• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 16 September 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Modest Fashion Dongkrak Ekonomi Kota Bandung

Editor
Minggu, 08 Maret 2026 - 08:29
(Foto: Humas Pemkot Bandung)

(Foto: Humas Pemkot Bandung)

SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung mendorong penguatan sektor modest fashion atau busana sopan sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.

Potensi tersebut dinilai sangat besar karena ekosistem industri fesyen muslim di Kota Bandung telah berkembang dari skala kecil hingga produksi massal.

RelatedPosts

Jalan Kelok 23 Pansela DIY Diujicoba

2.000 Pegawai PU Main Judol, Transaksi Rp 12 Miliar, Menteri Evaluasi Sistem

Gubernur BI Lantik Pemimpin Satker

Hal itu disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menghadiri press conference HijabFest 2026 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Sabtu 7 Maret 2026.

Farhan mengatakan, Kota Bandung memiliki rantai ekosistem yang cukup lengkap dalam pengembangan modest fashion, mulai dari kreativitas desain, pelaku konveksi, hingga pasar yang kuat.

“Untuk Kota Bandung, memang ada dua bentuk fashion yang ingin kita dorong. Pertama adalah modest fashion atau yang kita kenal dengan baju muslim dan muslimah. Kreativitas dan skala produksi Kota Bandung untuk modest fashion ini dari yang paling niche sampai yang paling massal semuanya ada di Kota Bandung,” ujarnya melalui keterangan resminya.

Menurut Farhan, ekosistem tersebut membuat Bandung memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri fesyen muslim nasional.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diperbaiki, terutama terkait inovasi desain dan pemilihan bahan.

Ia menyoroti data Badan Pusat Statistik yang menunjukkan pertumbuhan sektor manufaktur di Kota Bandung masih sangat rendah.

“Berdasarkan data BPS, tingkat pertumbuhan sektor manufacturing di Kota Bandung hanya sekitar 0,01 persen. Artinya pabrik di Kota Bandung tidak berkurang, tetapi juga tidak bertambah,” kata Farhan.

Padahal, keberadaan produsen bahan tekstil dinilai penting untuk menopang perkembangan industri modest fashion.

Farhan menilai pengembangan teknologi bahan tekstil yang nyaman digunakan di iklim tropis menjadi salah satu kebutuhan utama.

Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat mendorong penguatan rantai pasok bahan baku industri fesyen, termasuk melalui pengembangan kawasan ekonomi yang tidak terlalu jauh dari Kota Bandung.

“Secara bisnis buat Kota Bandung, bahannya impor tidak masalah. Yang penting konveksinya di Kota Bandung, desainnya di Bandung, brand-nya dari Bandung, kantor pusatnya di Bandung, dan NPWP-nya beralamat di Kota Bandung,” ujarnya.

Selain penguatan industri, Farhan juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap produk lokal dari masuknya pakaian jadi impor yang lebih murah.

Menurutnya, sejumlah instrumen ekonomi seperti sertifikasi halal dan sistem pembayaran digital nasional dapat menjadi bagian dari strategi menjaga daya saing industri lokal.

“Dua hal ini, sertifikasi halal dan QRIS, menjadi instrumen untuk memastikan ketahanan ekonomi Kota Bandung tidak kemudian diambil oleh pesaing dari luar,” kata Farhan.

Ia menambahkan, persaingan perdagangan global kini tidak hanya terjadi di tingkat ekspor-impor, tetapi sudah masuk hingga ke pasar-pasar lokal.

Karena itu, penguatan industri lokal harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan menyebut Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah dan industri halal.

Dengan jumlah penduduk sekitar 50,7 juta jiwa dan mayoritas beragama Islam, Jawa Barat dinilai memiliki pasar sekaligus basis produksi yang kuat bagi industri halal.

“Kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pelaku usaha, UMKM, dan akademisi sangat diperlukan untuk meningkatkan perekonomian syariah dan industri halal di Jawa Barat,” ujar Erwan.

Ia juga menyebut Kota Bandung sebagai salah satu pusat perkembangan industri fesyen di Jawa Barat yang berperan penting dalam penguatan ekosistem industri halal di daerah.

Melalui berbagai kegiatan seperti HijabFest, Pemkot Bandung berharap ekosistem modest fashion dan industri halal dapat terus berkembang serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Tags: erwan setiawanModest FashionMuhammad FarhanWakil Gubernur Jabarwali kota bandung

Related Posts

Jalan kelok 23 atau Jalan Baru Kretek–Girijati yang menghubungan Kab. Bantul dan Kab. Gunungkidul.(Foto: Dok. Humas Kementerian PU)

Jalan Kelok 23 Pansela DIY Diujicoba

Editor
16 September 2026

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mulai melakukan uji coba open traffic Jalan Baru Kretek–Girijati selama tujuh hari, mulai 14...

Menteri PU Dody Hanggodo.(Foto: Humas Kementerian PU)

2.000 Pegawai PU Main Judol, Transaksi Rp 12 Miliar, Menteri Evaluasi Sistem

Editor
16 September 2026

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat lebih dari 81 ribu frekuensi transaksi judi online dengan total nilai transaksi mencapai...

Mal Isnaini S. Meyyanti dilantik sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial, pada tanggal 15 September 2026 di Jakarta.(Foto: Dok. Humas Bank Indonesia)

Gubernur BI Lantik Pemimpin Satker

Editor
16 September 2026

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, melantik Mal Isnaini S. Meyyanti, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Departemen Manajemen Strategis...

rekomendasi harga emas antam, aneka tambang

Harga Emas Rabu 16/9/2026 Antam Rp 2.593.000 Per Gram

Editor
16 September 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Rabu 16/9/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.593.000 per gram...

Hewan laut penyu.(Foto: Humas Kemenpar)

Kemenpar: Tidak Ada Toleransi Terhadap Perusakan Ekosistem Raja Ampat

Editor
16 September 2026

JAKARTA - Kemenpar atau Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mengecam keras dugaan tindakan wisatawan yang melakukan perburuan penyu dengan speargun di...

(Foto: Humas Kemenpar)

Konser Artis Global Dorong Ekonomi Indonesia

Editor
16 September 2026

JAKARTA - Kementerian Pariwisata terus mendorong penguatan ekosistem event di Indonesia sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan daya tarik destinasi,...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.