GARUT - Garut Plaza diharapkan menjadi pendorong ekonomi dan menopang UMKM usai diaktivasi lagi dan menjalani rebranding. Garut Plaza juga...

Suasana bimtek lebah trigona di Gunungkidul.(Foto: Humas Kemenhut)

Budidaya Lebah Trigona Kemenhut Diikuti Gen Z

Editor
7 September 2026

GUNUNGKIDUL - Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) menggelar Bimbingan Teknis Budidaya dan Digitalisasi Pemasaran Produk Lebah...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di acara pemberdayaan UMKM.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

1.000 UMKM Urus Sertifikasi Halal, Didampingi Pemkot Kota Bandung

Editor
3 September 2026

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan berbagai komunitas pengusaha memperkuat dukungan bagi pelaku...

Sentra Tekstil Cigondewah Plus Kuliner Jadi Magnet Wisata

Editor
30 Agustus 2026

BANDUNG - Sentra Tekstil Cigondewah di Kecamatan Bandung Kulon didorong menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat yang memadukan belanja tekstil, kuliner...

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.(Foto: Dok. Kemenperin)

Kemenperin dan BI Percepat Transformasi UMKM Hijau

Editor
30 Agustus 2026

JAKARTA – Kemenperin atau Kementerian Perindustrian terus memperkuat transformasi sektor industri nasional menuju sistem produksi yang lebih efisien, berdaya saing,...

Stan UMKM di Car Free Day Tegar Beriman.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Car Free Day Tegar Beriman Dorong Kinerja UMKM

Editor
29 Agustus 2026

CIBINONG – Car Free Day (CFD) Tegar Beriman tidak hanya menjadi ruang publik untuk berolahraga dan berekreasi, tetapi juga turut...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.