• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 1 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Olympia, Pabrik Biskuit Legendaris di Kota Bandung

Editor
Senin, 27 Juli 2026 - 05:43
Suasana di pabrik abrik biskuit Olympia Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Suasana di pabrik abrik biskuit Olympia Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Di balik deretan bangunan bersejarah di kawasan Jalan Cibadak, masih berdiri salah satu saksi perjalanan industri pangan Kota Bandung, yakni Pabrik Biskuit Olympia. Berlokasi di Jalan Cibadak No. 234, Kota Bandung, pabrik ini menjadi rumah bagi salah satu merek biskuit legendaris yang memulai produksinya pada 1928 dan hingga kini tetap mempertahankan aktivitas produksinya.

Selama hampir satu abad, Olympia tidak hanya dikenal sebagai produsen biskuit, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan industri di Kota Bandung. Di tengah perubahan zaman dan pesatnya perkembangan industri modern, pabrik ini terus mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu warisan industri yang masih hidup.

RelatedPosts

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Menbud Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia

Liem Swie Hong, generasi penerus Pabrik Biskuit Olympia menjelaskan, perjalanan Olympia tidak terlepas dari sejarah kawasan Pecinan Bandung pada masa kolonial Hindia Belanda. Saat itu, masyarakat Tionghoa banyak berperan sebagai middleman atau perantara perdagangan antara pemerintah kolonial dan masyarakat. Melihat tingginya minat masyarakat Belanda terhadap biskuit, keluarga pendiri kemudian mendirikan pabrik untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Pada masa itu masyarakat Tionghoa banyak menjadi middleman. Orang-orang Belanda sangat menyukai biskuit, sehingga muncul gagasan untuk mendirikan pabrik biskuit guna memenuhi kebutuhan mereka. Nama Olympia sendiri diambil dari kata ‘Olimpiade’, sebagai harapan agar produk kami memiliki kualitas terbaik dan dapat dikenal luas,” ujar Liem Swie Hong.

Seiring berjalannya waktu, Olympia berkembang menjadi salah satu pabrik biskuit terbesar di Kota Bandung. Pada masa kejayaannya, pabrik ini menerapkan sistem produksi terintegrasi penuh (full integrated), mulai dari pengolahan bahan baku, pembuatan kaleng kemasan sendiri, hingga merancang dan memproduksi mesin produksi secara mandiri.

Kemampuan tersebut menjadikan Olympia sebagai salah satu industri yang mampu mengembangkan proses produksinya tanpa bergantung pada komponen dari luar negeri.

Namun, perjalanan panjang Olympia tidak selalu berjalan mulus. Berbagai peristiwa bersejarah seperti Bandung Lautan Api, dinamika sosial pada awal dekade 1960-an, hingga perubahan kondisi politik nasional turut menjadi tantangan yang harus dihadapi perusahaan.

Meski demikian, Olympia tetap bertahan dan pernah mencapai masa kejayaannya dengan mempekerjakan sekitar 560 karyawan, menjadikannya salah satu industri yang turut menggerakkan roda perekonomian Kota Bandung.

“Olympia pernah menjadi pabrik yang terintegrasi penuh. Kami membuat kaleng sendiri, mengolah bahan baku, bahkan memproduksi mesin untuk kebutuhan produksi. Pada masa jayanya, Olympia memiliki sekitar 560 karyawan. Saat ini tantangan terbesar adalah fasilitas produksi yang sudah berusia tua sehingga membutuhkan pembaruan agar dapat terus berkembang,” tuturnya.

Selain menyimpan sejarah industri, Olympia juga menjadi bagian dari perjalanan hidup para pekerjanya. Salah satunya adalah Nono, pegawai tertua di Pabrik Biskuit Olympia yang telah mengabdikan dirinya sejak 1980.

Selama lebih dari empat dekade, Nono menjadi saksi berbagai perubahan yang terjadi di Olympia, mulai dari masa produksi yang begitu sibuk hingga berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan dalam mempertahankan eksistensinya.

