• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 24 Juli 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Ngalokat Cai di Talaga Saat Cisarua Bogor, Merawat Alam Lestarikan Budaya

Editor
Sabtu, 06 Juni 2026 - 06:20
Ngalokat cari di Talaga Saat Cisarua.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

Ngalokat cari di Talaga Saat Cisarua.(Foto: Humas Pemkab Bogor)

SATUJABAR, CISARUA – Ngalokat cai di Talaga Saat Cisarua Bogor adalah manifestasi dari budaya luhur masyarakat Sunda yang masih terjaga hingga saat ini.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus perkuat upaya pelestarian lingkungan lewat perpaduan konservasi alam, pemberdayaan masyarakat, dan kearifan lokal. Hal yang diwujudkan lewat Budaya Ngalokat Cai yang digelar di kawasan Talaga Saat, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6).

RelatedPosts

Perpustakaan Ranggawarsita Lengkapi Literasi Kebudayaan Indonesia

Ibu Kota Majapahit: BRIN Terapkan Penelitian Multidisiplin

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

Mengusung tema “Lestarikan Alam, Hidupkan Kearifan Lokal”, kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan menjadi rangkaian kegiatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga bagian dari strategi besar Pemkab Bogor dalam menjaga kawasan hulu sekaligus membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan hingga ke tingkat masyarakat.

Berbagai aksi nyata dilakukan dalam kegiatan tersebut, mulai dari pelepasan 5.444 ekor ikan, pelepasliaran 544 ekor burung, penaburan eco enzyme, penanaman pohon pule air, pembuatan lubang biopori, hingga pengukuhan Forum Kampung Ramah Lingkungan (KRL).

Budaya Ngalokat Cai yang digelar di kawasan Talaga Saat, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6/2026). (Foto: Humas Pemkab Bogor)
Budaya Ngalokat Cai yang digelar di kawasan Talaga Saat, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6/2026). (Foto: Humas Pemkab Bogor)

Melalui Budaya Ngalokat Cai, Pemerintah Kabupaten Bogor ingin membangun gerakan lingkungan yang tidak berhenti pada peringatan Hari Lingkungan Hidup semata, tetapi menjadi budaya yang tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Sekretaris Daerah (Sekda), Ajat Rochmat Jatnika, menjelaskan bahwa secara ekologis Kabupaten Bogor memiliki peran penting sebagai wilayah hulu dan hilir. Oleh karena itu, upaya menjaga lingkungan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sumber mata air hingga daerah aliran sungai di wilayah hilir.

“Selama ini kita sudah melakukan berbagai langkah untuk menjaga wilayah hilir. Namun menjaga lingkungan tidak cukup hanya di hilir, kawasan hulu juga harus disentuh karena merupakan sumber kehidupan. Dari sinilah air berasal dan menopang kehidupan masyarakat,” ujar Ajat seperti dikabarkan Humas Pemkab Bogor.

Menurutnya, pemilihan Talaga Saat sebagai lokasi kegiatan memiliki makna strategis karena kawasan tersebut merupakan salah satu daerah tangkapan air penting di Kabupaten Bogor. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bogor ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem, mulai dari air, tanah, udara hingga keanekaragaman hayati.

Ajat menuturkan, penggunaan eco enzyme yang ditebar ke perairan menjadi salah satu contoh upaya meningkatkan kualitas air secara alami dengan membantu mengurai berbagai unsur pencemar. Selain itu, ikan yang ditebar telah dipilih berdasarkan kesesuaian habitat dan kondisi ekosistem setempat agar mampu mendukung keberlangsungan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Budaya Ngalokat Cai yang digelar di kawasan Talaga Saat, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6/2026). (Foto: Humas Pemkab Bogor)
Budaya Ngalokat Cai yang digelar di kawasan Talaga Saat, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6/2026). (Foto: Humas Pemkab Bogor)

Tidak hanya berfokus pada aspek konservasi, kegiatan Budaya Ngalokat Cai juga diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Salah satunya melalui pengukuhan Forum Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengelola sampah, limbah, sumber daya air, dan berbagai persoalan lingkungan di tingkat kampung.

