Secara keseluruhan, penjualan properti residensial di pasar primer masih terkontraksi sebesar 8,43% (yoy).
JAKARTA – Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjukkan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan III 2026 tumbuh terbatas. Kondisi ini tecermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan III 2026 yang tumbuh sebesar 0,58% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan II 2026 sebesar 0,69% (yoy).
Menurut data yang dirilis Bank Indonesia Jum’at 6 November 2026, dari sisi penjualan, hasil survei mengindikasikan penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan III 2026 menurun di seluruh tipe rumah. Secara keseluruhan, penjualan properti residensial di pasar primer masih terkontraksi sebesar 8,43% (yoy).
Dari sisi pembiayaan, hasil survei menunjukkan bahwa sumber utama pembiayaan pembangunan properti residensial oleh pengembang berasal dari dana internal perusahaan, dengan pangsa sebesar 73,94% dari total kebutuhan pembiayaan. Sementara itu, mayoritas pembelian rumah di pasar primer oleh konsumen dilakukan melalui skema pembelian Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dengan pangsa sebesar 70,68% dari total skema pembelian.







