MADIUN – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif (ekraf) daerah dalam Sarasehan Kemerdekaan PAWITANDIROGO (Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, Ponorogo) 2026 di Madiun, Jawa Timur. Langkah strategis ini bertujuan menjadikan sektor ekraf sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang berakar dari kawasan regional.
“Apresiasi atas dedikasi Bapak/Ibu dalam membina serta memandirikan para pegiat ekonomi kreatif PAWITANDIROGO sebagai fondasi kuat kemajuan bersama. Infrastruktur fisik dan nonfisik memegang peranan krusial dalam mengakselerasi Ekonomi Kreatif, namun keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi penghambat lahirnya gagasan-gagasan inovatif. Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (RTHB) menjadi saluran alternatif yang efektif bagi mengekspresikan karya, hal ini sejalan dengan semangat kolaborasi lintas daerah,” ujar Teuku Riefky dalam acara yang bertemakan Pengembangan Kawasan dan Pemberdayaan Ekonomi itu, Jumat (21/8) dilansir laman Kementerian Ekraf.
Langkah ini makin diperkuat oleh kebijakan Presiden Prabowo Subianto menetapkan Perpres Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 yang pelaksanaannya dikawal oleh Tim Koordinasi dari 26 kementerian/lembaga di bawah pimpinan Menteri Koordinator, Menteri Ekonomi Kreatif, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. Melalui penetapan Klaster Infra Ekraf, kebijakan ini dapat mengaktivasi ruang kreatif dan memperkuat sinergi infrastruktur guna mengatasi tantangan komersialisasi serta memperluas akses pasar bagi pegiat ekraf di kawasan PAWITANDIROGO.
Kementerian Ekraf juga mengemban tiga mandat utama Presiden Prabowo Subianto, meliputi Pengentasan Kemiskinan, Percepatan Ekonomi Nasional, dan Implementasi Kebijakan Ekraf Nasional. Guna merealisasikan target tersebut, dicanangkan tiga program flagship yaitu Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub atau Ruang Kreatif, serta Creative by Indonesia yang menjadi instrumen penting penciptaan talenta, penguatan kewirausahaan, hingga akselerasi karya lokal menembus panggung global.
“Kami yakin bahwa penguatan ekosistem Ekraf merupakan langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian nasional. Dengan dukungan kebijakan, sinergi program, dan kolaborasi lintas sektor, kami optimistis Jatim dapat menjadi contoh pengembangan ekosistem Ekraf yang berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mari jadikan Ekraf sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional, dimulai dari Daerah salah satunya dari Jawa Timur,” tegas Menteri Ekraf.
Provinsi Jawa Timur telah ditetapkan sebagai salah satu dari 15 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Capaian ini didukung oleh kepemilikan 3 Kabupaten/Kota Kreatif, 2 wilayah yang masuk jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCCN), serta ada 41 Kabupaten/Kota diantaranya 5 Kabupaten/Kota di Jawa Timur yang telah mengikuti proses Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).
Kementerian Ekraf meyakini penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Jawa Timur, khususnya pada sektor unggulan kuliner, seni pertunjukan, dan media art, dapat membuka peluang besar bagi karya Indonesia untuk berdaya saing global. Sinergi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor serta heksaheliks yang mengintegrasikan peran asosiasi, pemerintah, akademisi, media, pelaku bisnis, hingga lembaga keuangan, diharapkan mampu menjadikan Jawa Timur sebagai contoh pengembangan ekosistem kreatif berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.
Sarasehan Kemerdekaan ini merupakan forum tahunan yang diinisiasi oleh Paguyuban PAWITANDIROGO bersama pemerintah daerah setempat. Rangkaian acara ini menghadirkan sesi diskusi strategis, peninjauan potensi kawasan, hingga wadah kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku UMKM kreatif.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri Ekonomi Kreatif serta seluruh tamu undangan yang telah berkenan hadir di acara ini. Ukuran nyata dari kegiatan tahunan ini ada pada manfaat konkretnya bagi daerah, Semoga kawasan PAWITANDIROGO dapat semakin mensejahterakan masyarakat Jawa Timur melalui berbagai kesepakatan kolaborasi strategis yang terjalin dalam acara ini,” ujar Ketua Umum Paguyuban PAWITANDIROGO, Susiwijono Moegiarso.
Turut hadir pula dalam acara Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil E. Dardak; Pembina PAWITANDIROGO, Nyoman Adhi Suryadnyana; para Pejabat Eselon 1 dan Pimpinan Kementerian/Lembaga Pusat; serta para Bupati, Walikota, Wakil Bupati, dan Wakil Walikota se-wilayah PAWITANDIROGO. Sementara Menteri Ekraf hadir didampingi oleh Tenaga Ahli Menteri Bidang Keprotokolan & Koordinasi Daerah, Panji Purboyo; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Tata Kelola Administrasi & Umum, Faris Setyadi.







