• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 17 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Pekerja Korban PHK 2026 Capai 23 Ribu Lebih Tenaga Kerja, Jawa Barat Paling Tinggi

Editor
Jumat, 05 Juni 2026 - 01:14
Ilustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).(Foto:Istimewa).

Ilustrasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).(Foto:Istimewa).

SATUJABAR, BANDUNG–Jumlah pekerja korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tahun 2026, sepanjang Januari hingga Mei, mencapai 23 ribu lebih. Provinsi Jawa Barat paling tinggi mencapai lima ribu tenaga pekerja yang terkena PHK.

Data terbaru dirilis Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), sebanyak 23.470 tenaga kerja menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tahun 2026. Data tersebut, dalam lima bulan terakhir, Januari hingga Mei.

RelatedPosts

TPA Galuga, Dari Tong Sampah Raksasa Jadi Lumbung Energi

Komdigi Desak 25 PSE Lingkup Privat Ini Untuk Segera Urus Pendaftaran

Rangkaian Gempa di Kabupaten Bandung Agustus-September 2026, Ini Penjelasan BMKG

Terjadinya gelombang PHK menjadi permasalahan serius, sekaligus tantangan bagi dunia ketenagakerjaan nasional di tengah dinamika ekonomi yang terjadi sepanjang tahun 2026. Meski tercatat tinggi, namun jumlah PHK periode Januari hingga Mei 2026, masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, 2025.

BACA JUGA: 28 Persen Wilayah Indonesia Masuki Musim Kemarau

SIMAK JUGA: Begini Cara Meraih Financial Freedom

Pada Januari hingga Mei 2025, Kemnaker mencatat jumlah pekerja korban PHK mencapai 46.015 orang. Angka pekerja korban PHK yang tercatat dalam laporan resmi Kemnaker hanya mencakup pekerja yang terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Pada periode Januari hingga Mei 2026, terdapat 23.470 orang tenaga kerja ter-PHK. Mereka yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP (Jaminan Kehilangan Pekerjaan),” tulis situs Satudata Kemnaker, dikutip Jum’at (05/06/2026).

Program JKP merupakan salah satu bentuk perlindungan sosial bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan. Melalui program tersebut, pekerja yang memenuhi syarat dapat memperoleh manfaat berupa uang tunai, akses informasi pasar kerja, serta pelatihan kerja untuk mendapatkan pekerjaan baru.

Dari angka PHK di seluruh wilayah Indonesia, Provinsi Jawa Barat paling tinggi, sepanjang Januari hingga Mei 2026. Kemnaker mencatat, sebanyak 5.044 pekerja di Jawa Barat menjadi korban PHK, setara lebih dari seperlima total kasus PHK secara nasional.

“Tenaga kerja ter-PHK pada periode ini, paling tinggi di Provinsi Jawa Barat. Prosentasenya sekitar 21,49% dari total tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan secara nasional,” jelas Kemnaker.

Tingginya angka PHK di Provinsi Jawa Barat sangat ironi, mengingat sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia, terutama sektor manufaktur, tekstil, alas kaki, otomotif, hingga elektronik yang menyerap jutaan tenaga kerja. Sebagai daerah dengan kawasan industri terbesar di Indonesia, perlambatan ekonomi global maupun penurunan permintaan ekspor, berdampak langsung terhadap kondisi ketenagakerjaan di Jawa Barat.

Selain Jawa Barat, sejumlah provinsi lain juga tercatat jumlah tenaga kerja korban PHK cukup tinggi. Jawa Barat sebanyak 5.044 orang, diikuti Provinsi Banten: 2.596 orang, Jawa Timur: 2.332 orang, Kalimantan Selatan: 1.841 orang, daj Kalimantan Timur: 1.831 orang

Data provinsi-provinsi dengan angka PHK cukup tinggi, menunjukkan wilayah-wilayah yang memiliki konsentrasi industri dan sektor pengolahan masih mendominasi jumlah pekerja yang terkena PHK. Meski tergolong tinggi, terdapat penurunan jumlah dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, 2025.

Peroide Januari hingga Mei 2025, jumlah tenaga kerja yang terkena PHK mencapai 46.015 orang. Terjadi penurunan pada periode yang sama tahun 2026, hampir sebesar 50 persen.

Penurunan tersebut menunjukkan adanya perbaikan, meski kondisi pasar tenaga kerja nasional masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga perubahan permintaan industri.

Tidak semua pekerja yang berhenti bekerja masuk dalam kategori PHK yang tercatat dalam laporan resmi. Pekerja yang mengundurkan diri, pensiun, mengalami cacat total tetap, maupun meninggal dunia, tidak termasuk dalam perhitungan tersebut.

Ketentuanny mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2025, tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2025, tentang Tata Cara Pemberian Manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan. Angka 23.470 orang yang dirilis Kemnaker hanya mencerminkan pekerja benar-benar mengalami PHK, dan terdaftar sebagai peserta program JKP.

Tags: Januari hingga MeiJawa Barat Paling Tinggi 5.044Kementerian KetenagakerjaanKorban PHK JabarphkTenaga Kerja Korban PHK 2026 Capai 23 Ribu Lebih

Related Posts

Seremoni pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

TPA Galuga, Dari Tong Sampah Raksasa Jadi Lumbung Energi

Editor
17 September 2026

CIBUNGBULANG – Pemerintah Kabupaten Bogor bersama pemerintah pusat dan berbagai pihak mulai mendorong transformasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga menjadi...

Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Ditjen Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Teguh Arifiyadi, di Jakarta, Kamis (17/09/2026).(Foto: Humas Komdigi)

Komdigi Desak 25 PSE Lingkup Privat Ini Untuk Segera Urus Pendaftaran

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital melaksanakan...

Rangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, tanggal 11 Agustus-17 September 2026.(Image: BMKG)

Rangkaian Gempa di Kabupaten Bandung Agustus-September 2026, Ini Penjelasan BMKG

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Rangkaian gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, tanggal 11 Agustus-17 September 2026 hingga pukul 08:00 WIB,...

Ilustrasi korban tindak kekerasan seksual.(Foto:Istimewa).

Sekdis Dishub Kabupaten Sukabumi Ditetapkan Tersangka Kasus Pelecehan Siswi PKL

Editor
17 September 2026

SATUJABAR, SUKABUMI--Polres Sukabumi, Jawa Barat, menetapkan Sekretaris Dinas (Sekdis) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi, sebagai tersangka kasus pelecehan seksual terhadap...

Barang bukti ratusan cairan liquid mengandung narkoba golongan satu yang diungkap Satresnarkoba Polrestabes Bandung.(Foto:Istimewa).

Polisi Bongkar Laboratorium Liquid Narkoba di Bandung, 2 Pengemudi Ojol Ditangkap

Editor
17 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Laboratorium gelap (clandestine lab) narkoba yang memproduksi liquid vape mengandung narkotika golongan 1 di Kota Bandung, Jawa Barat, diungkap...

Jemaah umrah.(Foto: Dok. Kemenhaj)

Jemaah Umrah Agar Cek Jadwal Terbang Sebelum ke Bandara

Editor
17 September 2026

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah mengimbau jemaah umrah yang belum berangkat ke Tanah Suci agar tidak menuju bandara sebelum...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.