“Saya mulai bekerja di Olympia sejak tahun 1980. Selama bekerja di sini saya sudah mengalami berbagai situasi dan kondisi yang dilalui pabrik ini dari tahun ke tahun. Banyak perubahan yang saya saksikan, tetapi saya bersyukur Olympia masih tetap bertahan hingga sekarang,” ungkap Nono.

Menurutnya, Olympia bukan sekadar tempat bekerja, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang telah memberikan banyak pengalaman selama puluhan tahun. Keberadaan pabrik yang masih terus beroperasi menjadi bukti bahwa semangat untuk mempertahankan warisan industri Kota Bandung tetap hidup hingga saat ini.

Di tengah perkembangan industri yang semakin kompetitif, Olympia terus berupaya mempertahankan eksistensinya. Pembaruan fasilitas produksi menjadi salah satu harapan agar pabrik legendaris ini dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan nilai sejarah yang telah melekat selama puluhan tahun.

Lebih dari sekadar tempat memproduksi biskuit, Pabrik Biskuit Olympia menjadi simbol ketangguhan sebuah industri lokal yang mampu bertahan melewati berbagai dinamika zaman. Keberadaannya tidak hanya menyimpan jejak sejarah industri Kota Bandung, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga dan melestarikan warisan industri sebagai bagian dari identitas kota.

 

Sumber: Humas Pemkot Bandung

Tags: Pabrik Biskuit Olympia

Related Posts

Peresmian Museum Bing Slamet.(Foto/Dokumentasi: Kementerian Kebudayaan / Agung panji)

Museum Bing Slamet Diresmikan, Menbud: Hidupkan Warisan Sang Maestro

Editor
30 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Museum Bing Slamet yang berlokasi di Jalan Arimbi No. 7, Tanah Tinggi,...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama anggota MPR di Gedung Merdeka.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Peluncuran Buku Sejarah MPR di Gedung Merdeka Bandung

Editor
28 September 2026

BANDUNG - Gedung Merdeka, Kota Bandung, menjadi lokasi Peluncuran Buku Sejarah MPR dalam Mengawal Kedaulatan Rakyat serta Risalah Tematik Perubahan...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon saat memberikan sambutan dalam acara Peresmian Perpustakaan Danantara di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.(Foto: Humas Kemenbud)

Menbud Resmikan Perpustakaan Danantara Museum Nasional Indonesia

Editor
27 September 2026

JAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan bahwa hadirnya perpustakaan di Museum Nasional Indonesia merupakan dua elemen yang saling...

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menerima Piagam Penghargaan dari Keraton Sumedang Larang yang diserahkan Sri Radya Keraton Sumedang Larang Lukman Soemadisoeria di Museum Srimanganti, Kamis (24/9/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Keraton Sumedang Larang Beri Penghargaan ke Bupati

Editor
25 September 2026

Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dedikasi serta perhatian dalam memberikan perlindungan hukum kepada Keraton Sumedang Larang, Bupati Sumedang  Dony...

Gracie Mansion, kediaman Wali Kota New York.(Foto: Wikipedia)

Menelisik Gracie Mansion, Kediaman Resmi Wali Kota New York

Editor
22 September 2026

Di tengah jajaran pencakar langit Manhattan yang megah dan modern, berdiri sebuah struktur kayu bergaya Federal yang tenang di tepi...

BATIK SUMEDANG: Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di sela penutupan rangkaian kegiatan Sumedang Membatik Tahun 2026 di Pendopo Kecamatan Sumedang Utara, Sabtu (20/9/2026) seperti dikabarkan Humas Sumedang.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Batik Sumedang, Bupati: Kuatkan Identitas Daerah

Editor
20 September 2026

SUMEDANG - Batik Kasumedang didorong tidak sekadar menjadi warisan budaya yang dilestarikan, tetapi berkembang menjadi identitas daerah yang memiliki karakter...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.