• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Senin, 10 Agustus 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Nasib Siswa SDN 026 Bojongloa, Wali Kota: Pembangunan Jalan

Editor
Senin, 10 Agustus 2026 - 07:49
Murid SDN 026 Bojongloa.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Murid SDN 026 Bojongloa.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan pembangunan gedung SDN 026 Bojongloa tetap menjadi prioritas meski di tengah persoalan sengketa lahan sekolah serta penolakan dari sebagian warga sekitar.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, terdapat dua persoalan utama yang kini harus dihadapi dalam pembangunan SDN 026 Bojongloa.

RelatedPosts

Presiden Prabowo Minta Penanganan Kebakaran Maksimal

HUT RI ke-81: Peminat Undangan Tembus 336 Ribu Orang

Anggota Polrestabes Bandung Gugur, Jadi Korban Tabrak Lari Saat Bertugas

Pertama, adanya proses hukum terkait sengketa tanah sekolah yang harus dihormati. Kedua, munculnya keberatan warga terhadap pembangunan gedung sekolah di lokasi baru.

“Jadi SD itu ada dua masalah. Satu, harus ada eksekusi dari PK mengenai sengketa tanah SD 026. Itu tetap kita hormati, cuma kita minta waktu,” kata Farhan, Senin, 10 Agustus 2026 melalui keterangan resminya.

Menurut Farhan, persoalan yang lebih besar saat ini justru berkaitan dengan penolakan warga terhadap pembangunan gedung sekolah.

Kendati demikian, Pemkot Bandung tetap mengambil keputusan untuk melanjutkan pembangunan karena menyangkut pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak.

“Saya harus membuat pilihan yang sangat berat. Tetapi berdasarkan pemikiran yang cukup dalam, kami tetap memprioritaskan pembangunan sekolah sebagai pemenuhan hak pendidikan kepada anak,” ujarnya.

Farhan menyatakan, pembangunan sekolah tidak boleh mengabaikan kepentingan warga yang tinggal di sekitar lokasi. Karena itu, Pemkot Bandung akan membuka ruang pembicaraan mengenai pengelolaan lingkungan selama proses pembangunan berlangsung.

Ia mengakui aktivitas pembangunan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, termasuk persoalan lalu lintas.

Namun, kondisi tersebut menurutnya harus dikelola bersama agar masyarakat tidak merasa ditinggalkan selama proyek berlangsung.

“Mengenai masalah pengelolaan lingkungan, mari kita bicarakan bersama. Penyelenggaraan yang baik seperti apa? Bahwa selama masa pembangunan akan menimbulkan ketidaknyamanan, iya. Bahwa nanti akan menimbulkan kemacetan, kita atur sama-sama,” katanya.

Farhan juga mengakui adanya pengalaman sebelumnya ketika sejumlah kontraktor tidak memenuhi komitmen yang telah disepakati bersama warga.

Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang akan menjadi perhatian Pemkot Bandung dalam pembangunan SDN 026 Bojongloa.

Untuk memastikan persoalan tersebut tidak kembali terjadi, Farhan bahkan menyatakan siap bertanggung jawab langsung terhadap proses pembangunan SDN 026 Bojongloa.

“Untuk SD 026 Bojongloa, saya akan pasang badan. Kedua, saya akan jaga komitmen kontraktor dan pemerintah terhadap warga yang merasa terganggu,” tegasnya.

Salah satu keberatan warga berkaitan dengan akses jalan menuju lokasi pembangunan.

Farhan mengatakan, Pemkot Bandung akan mencari sejumlah alternatif akses agar aktivitas pembangunan tidak semakin mengganggu mobilitas masyarakat.

Ia mengaku belum melakukan peninjauan langsung ke lokasi, namun telah menerima masukan mengenai kemungkinan pembukaan sejumlah jalur alternatif. Salah satunya dengan melibatkan perangkat daerah terkait.

“Nanti kita akan cari alternatif. Saya kan belum meninjau lapangan langsung, tapi menurut masukan yang saya terima akan ada beberapa jalan alternatif masuk. Termasuk dari Dispark juga,” jelasnya.

Terkait opsi membeli kembali lahan SDN 026 dari pihak ahli waris, Farhan menyatakan, Pemkot Bandung tidak dapat begitu saja mengalokasikan anggaran untuk mengganti kerugian atas tanah yang menjadi objek sengketa.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai besar kecilnya anggaran.

Penganggaran untuk mengganti tanah yang berkaitan dengan kekalahan dalam perkara hukum justru dapat menimbulkan persoalan baru.

“Bukan masalah berapanya. Tetapi kita tidak bisa kemudian menganggarkan sebuah ganti rugi tanah karena kalah berperkara. Itu lebih sulit lagi, bisa bertahun-tahun lagi,” katanya.

Sebagai solusi, Pemkot Bandung telah menyiapkan lahan lain dengan luas sekitar 4.000 meter persegi yang dapat digunakan untuk pembangunan sekolah baru.

Farhan mengatakan, proses penyelesaian persoalan lahan memang tidak mudah dan berlangsung cukup alot.

Namun, Pemkot Bandung memilih menggunakan lahan yang telah tersedia dibandingkan harus kembali berhadapan dengan persoalan pengadaan tanah yang berpotensi memerlukan waktu panjang.

“Ini kebetulan kita punya tanah 4.000 meter dan tanahnya sudah ada sejak 2023,” ujarnya.

Farhan menambahkan, persoalan hak atas tanah dengan pihak ahli waris tetap akan dihormati dan diselesaikan sesuai proses yang berlaku.

Sedangkan untuk persoalan dengan warga di sekitar lokasi pembangunan sekolah baru, Pemkot Bandung akan mengedepankan komunikasi dan mencari titik temu.

Tags: SDN 026 Bojongloawali kota bandung

Related Posts

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.(Foto: Setneg)

Presiden Prabowo Minta Penanganan Kebakaran Maksimal

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah...

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.(Foto: Setneg)

HUT RI ke-81: Peminat Undangan Tembus 336 Ribu Orang

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas antusiasme tinggi untuk mengikuti Upacara Peringatan...

Anggota Polrestabes Bandung gugur, jadi korban tabrak lari saat bertugas.(Foto:Istimewa).

Anggota Polrestabes Bandung Gugur, Jadi Korban Tabrak Lari Saat Bertugas

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Anggota Polrestabes Bandung, Aiptu Asep Suhara, menjadi korban tabrak lari di Jalan Merdeka, Kota Bandung. Korban tewas saat sedang...

Kebakaran Bromo 2026.(Foto: Dok. Kemenpar)

Kebakaran Bromo, Kemenpar: Keselamatan Paling Utama

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Pariwisata terus memantau perkembangan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga,...

Lomba desan batik sumedang.(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Batik Sumedang, Kini Sedang Dirintis

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang mendorong lahirnya motif batik khas Sumedang yang mampu merepresentasikan sejarah, alam, budaya, dan kearifan...

Kapolres Subang, AKBP Andi Purwanto, dan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, menyampaikan keterangan pers pengungkapan kasus kejahatan begal aniaya korbannya hingga tewas di Kabupaten Subang.(Foto:Istimewa).

2 Begal Sadis di Subang Aniaya Pengendara Sepeda Motor hingga Tewas Ditangkap

Editor
10 Agustus 2026

SATUJABAR, SUBANG--Dua pelaku begal sadis di Kabupaten Subang, Jawa Barat, adang pengendara sepeda motor dan menganiayannya hingga korban tewas. Kedua...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Pesona Jawa Barat