• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 7 November 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528, Kirab Sejarah di Ujung Perayaan

Editor
Selasa, 08 September 2026 - 08:41
Rapat persiapan Karnaval Budaya di Hari Jadi Kabupaten Kuningan.(Foto: Dok. Diskominfo Kab. Kuningan)

Rapat persiapan Karnaval Budaya di Hari Jadi Kabupaten Kuningan.(Foto: Dok. Diskominfo Kab. Kuningan)

Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 akan diwarnai dengan Karnaval Budaya yang persiapannya terus dimatangkan. Mengusung tema “Tumapak Ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan”, karnaval akan digelar pada Minggu, 13 September 2026.

Sekda Kabupaten Kuningan U. Kusmana, S.Sos., M.Si selaku Ketua Panitia Hari Jadi ke-528 Kuningan, mengatakan Karnaval Budaya dirancang bukan sekadar parade seni, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan sejarah dan kekayaan budaya Kuningan kepada masyarakat.

RelatedPosts

Geoteater Rancakalong Sumedang Jadi Ruang Belajar 500 Mahasiswa Unpad

7 Banteng Jawa Penghuni Pangandaran yang Selamat dari Kepunahan

Warisan Budaya Jabar: Menengok Tradisi ‘Kawin Cai’ di Kuningan

Hal tersebut disampaikan U. Kusmana dalam rapat koordinasi persiapan Karnaval Budaya yang digelar di Ruang Rapat Inspektorat, Gedung Pemkab Kuningan-KIC Lantai 3, Senin (7/9/2026). Rapat dihadiri unsur pemerintah daerah, Perwakikan Polres Kuningan, Kodim 0615 Kuningan, panitia, Dewan Kebudayaan Kuningan, serta para juri.

Menurut U. Kusmana, Karnaval Budaya akan dikemas dalam bentuk parade teatrikal jalanan yang menggambarkan perjalanan sejarah Kuningan melalui enam fase, yakni masa prasejarah, Hindu, masuknya Islam, kolonial, perjuangan kemerdekaan, serta kemerdekaan dan pembangunan.

“Karnaval ini bukan hanya parade, tetapi bagaimana sejarah dan budaya Kuningan bisa disampaikan kepada masyarakat melalui pertunjukan yang menarik,” ujarnya.

Konsep tersebut diharapkan menjadi media edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Selain itu, karnaval juga diarahkan untuk merevitalisasi seni tradisi, memperkuat identitas daerah, serta mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Enam fase sejarah tersebut akan ditampilkan oleh kelompok kecamatan. Fase prasejarah melibatkan Kecamatan Cigugur, Kuningan, Kadugede, Nusaherang, dan Kramatmulya.

Fase Hindu melibatkan Kecamatan Ciawi, Cipicung, Kalimanggis, dan Cidahu. Fase masuknya Islam melibatkan Kecamatan Luragung, Garawangi, Lebakwangi, Maleber, Ciniru, Hantara, dan Sindangagung.

Selanjutnya, fase kolonial melibatkan Kecamatan Cibingbin, Ciwaru, Cibeureum, Karangkancana, dan Cimahi. Fase perjuangan kemerdekaan melibatkan Kecamatan Cilimus, Jalaksana, Japara, Cigandamekar, Pancalang, Pasawahan, dan Mandirancan.

Adapun fase kemerdekaan dan pembangunan akan melibatkan Kecamatan Darma, Subang, Cilebak, dan Selajambe.

Selain rombongan kecamatan, Karnaval Budaya akan dimeriahkan Drumband Satpol PP, Paskibra, TNI/Polri, cosplay, drumband SMP, Universitas Kuningan, BUMD, serta Kunci Bersama.

Dari sisi teknis, peserta dijadwalkan mulai berkumpul pukul 07.30 WIB. Peserta dari kecamatan maupun kelompok umum tidak diperkenankan membawa kendaraan, sementara waktu atraksi dibatasi maksimal tiga menit. Adapun sound system selama perjalanan akan menggunakan gotrok.

Sementara itu, titik start peserta masih dalam tahap pematangan. Dalam pembahasan terakhir, titik start yang semula direncanakan dari Bundaran Cijoho bergeser ke depan BJB menuju kawasan jalan baru. Sedangkan panggung VVIP direncanakan berada di bawah videotron Taman Kota Kuningan.

Kusmana menegaskan, sejumlah aspek teknis, terutama terkait rute, pengamanan, dan pengaturan barisan, masih terus dibahas bersama pihak terkait. Rapat lanjutan dijadwalkan digelar Kamis mendatang.

Mengusung tema “Tumapak Ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan”, Karnaval Budaya diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang menghibur, tetapi juga ruang pembelajaran sejarah sekaligus media promosi kebudayaan Kuningan yang dikemas secara kreatif dan atraktif.

Tags: Hari Jadi Kabupaten Kuningan

Related Posts

Mahasiswa Unpad di Geoteater Rancakalong.(Foto: Diskominfo Kab. Sumedang)

Geoteater Rancakalong Sumedang Jadi Ruang Belajar 500 Mahasiswa Unpad

Editor
3 November 2026

SUMEDANG - Kawasan Geoteater Rancakalong tidak hanya menjadi destinasi wisata dan ruang ekspresi budaya, tetapi juga mulai dimanfaatkan sebagai ruang...

Seekor anak Banteng Jawa (Bos javanicus) berjenis kelamin jantan lahir di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran (Purbajapa), Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.(Foto: Kemenhut/BKSDA Jabar)

7 Banteng Jawa Penghuni Pangandaran yang Selamat dari Kepunahan

Editor
31 Oktober 2026

JAKARTA - Malam itu, Selasa (27/10/2026) pukul 22.23 WIB, sebuah keindahan monumental terjadi di sebuah padang rumput berpagar di Cagar...

Ketua TP PKK Bunda Ela di acara ‘Kawin Cai’.(Foto: Diskominfo Kab. Kuningan)

Warisan Budaya Jabar: Menengok Tradisi ‘Kawin Cai’ di Kuningan

Editor
31 Oktober 2026

KUNINGAN - Tradisi Kawin Cai di Desa Babakan Mulya Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan, yang digelar pada hari kamis 29/10/2026 menjadi...

Seekor anak Banteng Jawa (Bos javanicus) berjenis kelamin jantan lahir di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran (Purbajapa), Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.(Foto: Kemenhut/BKSDA Jabar)

Kabar Gembira dari Dunia Satwa, Anak Banteng Jawa Ketiga Lahir di Pangandaran

Editor
29 Oktober 2026

PANGANDARAN - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mengumumkan kelahiran seekor anak Banteng...

Pekan Seni Media Rupakala 2026 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, mulai tanggal 26 Oktober hingga 1 November 2026.(Foto: Diskominfo Kab. Bogor)

Pekan Seni Media Rupakala Dorong Apresiasi & Kontemplasi

Editor
28 Oktober 2026

CIBINONG – Pekan Seni Media Rupakala 2026 menjadi ruang dialog antara seniman dan masyarakat melalui berbagai karya seni berbasis teknologi,...

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengunjungi Padepokan Seni Giri Harja, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Padepokan Seni Giri Harja merupakan pusat pertunjukan seni wayang golek yang didirikan oleh alm. Abah Asep Sunandar Sunarya.(Foto: Dok. Kemenbud)

Di Padepokan Giri Harja, Menbud Bilang Perlunya Pelestarian Ekosistem Wayang Golek dan Pengrajin Tradisional

Editor
26 Oktober 2026

BANDUNG - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan pentingnya menjaga regenerasi dalang dan pembuat wayang sebagai upaya menjaga wayang golek...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.