• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 6 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pemerintah Siapkan Insentif Agar Dolar WNI Pulang Kampung

Editor
Sabtu, 20 September 2025 - 06:28
Purbaya Yudhi Sadewa,pertumbuhan ekonomi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.(Foto: Setneg)

SATUJABAR, JAKARTA – Pemerintah tengah mematangkan skema berbasis pasar (market-based) yang bertujuan untuk menarik kembali simpanan dolar milik Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri agar ditempatkan di dalam negeri. Skema ini akan disertai dengan insentif menarik bagi para pemilik dana.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (19/5/2025).

RelatedPosts

Wanita Ditemukan Tewas Dianiaya di Tempat Kos di Cimahi, Pelaku Ditangkap

5 Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO, Ini Daftarnya

Kasus Haji dan Umrah Meningkat, Kemenhaj Akan Tambah PPNS di Daerah

“Rencana bagaimana menarik uang-uang dolar yang orang Indonesia suka taruh di luar balik ke sini. Tadi masih belum matang, masih kita matangkan lagi. Tapi kalau saya lihat rencananya cukup bagus sekali,” ujar Menkeu dikutip Setneg.

Menurut Purbaya, skema tersebut ditargetkan bisa dijalankan dalam waktu dekat. Pemerintah berharap kebijakan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap penguatan cadangan devisa nasional, peningkatan suplai dolar di perbankan domestik, serta mendukung pembiayaan proyek-proyek strategis nasional.

Menkeu juga mengungkapkan kekhawatirannya atas arus dana valuta asing yang selama ini secara rutin dikirim ke luar negeri oleh sebagian WNI. Ia menilai, dengan adanya insentif yang tepat, arus dana keluar tersebut bisa ditekan.

“Saya baru tahu juga bahwa ternyata setiap bulan banyak juga yang kirim ke luar negara orang Indonesia. Uang-uangnya utamanya ke beberapa negara di kawasan sini. Jadi kita akan menjaga itu dengan memberikan insentif yang menarik, sehingga mereka nggak usah capek-capek kirim dolarnya ke luar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menkeu menekankan pentingnya menjaga agar aliran dana yang sudah masuk ke dalam negeri tidak kembali keluar, demi memastikan kestabilan ekonomi dan ketersediaan likuiditas dolar di sistem perbankan.

“Kalau kita bisa jaga masuk ke sini, nggak keluar, cadangan kita akan lebih besar lagi, dan perbankan kita punya suplai dolar lebih banyak lagi,” pungkasnya.

Selain itu, pemerintah juga melihat potensi penggunaan dana dolar dari dalam negeri untuk membiayai proyek-proyek besar dengan tingkat bunga yang kompetitif, sehingga tidak perlu terlalu bergantung pada sumber dana luar negeri.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat posisi rupiah, dan mendorong iklim investasi nasional.

Tags: dolarMenteri KeuanganPurbaya Yudhi Sadewa

Related Posts

Ilustrasi mayat korban.(Foto:Istimewa).

Wanita Ditemukan Tewas Dianiaya di Tempat Kos di Cimahi, Pelaku Ditangkap

Editor
6 November 2026

SATUJABAR, CIMAHI--Seorang wanita ditemukan tewas bersimbah darah di tempat kos di Kota Cimahi, Jawa Barat. Pria pelaku penganiayaan yang mengakibatkan...

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat di Raja Ampat yang berhasil meraih status Green Card atau kartu hijau dari UNESCO, juga dengan Belitong, Merangin Jambi, Ijen dan Maros-Pangkep melalui proses revalidasi dalam Sidang ke-11 Dewan UNESCO Global Geoparks (11th Session of the Council of the UNESCO Global Geoparks 2026) yang berlangsung pada 2–4 November 2026 di Paris, Prancis.(Foto: Dok. Kemenpar)

5 Geopark Indonesia Raih Green Card UNESCO, Ini Daftarnya

Editor
6 November 2026

JAKARTA - Lima geopark Indonesia berhasil meraih status Green Card atau kartu hijau dari UNESCO setelah melalui proses revalidasi dalam...

Jemaah umrah di Tanah Suci.(Foto: Kementerian Haji dan Umrah)

Kasus Haji dan Umrah Meningkat, Kemenhaj Akan Tambah PPNS di Daerah

Editor
6 November 2026

BATU - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berencana menambah tenaga Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk memperkuat penanganan kasus penyelenggaraan...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi, harga emas, harga emas hari ini

Harga Emas Antam Jum’at 6/11/2026 Senilai Rp 2.565.000 Per Gram

Editor
6 November 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Jum’at 6/11/2026 jenis batangan, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.565.000 per gram...

Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan sambutan dalam Sosialisasi Undang-Undang Satu Data Indonesia di Kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Jakarta Pusat, Kamis (05/11/2026). Foto: Ahmad Tri Hawaari/Komdigi

Soal Satu Data Indonesia, Meutya Hafid: Masyarakat Dimudahkan

Editor
6 November 2026

JAKARTA - Masyarakat tidak perlu lagi berulang kali menyerahkan data dan dokumen administrasi kepada berbagai instansi pemerintah untuk mendapatkan layanan...

Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis siang (05/11/2026).(Foto: BPMI Setpres)

Kepada Dirut KAI, Presiden Prabowo Minta Revitalisasi Stasiun Gambir, Kawasan Monas, dan Kembangkan KA di Bali

Editor
6 November 2026

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin ke Istana Merdeka, Jakarta, pada...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.