“Forum Kampung Ramah Lingkungan ini menjadi bagian penting dari strategi kita. Pelestarian lingkungan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi harus tumbuh dari masyarakat sebagai pelaku utama di lapangan,” kata Ajat.

Ia menambahkan, keberhasilan gerakan lingkungan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, pelaku usaha, akademisi hingga media massa. Karena itu, pada kegiatan tersebut juga dilakukan penguatan komitmen bersama melalui ikrar lingkungan yang diikuti berbagai unsur masyarakat dan pelaku usaha.

Salah satu perhatian khusus diberikan kepada pelaku usaha pengolahan tahu dan tempe yang banyak berkembang di wilayah Cileungsi. Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong pengelolaan limbah yang lebih baik agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

“Pesan kami sederhana, jangan berhenti di sini. Terus lakukan langkah-langkah yang mungkin tidak selalu terlihat, tidak selalu mendapat pujian, tetapi memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Karena menjaga alam adalah investasi terbaik untuk masa depan generasi mendatang,” tegas Ajat.

Dengan memadukan kearifan lokal, konservasi lingkungan, dan partisipasi masyarakat, Budaya Ngalokat Cai diharapkan menjadi model gerakan pelestarian lingkungan yang mampu memperkuat posisi Kabupaten Bogor sebagai daerah hulu yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan sumber daya air di Jawa Barat.

Tags: CisaruaNgalokat caisekda kabupaten bogorTalaga Saat

Related Posts

Peresmian Perpustakaan Ranggawarsita.(Foto: Humas Kemenbud)

Perpustakaan Ranggawarsita Lengkapi Literasi Kebudayaan Indonesia

Editor
22 Juli 2026

Perpustakaan Ranggawarsita berawal dari inisiatif untuk menghimpun kembali berbagai publikasi kebudayaan yang selama puluhan tahun diterbitkan pemerintah namun tersebar. SATUJABAR,...

Peninggalan sejarah di Ibu Kota Majapahit.(IMAGE: BRIN)

Ibu Kota Majapahit: BRIN Terapkan Penelitian Multidisiplin

Editor
17 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Penelitian mengenai ibu kota Kerajaan Majapahit di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, perlu dilakukan melalui pendekatan multidisiplin...

Purwoceng.(Image: Halodoc via BRIN)

Purwoceng, Tanaman Obat Endemik Indonesia Hampir Punah

Editor
16 Juli 2026

Purwoceng merupakan spesies endemik Indonesia yang secara alami hanya tumbuh di kawasan dataran tinggi, terutama di Dieng, pada ketinggian sekitar...

NV Bima.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

N.V. BIMA Pabrik Panci Legendaris, Tembus Pasar Dunia

Editor
16 Juli 2026

N.V. BIMA adalah jejak manufaktur dunia yang terlihat di Kota Bandung. Kisahnya mewarnai jejak peradaban manusia yang terus beradaptasi dan...

Museum Musik rencananya akan menempati aset Jiwasraya di Jalan Asia-Afrika Bandung.(Foto: Dok. Jiwasraya)

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang

Editor
15 Juli 2026

Museum Musik di Bandung, Museum Film di Jakarta, Museum Fotografi di Semarang akan menggunakan aset Jasa Raharja dan Jiwasraya dibawah...

Kereta api melintasi jembatan.(FOTO: Humas KAI). penumpang KAI 2024,ka parahyangan.layanan baru KAI, KA Cut Meutia.KA Pasundan

Rute Terpanjang Kereta Api, Sebagian Tembus 1.000 KM

Editor
14 Juli 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Rute terpanjang kereta api di Indonesian tercatat beberapa di antaranya ada yang menembus 1.000 KM, menurut data...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat