SATUJABAR, SUMEDANG – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Kampung Makmur (Perseroda) menetapkan Dicky Kurnia menjadi direktur untuk masa jabatan 2026–2031. Pemegang Saham Pengendali PT KM (Perseroda), Bupati Dony Ahmad Munir menyampaikan, penetapan direksi baru dilakukan setelah mempertimbangkan hasil paparan rencana bisnis yang disampaikan oleh calon direktur.
Dony berharap kepemimpinan baru di PT Kampung Makmur mampu menghadirkan inovasi dan langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan seluruh potensi usaha yang dimiliki perusahaan. Selain itu, penerapan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) juga harus menjadi landasan utama dalam menjalankan roda perusahaan.
“Kami berharap dengan pengangkatan Direksi yang baru ini, PT Kampung Makmur dapat semakin berkembang, mampu mengoptimalkan potensi usaha yang dimiliki, menerapkan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance), serta memberikan manfaat dan kontribusi yang semakin optimal bagi Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Sumedang,” kata Bupati Dony di Ruang Rapat Bupati Sumedang, Kamis (9/7/2026) dikutip laman Pemkab Sumedang.
Proses pengangkatan Direktur PT KM melalui serangkaian tahapan, seleksi dilakukan secara terbuka melalui mekanisme fit and proper test. Mulai dari seleksi administrasi, penilaian kompetensi, penyusunan makalah dan rencana bisnis perusahaan, hingga wawancara oleh tim seleksi. Hasil seluruh tahapan tersebut kemudian menjadi dasar rekomendasi kepada Pemegang Saham Pengendali untuk menetapkan Direktur PT KM.
Bupati Dony menegaskan, proses seleksi tersebut bertujuan memperoleh sosok direksi yang memiliki integritas, kompetensi, pengalaman manajerial, serta visi yang kuat dalam mengembangkan perusahaan daerah agar mampu tumbuh secara sehat, profesional, dan memberikan nilai tambah bagi daerah.
Menurut bupati, kondisi perusahaan saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Meskipun belum mengalami pertumbuhan yang signifikan, PT Kampung Makmur telah mampu menjaga keberlangsungan operasional perusahaan melalui pengelolaan arus kas yang sehat.
“Meskipun saya melihat progresnya masih pada tahap yang standar, tetapi setidaknya cash flow perusahaan sudah dapat terpenuhi sehingga perusahaan mampu bertahan dan menjalankan operasionalnya dengan baik,” ujar Dony.







