SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang berkomitmen mendampingi pengobatan Arshaf Aditya Muzaini, bayi berusia sembilan bulan asal Dusun Conggeang, Desa Conggeang Wetan, Kecamatan Conggeang, yang mengidap kelainan jantung bawaan Total Anomalous Pulmonary Venous Drainage (TAPVD).
Arshaf dijadwalkan menjalani operasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, pada 2 November 2026 mendatang. Sebelumnya, Arshaf mendapatkan penanganan di RSUD Sumedang sebelum dirujuk ke Bandung. Namun, untuk penanganan lebih lanjut, Arshaf harus dirujuk ke RSCM Jakarta.
Wakil Bupati M Fajar Aldila mengatakan, Pemkab Sumedang akan terus mengawal proses pengobatan Arshaf, termasuk memberikan pendampingan setelah operasi. “Kami kawal dan kami bantu semampu kami pascaoperasi. Tadi juga sudah dibantu oleh Dinsos, bersama dari Dinkes juga,” ujar Wabup Fajar saat mengunjungi Arshaf, di Desa Conggeang Wetan, Kamis (29/10/2026) dilansir laman Pemkab Sumedang.
Wabup memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan mobilisasi keluarga Arshaf ke Jakarta. Dinas Sosial turut menyalurkan bantuan berupa sembako, susu, dan perlengkapan bayi. Selain memastikan dukungan bagi Arshaf dan keluarganya, Wabup juga mengingatkan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemantauan terhadap kasus-kasus penyakit langka yang ditemukan di Kabupaten Sumedang. “Ini menjadi perhatianbm bagi kami, terutama Dinkes untuk memonitoring penyakit-penyakit langka yang terjadi di Kabupaten Sumedang,” katanya.
Pemantauan tersebut penting agar pemerintah daerah dapat mengetahui kebutuhan penanganan pasien sejak dini serta menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan, termasuk dukungan pengobatan dan rujukan ke fasilitas kesehatan yang sesuai.
Peristiwa ini menjadi perhatian bagi Pemkab Sumedang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh penanganan medis di daerah sendiri tanpa harus dirujuk ke luar Sumedang.







