• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 24 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pemkab Sumedang Luncurkan Inovasi Pangan Bersama Perguruan Tinggi

Editor
Senin, 19 Agustus 2024 - 06:03
Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli.9FOTO: Humas Pemkab Sumedang)

Pj Bupati Sumedang Yudia Ramli.9FOTO: Humas Pemkab Sumedang)

BANDUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang mengumumkan peluncuran inovasi baru di bidang pangan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

Acara peluncuran tersebut berlangsung usai Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada Sabtu, 17 Agustus 2024. Inovasi pangan yang diluncurkan melibatkan dua produk utama: Beras Analog Mandala hasil kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Beras Organik yang dikembangkan bersama Universitas Widyatama.

RelatedPosts

RSHS Bentuk Tim Medis Tangani Wanita Korban Penyekapan dan Penganiayaan Taufik Hidayat

Menko Airlangga: Data Center Jadi Game Changer Baru

MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia Bertahan di Emerging Market

Beras Analog Mandala adalah alternatif pangan pengganti beras yang terbuat dari bahan pangan non-beras, khususnya olahan singkong. Produk ini dirancang untuk menjadi pengganti beras yang dapat dikonsumsi dan disajikan seperti nasi, dan memiliki potensi besar sebagai pangan utama, terutama dalam menghadapi situasi kelangkaan pangan.

Sementara itu, Beras Organik dikembangkan di Desa Cikurubuk, Kecamatan Buahdua, yang memiliki luas 630,80 hektare dengan 63,60% wilayahnya merupakan lahan pertanian. Universitas Widyatama berperan dalam pengembangan padi organik di desa ini, yang dianggap sangat potensial untuk menghasilkan beras organik berkualitas tinggi.

Melalui pengelolaan yang efisien, diharapkan produk ini dapat memenuhi permintaan pasar lokal, regional, dan global.

Selain itu, Universitas Widyatama juga menangani berbagai aspek pascapanen, termasuk kurasi produk, kemasan, promosi, pemasaran, dan penjualan. Perguruan tinggi ini juga berpotensi terlibat dalam proses pra-produksi, seperti pengembangan bibit unggul dan pupuk organik, guna memastikan kualitas dan keberlanjutan produksi beras organik.

Pj Bupati Sumedang, Yudia Ramli, menyampaikan harapannya bahwa kedua inovasi ini dapat meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Sumber: sumedangkab.go.id

Tags: Kabupaten SumedangUniversitas Widyatama

Related Posts

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.(Foto:Istimewa).

RSHS Bentuk Tim Medis Tangani Wanita Korban Penyekapan dan Penganiayaan Taufik Hidayat

Editor
24 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Batat, membentuk tim medis khusus untuk menangani YT, wanita muda berusia 29...

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pengembangan data center kunci untuk memacu pertumbuhan ekonomi..(Foto: Kemenko Perekonomian)

Menko Airlangga: Data Center Jadi Game Changer Baru

Editor
24 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Transformasi digital menjadi salah satu pengungkit utama pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Seiring pesatnya perkembangan ekonomi digital...

harga saham

MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia Bertahan di Emerging Market

Editor
24 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif pengumuman MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis pada 24 Juni...

Ilustrasi mayat korban.(Foto:Istimewa).

Wanita Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kamar Hotel di Sukabumi

Editor
24 Juni 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Seorang wanita tanpa identitas ditemukan tewas di kamar hotel di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa...

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman,(FOTO: dpr.go.id/Foto : Aditya/Andri)

Habiburokhman: Hukuman Maksimal Bagi Terduga Penyekapan dan Penyiksaan

Editor
24 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengapresiasi gerak cepat Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) dalam menangkap...

Taufik Hidayat (30), pelaku penyekapan dan penganiayaan saat dibawa ke Mapolda Jabar.(Foto:Istimewa).

Viral Jadi Buronan di Media Sosial, Taufik Hidayat Panik Lalu Menyerahkan Diri

Editor
24 Juni 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Pelarian Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap kekasihnya YT, wanita muda berusia 25 tahun, berakhir dengan kembali ke...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.