• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Selasa, 16 Juni 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
Advertisement
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

PBSI Tetapkan Aturan Baru Pembinaan, Ini Dia Rinciannya

Editor
Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:59
Tim Indonesia untuk All England 2026.(Foto: Dok. PBSI)

Tim Indonesia untuk All England 2026.(Foto: Dok. PBSI)

SATUJABAR, JAKARTA – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) terus berkomitmen membangun sistem pembinaan prestasi yang objektif, terukur, transparan, dan akuntabel. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penetapan Peraturan Organisasi PBSI Nomor 012 tentang Mekanisme Rekrutmen, Promosi, dan Degradasi Atlet serta Pelatih Pelatnas.

Dilansir laman PBSI, melalui peraturan tersebut, PBSI menetapkan ketentuan teknis dan operasional yang mengatur proses pembinaan atlet secara lebih terstruktur. Sistem ini mencakup tiga mekanisme utama dalam pembinaan atlet menuju dan di dalam Pelatnas PBSI, yaitu program magang (internship) atlet daerah, mekanisme promosi atlet Pelatnas, dan mekanisme degradasi atlet Pelatnas.

RelatedPosts

Macau Open 2026: Sejumlah Wakil Indonesia Lewati Babak 32 Besar

Piala Dunia 2026 Grup G: Iran VS Selandia Baru 2-2

Piala Dunia 2026, Grup H: Saudi VS Uruguay 1-1

Program magang atlet daerah menjadi salah satu jalur pembinaan yang memberikan kesempatan bagi atlet-atlet potensial dari berbagai daerah untuk merasakan atmosfer latihan di Pelatnas PBSI. Atlet yang mengikuti program ini direkomendasikan oleh pelatih Pelatnas berdasarkan data dan catatan prestasi yang dimiliki. Selama masa magang yang berlangsung selama tiga bulan, atlet akan mengikuti program latihan bersama pelatih sektor terkait sekaligus melalui proses evaluasi performa.

Dalam pelaksanaannya, pembiayaan transportasi kedatangan dan kepulangan atlet menjadi tanggung jawab klub asal atlet. Sementara itu, biaya latihan dan akomodasi selama mengikuti program magang ditanggung oleh PP PBSI, sedangkan keikutsertaan atlet dalam kejuaraan tetap menjadi tanggung jawab klub asal masing-masing atlet.

Selain program magang, PBSI juga menetapkan mekanisme promosi atlet ke Pelatnas sebagai jalur bagi atlet berprestasi untuk bergabung ke dalam sistem pembinaan nasional. Promosi atlet didasarkan pada sejumlah kriteria, di antaranya pencapaian minimal 50% dan satu gelar juara pada turnamen nasional dalam satu tahun yang sama, seperti Sirnas A/Premier, Kejuaraan Nasional, maupun Grand Prix Pembangunan Jaya atau turnamen setara. Kriteria lainnya meliputi juara Seleksi Nasional (Seleknas), juara turnamen Super 100 kategori U-19, rekomendasi pelatih Pelatnas dan Tim Pemandu Bakat, serta prestasi di ajang internasional kelompok usia seperti Asia Junior Championships dan World Junior Championships nomor perorangan.

Atlet yang dipromosikan ke Pelatnas PBSI juga diwajibkan mengikuti rangkaian tes yang meliputi tes fisik, tes medis, dan tes psikologis. Penetapan promosi atlet dilakukan berdasarkan persetujuan Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas dan disahkan oleh Wakil Ketua Umum PBSI.

Di sisi lain, mekanisme degradasi atlet Pelatnas diterapkan sebagai bagian dari evaluasi pembinaan secara berkala untuk menjaga standar dan performa atlet sesuai indikator capaian prestasi. Mekanisme ini juga bertujuan memberikan ruang regenerasi bagi atlet-atlet potensial lainnya, sekaligus memastikan proses pembinaan berjalan berdasarkan prinsip meritokrasi dan kompetisi yang sehat.

Penilaian degradasi atlet dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah parameter, antara lain usia atlet, lama masa pembinaan di Pelatnas, capaian prestasi, Key Performance Index (KPI) atlet, serta data perkembangan yang mencakup aspek medis, fisik, psikologis, dan presensi atlet. Proses penetapan degradasi diawali dengan usulan dari pelatih sektor yang disertai data pendukung, kemudian dibahas dalam rapat koordinasi Bidang Pembinaan Prestasi Pelatnas. Hasil rapat tersebut selanjutnya diajukan untuk mendapatkan persetujuan Wakil Ketua Umum I sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Degradasi Atlet Pelatnas PBSI.

Melalui penerapan mekanisme magang, promosi, dan degradasi ini, PBSI berharap seluruh Pengurus Provinsi PBSI dan Perkumpulan Bulutangkis di Indonesia memiliki pemahaman yang seragam mengenai sistem pembinaan atlet. Dengan demikian, diharapkan tercipta kesinambungan proses pembinaan prestasi yang berkelanjutan, mulai dari tingkat daerah hingga menuju Pelatnas PBSI.

 

Sistem pembinaan yang semakin terstruktur ini juga diharapkan dapat memperkuat upaya PBSI dalam melahirkan atlet-atlet bulutangkis Indonesia yang mampu bersaing dan berprestasi di tingkat dunia.

Tags: PBSIPersatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia

Related Posts

Macau Open 2026

Macau Open 2026: Sejumlah Wakil Indonesia Lewati Babak 32 Besar

Editor
16 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Macau Open 2026 berlangsung 16 - 21 Juni 2026 di Dome Pesta Olahraga Asia Timur Makau (Macau...

Piala Dunia 2026.(Image: X)

Piala Dunia 2026 Grup G: Iran VS Selandia Baru 2-2

Editor
16 Juni 2026

SATUJABAR, SEATTLE - Piala Dunia 2026 berlangsung 11 Juni- 19 Juli 2026 waktu setempat atau 12 Juni – 20 Juli...

Piala Dunia 2026.(Image: X)

Piala Dunia 2026, Grup H: Saudi VS Uruguay 1-1

Editor
16 Juni 2026

SATUJABAR, SEATTLE - Piala Dunia 2026 berlangsung 11 Juni- 19 Juli 2026 waktu setempat atau 12 Juni – 20 Juli...

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman memberikan dukungan terhadap rencana kejuaraan Asia bela diri campuran/ Mixed Martial Arts (MMA) di Bali.(Foto: Humas KONI Pusat)

KONI Dukung Kejuaraan Asia MMA di Bali

Editor
16 Juni 2026

KONI dukung rencana kejuaraan Asia Mixed Martial Arts di Bali yang akan diikuti sekitar 600 atlet dari 25 negara. SATUJABAR,...

Kemenpora RI melepas Tim Sepak Bola Pelajar Garuda Muda Indonesia kategori usia U-12 dan U-14 untuk berkompetisi di ajang AFC Vietnam Hanoi International 2026. (foto:bagus/kemenpora.go.id)

Tim Garuda Muda Pelajar Terbang ke Vietnam

Editor
16 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melepas Tim Garuda Muda Sepak Bola Pelajar Indonesia kategori...

Menpora juga Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (15/6) didampingi Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono membahas rekomendasi kewarganegaraan RI atas nama Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery.(Foto: Humas Kemenpora)

Naturalisasi Mitchell dan Luke Disetujui DPR

Editor
16 Juni 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Naturalisasi Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery disetujui Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.